
"Aku..."Avi menutup kepalanya dengan buku
"Apa?"tanya Daneil penasaran
"Aku benci orang"kata Avi melihat ke arah Daneil
"A-apa"kata Daneil tidak percaya
"Makanya jangan dekat denganku, apalagi berteman"kata Avi menutup pandangannya dengan buku
"K-kenapa"kata Daneil terbata masih tidak percaya
"Bukan urusanmu, lakukan saja yang merupakan urusanmu"kata Avi kembali membaca bukunya
Daneil terdiam duduk di samping Avi melihat ke arah Avi
"Kenapa?"tanya Avi melihat wajah Daneil kebingungan
Daneil masih terdiam menatap Avi
"Kurang jelas kata-kataku"kata Avi
"Aku benci orang"Jelas Avi
"Aku tahu tapi kenapa?"tanya Daneil
"Gak tahu"jawab Avi santai
"Hah, gimana bisa benci gak ada alasannya"kata Daneil menatap Avi
"Benci aja gitu"kata Avi
"Oh iya lanjutkan hukumanmu dan anggap kita gak pernah ngobrol"kata Avi pergi dari bawah pohon itu dan pindah ke pohon lainnya
"Harusnya kamu berusaha untuk menerima bukannya semakin membenci"kata Daneil
"Tahu apa kamu"jawab Avi
"Kamu bahkan belum tahu aku seperti apa, kenapa gak mulai dari aku dulu?"kata Daneil
__ADS_1
"Berteman bukan tentang teman itu seperti apa karakternya, tapi seperti apa mereka memperlakukan dan menganggapmu, lagi pula percuma"kata Avi
"Gak ada yang percuma jika kamu mau berusaha"kata Daneil
"Jangan sok tahu, dan kerjakan yang lebih penting dari pada mengurusiku"kata Avi
"Tidak ada yang lebih penting dari pada kamu"kata Daneil berjalan mendekati Avi
Avi yang tahu Daneil berjalan ke arahnya berdiri dan pergi meninggalkan Daneil.
"Kau tidak akan tahu jika tidak mencobanya"teriak Daneil
"Ck"ketus Avi
Avi berjalan untuk kembali ke kelasnya...
"Eh, haii Avi"sapa Nica
Avi mendengar sapaannya namun berpura-pura tidak mendengarnya
"Eh dia gak dengar ya?"tanya Nica pada dirinya
"Haii"sapa Nica menepuk pundak Avi dan tersenyum
"Sudah kubilang jangan sok kenal kan"kata Avi menatap tajam mata Nica
"M-maaf"kata Nica ketakutan
"Ada apa ini?"tanya Rifde
"Cih"ketus Avi berjalan menuju kelasnya dengan wajah datar seolah tidak terjadi apa-apa
Rifde mengikuti Avi...
"Hei sipintar matematika itu mana?"tanya Rifde pada Avi
Avi hanya diam saja karena dia mengira bukan dia yang ditanyai soal itu karena tidak mungkin.
"Aku bertanya padamu dimana sipintar matematika itu?"tanya Rifde dengan nada marah dan menepuk pundak Avi
__ADS_1
"Aku gak tahu"jawab Avi cuek membalikkan badannya ke arah Rifde
"Tadi aku lihat kamu sama dia di halaman belakang"kata Rifde
"Salah lihat kali"kata Avi pergi
"Gak mungkin salah kamu dari halaman belakang kan"kata Rifde
"Ck"ketus Avi meninggalkan Rifde
"Ada apa nyari aku?"tanya Daneil
Ingat tentang anak yang pintar matematika saat episode pertama anak itu bernama Daneil tidak hanya pintar matematika dia juga pintar dalam semua mata pelajaran.
"Cuma mau bilang udah boleh beres hukuman"kata Rifde
"Oh makasih"kata Daneil tersenyum
"Sama-sama"kata Rifde merasa jijik
Daneil mengejar Avi...
"Hai"sapa Daneil tersenyum
Avi diam saja karena dia malas meladeninnya, dia tahu Daneil tidak mungkin berhenti disitu saja hanya karena alasan Avi yang tidak masuk akal.
Sesampainya dikelas...bel masuk kelas berbunyi
"Triiriririing...tririririiiiriing..."suara bel
"Aku tahu alasanmu mendekatiku"kata Avi membalikkan badannya ke arah Daneil
"Apa?"tanya Daneil
"Lupakan, intinya aku benci kamu"kata Avi pelan karena melihat teman-temannya yang lain sudah memasuki kelas
"Bahkan kamu membenciku yang men..."kata Daneil sedih
"Stop sampai disitu"marah Avi
__ADS_1
"Siapa yang benci kamu Neil?"tanya Rifde merangkul pundak Daneil