
"Aku juga teman Raka"kata Daneil
"Hah?"kata Avi bingung
"Aku juga teman Raka"kata Daneil melihat kearah Avi
"Hah?"Avi semakin bingung melihat kearah Daniel
"Kamuu gak ingat aku sama sekali ya"kata Daneil menatap Avi
"Maaf daya ingatku pendek"kata Avi mengalihkan pandangannya
"Gak masalah hehehe"kata Daneil tersenyum
"Kamu siapa?"tanya Avi penasaran
"Sama seperti Age, teman sekelas SMPmu"kata Daneil
"Ah, gitu"kata Avi tidak tahu mau berkata apa lagi
"Iya, masih belum ingat?"tanya Daneil
"Belum"kata Avi mengalihkan pandangannya karena malu
"Kamu melupakan orang-orang yang berada didekatmu namun tidak melupakan pelajaran yang diajarkan tahun lalu kan"kata Daneil
"Hah, kalau tahun lalu udah lupa sih"kata Avi menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Hahaha, mau belajar bareng"ajak Daneil
"Gak perlu, kalau aku gak tahu aku bisa minta kasih tahu teman Raka"kata Avi
"Kamu punya teman selain Raka?"tanya Daneil
"Yaaa, teman Raka sih"kata Avi
"Kalau gitu mau berteman denganku?"tanya Daneil
"Maaf, bukannya aku gak mau tapi aku menghindari orang-orang sepertimu"kata Avi menundukkan kepalanya
"Apa?, kenapa denganku?"tanya Daneil tidak percaya
"Kamu lihat sendiri, kamu itu orang populer sedangkan aku, dikenal aja nggak dan lagi pasti banyak orang yang mau menjadi temanmu, kamu tahu aku berusaha untuk tidak mendengarkan perkataan orang lain tentang diriku tapi perkataan mereka menyakitkan. Aku benci dibenci orang yang tidak tahu aku seperti apa, aku tidak mempercayai siapapun karena aku tahu meskipun awalnya kamu disukai kamu akan dibenci karena kesalah pahaman"kata Avi bicara pelan
"Kamu terlalu lama tenggelam didalam lautan yang kamu buat sendiri..."perkataan Daneil terpotong oleh Avi
__ADS_1
"Aku tahu tidak semua orang seperti yang aku pikirkan, tapi semua kesalah pahaman itu terus terulang bahkan hingga detik ini, orang-orang akan benar-benar mengira aku memang berpura-pura tidak menyukaimu agar aku terlihat sangat spesial dimatamu sama seperti Raka dan Salsa dulu"kata Avi
"Ini semua salah Age"kata Daneil
"Ini semua salahmu"kata Avi
"Kenapa aku?"tanya Daneil
"Seandainya kamu gak s..."perkataan Avi terotong oleh perkataan Daneil
"Aku berhak untuk menyukai siapa saja, aku berhak untuk menyatakan apa yang kurasakan, dan aku berhak untuk tidak..."bentak Daneil
"Dan aku berhak menolak"marah Avi
"Aku terima kamu menolakku aku hanya ingin menjadi temanmu"marah Daneil
"Itu juga aku berhak menolak"kata Avi
"Ughhh, keras kepala banget sih"kata Daneil
Avi diam saja karena yang dikatakan Daneil juga benar dia memang keras kepala.
"Kenapa kalian ini berisik sekali"marah bu guru
"Jangan berisik lagi udah telat masuk, dihukum malah berisik kurang hukumannya"marah bu guru
"Gak bu, cukup"kata Avi
"Jangan berisik lagi"bentak bu guru
"Siap buk"kata mereka berdua kompak
"Tirrriiiiriririring...tiririiirirrriiing..."suara bel pulang sekolah
"Akhirnya"kata Avi bergegas masuk kekelasnya dan mengambil tasnya
"Jangan lupa hukuman kalian"kata bu Nufa yang tadi memarahi mereka dilorong
"Aghhh, buk saya kedepan dulu ya mau izin sama yang jemput saya"kata Avi berharap bisa kabur
"Saya temani"kata bu Nufa
"Gak perlu buk, saya bisa sendiri"kata Avi
"Saya mau bicara sama kamu"kata bu Nufa
__ADS_1
"Mau bicarain apa buk?"tanya Avi
"Udah jadi gak izinnya"kata bu Nufa
"Iya buk"kata Avi
"Tap...tap...tap.."suara langkah kaki
"Apa kamu selalu berada di posisi ini?"tanya bu Nufa
"Posisi apa buk?"tanya Avi
"Saya kira selama ini kamu diam saja karena kamu introvert"kata bu Nufa
"Maksudnya bu?"tanya Avi
"Kamu selalu berada di posisi sebagai perusak hubungan orang kan, padahal bukan kamu yang melakukannya tapi orang yang salah paham terhadapmu yang menganggapmu begitu dan menyebarkannya"kata bu Nufa
Avi melihat Raka sudah ada di gerbang depan Avi langsung menghampirinya...
"Bu saya izin dulu ya"kata Avi berlari
"Dia tidak mendengarkan saya"kata bu Nufa dalam hati
"Ka, aku dihukum kamu pulang duluan aja aku nanti naik angkutan umum"kata Avi
"Aku tunggu"kata Raka
"Oke"kata Avi
"Yuk bu"kata Avi senang
"Kamu duluan aja, ajak Daneil sama age"kata bu Nufa
"Kamu temannya?"tanya bu guru
"Iya bu, kalau mau tahu tentang Avi jangan tanya saya, soalnya saya gak bakal kasih tahu"kata Raka
"Ah begitu, kenapa kan saya gurunya saya berhak tahu apa masalah murid saya dong"kata bu guru berusaha mencongkel informasi dari Raka
"Maaf bu bahkan pada orang tuanya aja saya rahasiakan, masa iya sama ibu yang bukan siapa-siapanya saya bocorkan kan gak kontras"kata Raka
"Baiklah, mau lihat Avi kebelakang"ajak bu guru
"Boleh"kata Raka
__ADS_1