IMAJINASI

IMAJINASI
Ep.32


__ADS_3

"Hei sini kamu"kata Age menarik tangan Avi


"Dia yang jadi budak cintanya Daneil, jelas-jelas dia hanya pura-pura tidak menyukai Daneil karena dia ingin di kejar, asal kalian semua tahu dia juga yang udah ngehancurin percintaan sahabatnya sendiri"kata Age berbicara keras


"Plaakkk"suara tamparan


"Masih kurang tamparan yang tadi"kata Avi


"Kalian lihat, dia menamparku sekeras itu hingga aku ter.."perkataan Age terpotong oleh perkataan Avi


"Kenapa kamu tidak menamparku balik, karena kamu mencari pembelaan iya, karena kamu yang paling ingin didengarkan iya, kenapa aku menamparmu karena percuma you know, PERCUMA walau aku berbicara beribu kata pun tidak akan ada yang mendengarkan pelaku mereka-mereka ini akan berfokus pada korban"Avi bicara berteriak menunjuki orang-orang yang melihat mereka


"Kenapa?"kata Avi


"Kenapa diam"bentak Avi


"Jaga bicaramu"kata Avi pergi melihat guru datang


"Ada apa ini kenapa teriak-teriak di lorong?"tanya bu guru


"Sifa kembali"panggil bu guru


"Tahan Avi tahan"kata Avi dalam hati menenangkan diri


"Jelaskan sama ibu kenapa kalian teriak-teriak dilorong, ini sudah lima menit yang lalu bel masuk berbunyi kenapa kalian semua masih disini, kembali kekelas kalian masing-masing kecuali Avi dan Age"marah bu guru


"Ughh, bodoh bikin masalah lagi kamu Avi"kata Avi memukul-mukul keningnya


"Buk bisa gak masalah ini gak usah diperpanjang"kata Avi bicara pada bu guru


"Bisa tapi kalian berdua jelaskan dulu apa masalah kalian ini"kata bu guru


"Ibuk jangan kepo, hukum saja kami atau suruh kami saling meminta maaf"kata Avi


"Gak sopan kamu ya bilang saya kepo"bentak bu guru


"Maaf buk, tapi masalah ini memalukan"kata Avi menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Apa masalahnya Age?"tanya bu guru pada Age


"Masalahnya Daneil bu"kata Age


"Daneil sini kamu"panggil bu guru


"Dia merusak persahabatan saya sama Daneil bu"kata Age


"Hm kan memalukan dari kata-katanya aja ibuk pasti udah tahu kalau dia suka sama Daneil dia cemburu Daneil suka sama saya tapi megubahnya dengan kata sahabat iyakan buk"kata Avi


"Belajar dari mana kamu Avi?"tanya bu guru


"Itu pertanyaan buk?"tanya Avi

__ADS_1


"Lupakan"kata bu guru


"Age, benar yang di katakan Sifa?"tanya bu guru


"Enggak bu saya gak suka sama Daneil saya cuma gak mau sahabat saya dipermainkan sama dia, saya udah kenal sama dia dari SMP bu dia juga pernah merusak persahabatannya sendiri"kata Age


"Grrrtttt"tangan Avi mengepal


"Ngomong apa kamu barusan"marah Avi


"Sifa jangan marah-marah didepan saya, yang berhak marah itu saya, lanjutkan Age"kata bu guru


Avi melihat tajam ke arah Daneil lalu memalingkan pandangannya.


"Disaat seperti ini kamu diam saja padahal kamu tahu betul siapa yang salah, ah sahabat ya aku juga pasti akan membela sahabatku sih"kata Avi dalam hati


"Baiklah hukuman kalian..."perkataan bu guru terpotong oleh perkataan Avi


"Gak dengar penjelssan dari saya dulu bu"kata Avi tersenyum miring


"Apa penjelasan dari kamu?"tanya bu guru


"Saya tidak menyukainya jadi bisa tolong pindahkan kelas kami, saya muak dengan drama mencintai terhalang saya"kata Avi


"Tidak bisa"tegas bu guru


"Astaga"kata Avi


"Baik bu"kata semua kompak


"Kembali kekelas kalian masing-masing"kata bu guru


Mereka semua kembali kekelasnya masing-masing, di jalan menuju kelas mereka masih bertiga karena arah kelas mereka sama saat itu suasana sangat canggung Avi berjalan didepan Daneil dan Age dibelakang Avi. Karena terasa sangat canggung Daneil menghampiri Avi.


"Vi maaf gak bisa bantu"kata Daneil


"Gak masalah"kata Avi


"Dimaafin nih?"tanya Daneil tidak percaya


"Iya"jawab Avi


"Ntar aku ajarin pelajaran matematika deh, atau kamu mau aku traktir makan dikantin"kata Daneil


Avi melihat ke arah Daneil dengan mendungak karena Daneil lumayan tinggi juga dia ingin menerima namun tidak enak.


"Gak perlu aku masih mampu beli"kata Avi cuek mempercepat langkahnya


Age sampai dikelasnya...


"Sampai ketemu pulang sekolah Daneil"kata Age melambaikan tangannya

__ADS_1


Avi tidak memedulikan mereka lagi dan sampai dikelasnya karena kelas mereka bersebelahan, tak berapa lama Daneil pun sampai.Mereka berdua dihukum lagi karena terlambat masuk kelas.


"Hari ini aku kenapa sih, kayak gak ada enaknya"kata Avi mengeluh berdiri di luar kelas


"Gara-gara kamu ini"kata Avi membentak Daneil


"Maaf, kan aku gak tahu kalau masalahnya bakal kayak gini, aku juga gak tahu kalau Age suka sama aku, aku sih gak suka sama Age sukanya sama kamu"kata Daneil


"Nah"kata Avi dapat ide


"Kamu bakal ngerasain jadi aku mulai detik ini"kata Avi


"Maksudnya?"tanya Daneil tidak mengerti


"Kamu bakal tahu rasanya disukai orang yang gak kamu sukai"kata Avi tersenyum puas melihat kearah Daneil


"Apa ini sebuah kutukan"kata Daneil tersenyum melihat Avi tersenyum karenanya


"Hm"kata Avi malas berbicara dan kembali ke wajah datarnya


"Hehehe"Daneil masih tersenyum menatap Avi


"Risih tau gak dilihatin"kata Avi mengarahkan wajah Daneil kearah berbalikan


"Kamu sebenarnya tidak selalu menggunakan logika kan, Tadi saja kamu menggunakan perasaanmu"kata Daneil


"M-maksudnya"kata Avi yang mengerti perkataan Daneil


"Kamu menolak traktiranku karena merasa tidak enak karena sudah menolakku kan"kata Daneil


"Enggak, aku masih mampu beli sendiri kok makanya gak nerima traktiran kamu"kata Avi mengeles


"Alah ngaku aja udah"kata Daneil


"Gak"kata Avi cuek


"Hehehe, lucu"kata Daneil


"Kamu gak mungkin nolak makanan"kata Daneil menggoda Avi


"Siapa bilang"kata Avi


"Raka"kata Daneil


"Kamu tahu Raka dari mana?"tanya Avi


"Age"jawab Daneil


"O-ohh, aku gak ingat pernah satu SMP Sama Age, tapi dari mana dia tahu kalau aku gak bisa nolak makanan gak mungkin Raka yang bilang kan?"tanya Avi


"Aku juga teman Raka"kata Daneil

__ADS_1


"Hah?"kata Avi bingung


__ADS_2