
"Baiklah, terima kasih"kata Dika
"Eh buat apa?"tanya Avi
"Karena menganggapku temanmu"kata Dika
"Sama-sama"kata Avi
"Temanmu aneh"bisik Avi pada Raka
"Dia yang suka sama kamu tahu"kata Raka bisik-bisik pada Avi
"O-Ohh, kenapa kamu gak bilang"kata Avi
"Kalau aku bilang kamu bakal terima?"tanya Raka penuh harapan
"Enggak juga sih"kata Avi
"Kamu yang aneh bukan dia"kata Raka kesal
"Bercanada elahh"kata Avi tersenyum
"Hah bercanda, kamu beneran mau terima kalau aku bilang"kata Raka lagi-lagi berharap
"Enggak"kata Avi kembali serius mengerjakan soalnya
"Aku buang juga lama-lama kamu ke laut"kata Raka sudah sangat kesal
"Shhtttt, mamanya udah tidur"kata Avi
"Maaf-maaf Ka"kata Raka meminta maaf pada Dika
"Udah nih"kata Avi menyodorkan soal yang tadi sedang dikerjakan
"Lama ya"kata Dika
"Aku kan gak sepintar kamu"kata Avi
__ADS_1
"Apa ini, kenapa gak ada jawabannya"kata Dika syok melihat kertasnya masih dengan tulisan yang sama dengan yang pertama kali di kasih
"Aku gak ngerti"kata Avi senyum-senyum
"Tanya makanya kalau gak ngerti"kata Dika kesal
"Udahlah gak penting, gak semua mata pelajaran harus di kuasai"kata Avi santai
"Tapi matematika penting bahkan dalam kehidupan sehari-hari"kata Dika
"Dalam kehidupan sehari-hari yang diperlukan hanya penambahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian gak ada aljabar, trigonometri, matriks dan sebagainya"kata Avi
Seketika suasana kembali hening...
"Dika maaf"kata Avi mencairkan suasana
"Kenapa minta maaf?"tanya Dika
"Yaa maaf udah ngerepotin kamu, kita datang malem-malem, niatnya mau belajar tapi malah bikin kamu kesal, lain kali aku pastikan gak akan terulang lagi"kata Avi merasa bersalah
"Apa? Raka bilang apa?"tanya Avi melihat ke arah Raka
"Katanya kamu itu ceroboh banget, udah gitu pelupa gak bisa lihat orang tenang sedikit, kamu yang ada dihadapanku sekarang kelihatan lebih dewasa dari kita"kata Dika keceplosan mengatakan yang diceritakan Raka
"Oohh, Raka sering ceritain aku sama kamu"kata Avi
"Avi udah malem banget pulang yuk"kata Raka mengalihkan pembicaraan
"Terus Raka cerita apa lagi?"tanya Avi pada Dika
"Gak ada, dia bilang kamu manis terus imut banget kalau lagi marah"kata Dika
"Ah, benarkah"kata Avi
"Kapan aku bilang begitu?"tanya Raka pada Dika
"Apa?"tanya Avi
__ADS_1
"Bodoh"kata Dika
"H-Hah, astagaa iya iya aku bilang gitu sama semua teman-temanku"kata Raka menghindari pandangan Avi
"Hahaha, padahal gak apa-apa tahu, aku suka kamu gak berbohong tentangku"kata Avi
"Haaahh benarkah"kata Raka menghela nafas
"Kita pulang yuk Ka"kata Avi berdiri
"Dika makasih ya jamuannya, kita pulang dulu"kata Avi pamitan pada Dika
"Iya sama-sama besok datang lagi ya"kata Dika
"Pasti, pulang dulu ya Ka"kata Raka pamitan pada Dika
"Iya hati-hati ya bro, antar Avi sampai kedepan pintu rumahnya"bisik Dika
"Udah di tolak juga kamu"kata Raka
"Udahh di tolak bukan berarti gak punya kesempatan"kata Dika
"Masih berharap kamu?"tanya Raka
"Iya"jawab Dika santai
"Jangan terlalu berharap"kata Raka pada Dika
"Raka jadi pulang gak"teriak Avi yang sudah menunggu dari tadi
"Iya sebentar ada bisnis nih"kata Raka
"Udah dulu ya bro aku pulang dulu"kata Raka
"Oke hati-hati ya Avi"kata Dika modus sama Avi
"Iya"kata Avi
__ADS_1