IMAJINASI

IMAJINASI
Ep. 3


__ADS_3

Di motor…


“Tau dari mana ada tempat wisata baru?”tanya Avi


“Kemaren aku lewat situ katanya buka hari ini,


dan aku mau jadi pengunjung pertama hehehe tapi kamu lama banget tadi udah jam


sembilan ini”sambil tertawa


“Ohh jadi gara-gara itu kamu gak sabaran, ih


memangnya kenapa kalau jadi pengunjung pertama”tanya lagi


“yaa gak apa-apa biar jadi pengunjung pertama


aja hahaha”ketawa


“Aneh”kata Avi


                   1 jam kemudian mereka sampai di tempat wisata itu…


“Yaahh udah banyak orang”kata Raka sedih


“Gak apa-apa, indah banget pantainya Ka”kata Avi kagum


“Yaudah yuk masuk”ajak Raka sambil jalan


                   pantai adalah tempat Favorit seorang Avi karena di pantai Avi bisa mencurahkan isi hatinya tanpa di ketahui orang kecuali si tukang kepo Raka,tapi Raka tidak peduli dengan yang ditulis Avi dia hanya ingin membacanya, Avi menuliskan isi hatinya di selembar kertas lalu membiarkannya hanyut terbawa ombak. Avi


menuliskan semua kekesalannya di kertas itu, meski tidak ada masalah yang terselesaikan Avi merasa lega karena dia bisa mencurahkan isi hatinya pada laut yang bisu.


“Harus banget bawa buku gitu”tanya Raka


“Diamlah dasar tukang kepo”Avi kesal


“Kenapa curhatnya sama laut yang bahkan tidak


bisa memberikanmu solusi”tanya Raka


“Ya terus sama siapa dong?”tanya balik

__ADS_1


“Yee di tanya malah nanya balik, Sama aku dong


hehe”tertawa tipis


“Halahh waktu aku cerita kamu malah sibuk main


handphone solusi apanya bikin kesel iya huh”marah


“Haha maaf aku gak suka dengar dongeng, kamu


kenapa sih gak mau punya teman cewek perasaan teman kamu cowok semua, kalau


punya teman cewek kan bisa berbagi curahan hati hahaha”tanya Raka sambil


tertawa


“Ribet temenan sama cewek, kita baik di


manfaatin kalau jahat di omongin apalagi kalau semua punya pacar tapi salah


satunya gak punya, pas ngumpul dikira lagi caper sama pacar mereka eh besoknya


ganjen, Padahal gak di terima juga tapi tetap aja temennya yang di salahin”Omel Avi


Raka mendengarkan Avi namun pura-pura gak dengar…


“Tuhkan gak di dengerin padahal dia yang


nanya, nulis apa sih”Avi kesal


“Iyalah kan gara-gara temannya hubungannya


sama pacarnya jadi hancur”kata Raka


“Dengar aku, bayangin sekarang kita terdampar


di laut cuma naik sampan yang tidak ada mesinnya dan hanya ada pengayuh, terus


ada kapal yang lewat menawarkan bantuan tapi isinya perempuan semua kamu bakal


tetap di sampan dan mengayuh atau menerima bantuan dari kapal itu?”tanya Raka

__ADS_1


“Ya ikut kapal itulah ngapain capek-capek


ngayuh”jawab Avi


“Terus kenapa masih gak mau temenan sama


cewek?”tanya lagi


“Hei kamu bilang di kapal itu isinya


perempuan, perempuan itu bisa aja anak kecil, ibu-ibu atau nenek-nenek


kan”jawab Avi


“Kamu mikirnya gimana sih, kok jadi aku yang bingung”Raka


bingung dan kesal


“Yaudah kalau bingung gak usah sok nasehatin,


lagian aku kan gak benci sama perempuan”kata Avi


“Memang kepala kamu yang batu makanya gak ada


yang mau temenan sama kamu tuh bukan karena masalah itu”Raka kesal


Dalam hati Avi “Aku ngerti kok Ka kamu mau


bilang kalau gak semua orang seperti yang aku katakan tadi, tapi rata-rata


semua yang pernah ku temui selalu begitu,entah aku yang kurang beruntung


mendapatkan teman entah aku yang sebenarnya seperti itu”


                   Dulu Avi mempunyai dua orang sahabat dari usia 2 tahun mereka selalu bertiga, menginjak


usia 6 tahun mereka masuk Sekolah Dasar Avi beda sekolah dengan mereka berdua setelah 3 hari masuk sekolah dua sahabat Avi di lepas oleh orang tuanya untuk pulang sekolah sendiri karena orang tua mereka berdua sibuk tidak sempat jemput anaknya, karena mereka bersahabat setiap pulang sekolah mereka saling tunggu-tungguan kebetulan sekolahnya sebelahan, karena jarak sekolah dan rumah mereka lumayan dekat jadi mereka pulang jalan kaki bertiga, Avi juga bilang sama ibunya untuk tidak menjemputnya saat pulang sekolah awalnya ibu Avi ragu tapi


dia mencobanya sekali dan anaknya sampai dengan wajah ceria karena sepulang sekolah mereka bisa makan es krim di jalan.


“Anakku sudah mandiri”kata ibu Avi

__ADS_1


__ADS_2