IMAJINASI

IMAJINASI
Ep.29


__ADS_3

"Aku udah kenal dia sebelum kamu"kata Daneil


"Apa, gimana bisa"kata Rifde bingung


"Kamu gak percaya?"tanya Daneil


"Aku bingung"kata Rifde


"Aku teman Avi saat SMP"kata Daneil menatap mata Rifde lalu pergi meninggalkannya


"Lalu sejak kapan kamu menyukainya?"tanya Rifde


"Bukan urusanmu, lebih baik kamu simpan saja rapat-rapat rahasianya yang kamu ketahui, kamu belum pernah lihat Avi marah kan"kata Daneil


"Apa, dia bisa marah?, dia bilang dia tidak bisa merasakan kemarahan"kata Rifde kebingungan


"Ah sudahlah jangan dibahas lagi"kata Daneil malas

__ADS_1


Daneil pergi menuju kelasnya karena dia tidak tahu mau kemana lagi di lorong dia melirik kanan dan kirinya lalu tersenyum, Daneil juga orang yang populer disekolah karena tidak hanya tampan dia juga pintar, setengah perjalanan dilorong dia memikirkan perkataannya tadi.


"Apa Avi pernah marah?, aku sudah pernah melihatnya menangis dan tersenyum walaupun bersama Raka, apa dia tidak pernah marah pada Raka?, kenapa harus bersama Raka?"lamun Daneil


"Huh memikirkannya bikin kesal saja"kata Daneil dalam hati


"Aku juga ingin ada di posisi Raka"kata Daneil lagi


Avi yang menghindari Daneil tidak tahu mau kemana, akhirnya dia kembali kekelas. Di lorong saat berjalan Avi melewati banyak teman-teman sekelasnya, adik-adik kelas dan kakak-kakak kelasnya yang sedang makan siang dengan bekal yang dibawa.


"Dia muram sekali pantas saja tidak punya teman, seperti orang penyakitan diam saja"kata seseorang berbisik


"Dia dingin sekali saat aku mendekatinya di hari pertama masuk sekolah dia diam saja, aku sengaja banyak ngobrol dengannya tapi dia malah meninggalkanku saat aku belum selesai berbicara"kata teman sekelas Avi pada saat kelas 1


"Wahh benarkah, dia gak pantas punya teman sih kalau begitu gak menghargai banget"kata yang bertanya


Avi yang muak dengan tingkah pada orang-orang disekolah diam saja dan menghindari orang-orang yang membicarakannya, dia tidak berkutik sama sekali karena Avi tahu jika dia sudah marah emosinya tidak bisa dikontrol oleh dirinya sendiri yang akan merugikan dirinya juga.

__ADS_1


"Cih"ketus Avi segera menuju kelasnya


Daneil juga berada di kelas, mereka hanya berdua didalam kelas tidak ada satupun suara yang terdengar. Avi tertidur dengan kepala di atas meja dan tangannya, sedangkan Daneil berposisi sama dengan Avi namun kepalanya miring mengarah pada Avi.


"Udah ku pendam perasaanku padamu saat kita lulus dari SMP yang aku kira aku tidak akan bertemu denganmu lagi karena aku harus pindah ke negara lain, tapi semesta mempertemukan kita kembali kenapa? padahal aku sudah berusaha untuk tidak memikirkanmu kenapa aku yang harus bertemu dengamu lagi yang membuat perasaan itu kembali"kata Daneil dalam hati


"Kamu bahkan tidak mengingatku"kata Daneil kesal pada Avi dan membalikkan kepalanya pada arah yang berlawanan


"Aakkghhhh"teriak Daneil terkejut melihat Age berada didepan wajahnya


Avi membuka matanya namun masih diposisi yang sama, Daneil yang khawatir Avi terbangun karena suaranya segera menoleh ke arah Avi.


"Gak bangun huh"kata Daneil pelan mengelus dadanya


"Kenapa?"tanya Age melihat Avi juga


"Kamu yang kenapa disini kan bukan kelas kamu"kata Daneil bicara pelan

__ADS_1


"Kenapa pelan-pelan ngomongnya"kata Age bicara keras


__ADS_2