
"Aku bawa kunci cadangan"kata Raka
"Yaudah buka"kata Avi
(Triiririiiriring) suara handphone
("Halo Assalamualaikum bang, bunda lagi di rumah sakit jenguk paman Avi sebentar lagi pulang")Bunda Raka menelpon
"Iya bun Raka juga masih di jalan ini jemput Avi"kata Raka yang menutup mulut Avi karena ingin berbicara
("Oh yaudah hati-hati ya bang jangan buru-buru pulangnya nanti bunda telpon kalau udah mau pulang")kata Bunda Raka
"Iya bun Assalamualaikum"kata Raka
("Waalaikummusalam")kata bunda Raka
"Bunda kamu bilang apa kok sampai bohong gitu?"tanya Avi
"Bukan apa-apa, kata bunda mereka dirumah sakit masih lama pulangnya"kata Raka
"Yaudah kalau gitu kita kerumah sakit juga"kata Avi
"Kerumah sakit ngapain? ngebosenin banget"kata Raka
"Tapi aku belum jenguk pamanku"kata Avi
"Besok kan bisa, lagian paman kamu koma kan mana bisa di jenguk"kata Raka
"Iya sih, tapi kita kemana dong udah malem gini?"tanya Avi
"Belum malem banget masih jam sepuluh, gimana kalau kita ke rumah Dika aja, kamu belum belajar apapun kan hari ini untuk ujian besok"kata Raka
"Iya, tapi masalahnya aku gak bawa bukunya"kata Avi
"Tenang aja, Dika punya banyak buku asal kamu ingat aja besok ujian apa"kata Raka
"Aku gak ngerti kenapa dia gak masuk SMA aja kan dia pintar"kata Avi
__ADS_1
"Dia bilang dia lebih suka praktek langsung dari pada mempelajari teori terlebih dahulu, karena perkiraan teori memang selalu tepat namun hasil praktek tidak mempengaruhi teori dan itu membuang-buang waktu"kata Raka
"Wow pemikiran yang hm yah tidak bisa ku jelaskan tapi dia hebat"kata Avi
"Dia sepintar itu seharusnya dia bisa mendapatkan beasiswa kan?"tanya Avi
"Dia menolaknya"kata Raka
"Kenapa?"tanya Avi
"Karena orang tuanya mampu"kata Raka
"Ah benar juga, lagian dia bungsu"kata Avi
"Jadi kesana atau nggak ini?"tanya Raka
"Iya-iya, aku harus bisa pintar sepertinya juga"kata Avi semangat
"Yuk"kata Raka
"Hm"kata Avi
"Kamu tau gak kenapa aku ajak kamu kerumah Dika sebenarnya ada alasan tertentu sih bukan cuma mengajakmu belajar"kata Raka
"Apa?"tanya Avi karena tidak dengar
"Aku tau temanku itu menyukaimu dan orang sepertinya tidak akan berkembang lebih jauh lagi jadi biarkan aku jadi pos cinta kalian"kata Raka
"Ngomong apasih?"tanya Avi
"Aghh udahlah"kata Raka kesal
beberapa saat kemudian mereka sampai dirumah Dika
"Udah tutup pintunya udah tidur kali"kata Avi
"Gak mungkin, lihat lampu kamarnya masih nyala"kata Raka menunjuk kamar Dika yang berada dilantai dua
__ADS_1
"Terus gimana cara manggilnya?"tanya Avi
"Talpon lah"kata Raka
"Pintar"kata Avi
"Iyalah Raka"kata Raka sombong
Beberapa saat kemudian Dika turun dan membukakan pintu untuk Raka dan Avi
"Kalian duduk disini dulu aku buatkan minuman"kata Dika
"Siap"kata Raka
Dika kembali ketempat Raka dan Avi berada dan membawa minuman yang dibuatnya
"Ini silahkan diminum"kata Dika
"Kamu ini udah kayak melayani tamu aja, kita kan teman biasa aja kali"kata Raka santai
"Hm, jadi apa yang membawa kalian kesini?"tanya Dika
"Kita mau belajar bareng kamu, besok kita semua ujian dan Avi belum belajar apapun"kata Raka
"Oh, besok kamu ujian apa?"tanya Dika pada Avi
"Bahasa Indonesia dan matematika"kata Avi
"Yaudah kelurkan bukunya, mana yang mau dibahas?"tanya Dika
"Nah itu dia masalahnya orang tua Avi dirumah sakit jenguk pamannya kunci rumahnya dibawa..."belum selesai Raka bicara
"Oh, sebentar aku ambil bukuku"kata Dika menuju kamarnya
"Dia peka banget ya"kata Raka pada Avi
"Peka maksudnya dia gak mau dengar kamu bicara?"tanya Avi
__ADS_1
"Kamu jomblo berapa tahun sih gak gaul banget"kata Raka kesal