
"Siapa yang benci kamu Neil?"tanya Rifde merangkul pundak Daneil
"Dia"kata Daneil menunjuk Avi
"Gak perlu heran deh kalau dia mah"kata Rifde santai
"Cih"ketus Avi duduk di kursinya
"Lihat wajahnya, bukan dia yang membenci orang tapi orang yang membencinya karena wajah datarnya"kata Rifde
"Duduklah"kata Daneil berwajah marah pada Rifde
"Loh kok kamu yang marah harusnya kan dia"kata Rifde segera duduk di kursinya
Kursi Daneil dan Avi berdekatan Daneil melempar-lemparkan kertas kosong pada Avi agar Avi di marahi guru dan dihukum.Avi yang tahu maksud Daneil diam saja mengikuti alurnya hingga guru memanggil Avi untuk keluar kelas...
"Sifa kenapa meja kamu banyak kertasnya?"tanya Bu Guru
"Ambil dan berdiri di luar kelas"Kata Bu Guru marah
"Baik Bu"kata Avi berjalan
Avi segera mengutip kertas yang dilemparkan Daneil padanya dan pergi keluar kelas diikuti oleh Bu Guru.
"Angkat kaki kamu sebelah dan tangan di telinga, jadi perempuan jangan jorok"kata Bu Guru
"Ck"ketus Avi pelan
"Daneil kenapa kamu senyum-senyum mau dihukum juga"kata Bu Guru marah
"Enggak bu"kata Daneil senyum-senyum
"Baikah kita lanjutkan pelajaran"kata Bu Guru
__ADS_1
Daneil masih senyum-senyum sehingga bu Guru risih dengannya dan akhirnya dia juga di hukum keluar.
"Daneil keluar posisi sama seperti Sifa"marah Bu Guru
"Baik Bu"kata Daneil senang
"Hai"sapa Daneil pada Avi
Avi tertidur dengan posisi memeluk lututnya membuat Daneil kasihan pada Avi.
"Kenapa tidur disini"kata Daneil berusaha mengangkat kepala Avi dan meletakkannya di pundaknya
"Ya ampun kamu kecil banget"kata Daneil dalam hati melihat kepala Avi tidak sampai di pundaknya dan bersender di lengan atasnya
"Aku gak tahu apa masalahmu tapi aku menyukaimu"Daneil berkata dalam hati
"Kenapa kalian malah duduk"marah Bu Guru
"Berdiri"kata Bu Guru membentak
Daneil membantu Avi berdiri...
"Jangan duduk lagi berani kalian duduk lagi saya kasih hukuman yang lebih berat"kata Bu Guru marah
"Jam berapa kamu tidur semalam?"tanya Daneil
Avi membuka matanya perlahan-lahan mengucek matanya dan menjawab pertnyaan Daneil
"Jam setengah satu"jawab Avi belum tersadar
"Kenapa lama banget tidurnya?"tanya Daneil
"Aku jalan bareng kamu tadi malam kan, masa lupa sih biasanya kan aku yang sering lupa"kata Avi mengira kalau Daneil adalah Raka
__ADS_1
"Hah,"kata Daneil bingung
Avi melihat ke arah Daneil dan tersadar kalau yang disebelahnya bukan Raka.
"M-maaf"kata Avi terbata melepaskan rangkulannya
"Kemana kamu tadi malam?, sama siapa?"tanya Daneil penasaran
"Bukan urusanmu"jawab Avi
"Hei lihat wajahku"kata Daneil
"Untuk apa aku melihat wajahmu"kata Avi cuek
"Aku menyukaimu,"kata Daneil
"Aku nggak"jawab Avi santai
"Gak masalah yang penting kamu tahu aku menyukaimu"kata Daneil sedih
"Jangan berharap lebih padaku"kata Avi
Saat itu Nica lewat melihat ke arah Daneil...Avi melihat sorot mata Nica ke arah Daneil.
"Heh, bilang aja kamu mau dekat denganku karena bocah ini"kata Avi dalam hati melihat Nica dan Daneil bergantian
Avi menghentikan Nica...
"Tolong sebentar, aku mau ke toilet pura-pura jadi aku ya, sebentar aja"kata Avi berlari ke arah toilet
"Tapi aku juga mau ke toilet"teriak pelan Nica
"Hai"sapa Daneil tersenyum
__ADS_1