
"Makan sini aja bang"kata Raka
"Oke duduk dulu dek"kata abang sate
"Makasih bang"kata Raka
"Tapi aku udah gak ada uang sama sekali Ka"kata Avi bingung mau pakai uang siapa ketika disana
"Kan ada aku"kata Raka
"Maaf ya jadi negrepotin kamu lagi, kalau uang aku udah kekumpul lagi aku balikin"kata Avi
"Gak perlu, kamu kan udah bisa pakai uang aku"kata Raka
"Tapi kalau banyak gak enak juga, gila apa kamu yang kerja aku yang habisin"kata Avi
"Aku kerja buat kamu kok"kata Raka
"Buat aku?maksudnya?"tanya Avi
"Yaa aku mau bantu kamu ngumpulin uang buat liburan yang udah kamu nanti-nanti itu, ehh uangnya malah kamu korbankan buat paman kamu"kata Raka
"Seenggaknya aku bisa bantu sedikit lah"kata Avi
"Aku gak ngerti jalan pikiran kamu tapi gak tau kenapa aku suka sama semua yang kamu katakan dan berikan"kata Raka
"Kenapa kamu hari ini, gak kayak biasanya"kata Avi
"Emang aku biasanya gimana?"tanya Raka
"Avi aku capek baru pulang kerja kita jalan-jalan yuk, Avi aku mau makan enak beli makanan yuk, Avi batu banget gak bisa di ajak kompak, Avi gak seru ah aku kalah terus, Avi jangan beli es krim nanti kamu makannya belepotan aku males beli tisunya, Avi jangan beli gulali nanti yang lihat kamu diabetes, Aviii hahaha"kata Avi tertawa dengan mulutnya yang ditutup dengan tangan Raka karena Raka malu
"Apasih aku gak gitu tuh"kata Raka malu melepaskan tangannya
__ADS_1
"Iyaa, iyaa hahaha lucu banget kamu maluu gitu"kata Avi masih tertawa
"Ini dek satenya"kata abang sate
"Makasih"kata Avi kembali berwajah dingin
"Pffttt hahaha"Raka tertawa melihat Avi yang langsung berubah ekspresi
"Pacarnya perhatian banget ya"kata abang satenya
"Pacar siapa bang?"tanya Raka
"Kamu lah"kata abang satenya
"Oh wow tapi kami nggak pacaran"kata Raka yang udah biasa dikira orang-orang berpacaran dengan Avi
"Hah masa, tapi kalian cocok"kata abang satenya
"Saya mah sama siapa aja cocok kan saya ganteng"kata Raka percaya diri
"Bang beli satenya satu makan sini dua lagi bungkus ya"kata pembeli yang baru datang dan yahh itu adalah Daneil
"Wahh parah kamu ngikutin kita sampai sini"kata Raka berdiri
"Eh Avi, besok pulang sekolah bareng aku ya"kata Daneil menggeser Raka dan duduk di sebelah Avi
"Mau kemana kalian?"tanya Raka dengan nada marah
"Mau kan Vi, aku udah bilang sama papaku kalau besok aku mau jalan-jalan bareng kamu jadi kamu gak kerja"kata Daneil
"Kalau diam aja artinya iya ya, yaudah besok kamu gak perlu jemput Avi"kata Daneil bicara pada Raka
"Kamu main-main sama aku"kata Raka menarik kerah baju Daneil
__ADS_1
"Avi kok bisa-bisanya sih kamu sahabatan sama preman gini"kata Daneil
"Siapa yang kamu bilang preman, cari mati hah"kata Raka sudah sangat kesal dan ingin menghajar Daneil
"Kamu lah"kata Daneil
"Ggrrrr..."
"Buakghh"
"Buuk"
Mereka berdua bertengkar...
"Hahhhh, mau makan dengan tenang aja susah, kenapa sih aku harus berurusan dengan orang-orang lagi, ini semua gara-gara Daneil"kata Avi dalam hati menatap tajam ke arah Daneil
"Hei, hei kalian ini jangan berantem disini dong, neng kenapa diam aja bukannya di lerai"kata abang satenya meletakkan sate milik Daneil di atas meja lalu melerai mereka berdua
"Ntar juga capek sendiri"kata Avi santai
"Mati aja kamu sana"kata Raka kembali duduk
"Kamu yang mati sana"kata Daneil duduk di samping Avi
"Kamu jangan berani-berani dekat-dekat dengan Avi"kata Raka berdiri dan segera mengusir Daneil pindah ke tempat duduk lain
"Sekali lagi kalian bicara aku gak mau bicara dengan siapapun lagi"kata Avi muak
"Avi sakit"kata Raka memegang pipinya
"Suruh siapa berantem sok jago, makan itu satemu"kata Avi berdiri
"Bang nitip mereka berdua ya jangan sampai berantem lagi"kata Avi langsung pergi
__ADS_1