Impian Keluarga Bahagia

Impian Keluarga Bahagia
Keputusasaan


__ADS_3

Pikiran Winifred mulai meledak dengan dengungan yang keras. Dia berbalik untuk melihat Chris dengan sorot matanya yang kejam seperti iblis. Winifred terpana selama dua detik. Seketika itu juga, perasaan takut mulai meluap di dalam hatinya.


"Chris, kenapa kau ada di sini?"


Refleks Winifred melompat turun dari kuda korsel.


Chris mengamatinya dengan seringai yang nakal, hatinya merasa lebih bersemangat. "Winifred Zea kau akan menjadi milikku, secepatnya. Aku sangat merindukanmu Hingga membuatku gila."


Saat itu, Winifred baru menyadari. Semua pembicaraan tentang mengubur kapak dan memohon pengampunan hanyalah suatu kebohongan. Iris sama ganasnya seperti sebelumnya, dan wanita berbisa ini tidak akan pernah berubah. Kebenciannya pada Winifred telah mencapai puncaknya.


"Chris kau. apa yang kau lakukan? Jangan lakukan sesuatu yang konyol! "


"Jika kau tidak melawan, maka tidak akan melakukan sesuatu yang konyol denganmu."


Mata Winifred dipenuhi dengan ketakutan dan dia merasa sangat ketakutan. Dia memutar tubuhnya untuk berlari, tetapi Chris tidak mengejamnya. Dia hanya memperhatikannya dengan hasrat yang menggelora saat dia menjilat bibirnya. Di sekitar mereka sekitar delapan orang pria jangkung dan bertubuh kekar menghadang Winifred. Seorang gadis lembut seperti dirinya bukanlah tandingan yang tepat untuk orang-orang kuat seperti ini, dan mereka segera menangkapnya.


Chris tersenyum ketika dia melirik ke sebuah bangunan kecil yang terbengkalai tidak terlalu jauh dari posisinya. Dia telah meminta seseorang untuk membersihkan


sebuah kamar yang ada di dalam ruangan itu sebelumnya. "Bawa dia ke sana dan jangan sakiti dia. Jika tidak, hatiku akan merasa sakit."


Orang-orang itu membawa Winifred masuk ke bangunan kecil itu. Dia berteriak histeris, tapi usahanya itu sia-sia. Di luar taman hiburan, Iris mendengarkan jeritan Winifred. Ekspresi wajahnya yang cerah telah menghilang tanpa jejak. Sebagai gantinya kini wajah itu telah dihiasi dengan kekejaman yang tak dapat dilukiskan


"Hahaha, Winifred Zea, akhirnya aku bisa menghancurkanmu. Berteriaklah semaumu. Tempat ini telah ditinggalkan selama bertahun-tahun. Bahkan jika kau berteriak dengan sekuat tenaga, tidak akan ada seorang pun yang akan datang untuk menyelamatkanmu. Sekarang, aku akan memberimu gambaran tentang bagaimana rasanya berteriak ke atas langit dan bumi tanpa hasil! Ha ha ha ha..."


Tawanya yang keras dapat menembus ke udara seolah-olah dia adalah seorang wanita iblis yang gila. "Winifred Zea, jangan salahkan aku. Siapa yang memintamu untuk tetap menghalangi jalanku? Kaulah yang memaksaku untuk melakukan semua ini!"

__ADS_1


Setelah tertawa terbahak-bahak, Iris beranjak pergi. Awalnya dia ingin tinggal dan merekam kejadian itu dengan video ponselnya. Setelah Chris menghardiknya, dia hanya bisa pergi! Meski sedikit menyesal, namun dia merasa akan ada peluang yang banyak di masa depan.


Kedelapan pria itu berjaga di luar gedung kecil. Sebuah tempat tidur besar telah disiapkan di kamar di lantai atas. Winifred, yang tengah dihinggapi rasa ketakutan, terlihat meringkuk di sudut ruangan dengan wajahnya terlihat putus asa.


Chris tidak mengikatnya. Lagipula dia tidak bisa melarikan diri. Pria itu telah berubah menjadi sesosok iblis, terus menerus mendekatinya.


"Chris, jangan mendekat. Aku mohon padamu."


Winifred tidak tahu harus berbuat apa, tapi tidak peduli bagaimana dia memohon, tetap saja tidak berhasil. Hasrat yang menggebu di dalam tubuh Chris telah terpacu, dia begitu bersemangat hingga tubuhnya akan segera meledak.


"Winifred, sejak awal kau harus menjadi milikku. Jangan khawatir, begitu kau menjadi milikku, aku pasti akan memperlakukanmu dengan baik dan menghujanimu dengan harta yang berlimpah. Kau bisa berhenti untuk melawanku, tapi tentu saja, semakin kau menolak, maka aku akan semakin bersemangat."


Ruangan itu dipenuhi dengan gelak tawa dari Chris, yang terdengar seperti suara seekor binatang buas! Saat itu,


"Tyr! Tyr, cepat datang!"


Di saat-saat keputusasaan mulai menghampirinya, batinnya terus memanggil nama Tyr. Hal itu jelas membuat Chris merasa sangat kesal. Sepertinya itu mulai menyentuh ke pusat sarafnya.


Tiba-tiba pria itu meledak dengan amarah, dia menghampiri dan menampar Winifred. "B*ngsat, beraninya kamu memikirkan pengemis itu di saat kau bersamaku? Bagian mana dari diriku yang tidak sebanding dengannya? Katakan! Bagian mana dari diriku yang tidak bisa dibandingkan dengannya?"


Dengan kesal dia menjambak rambut Winifred dengan kencang, Chris dengan brutal melemparkannya ke atas tempat tidur besar yang telah tersedia. "Aku akan membiarkanmu merasakan kehebatanku hari ini. Beraninya kau memikirkan pengemis itu! Aku akan menangani mu terlebih dulu dan Tyr Summers nanti."


Sekarang, Chris benar-benar menjadi kalap. Tapi saat dia hendak menerkam Winifred, suara raungan mesin mobil terdengar samar dari luar taman hiburan. Terdengar ketukan di depan pintu.


Chris, yang birahinya mulai bangkit, tiba-tiba kembali padam. Dia mengamuk karena marah. Membuka pintu kamar, dia melihat bahwa anak buahnya lah yang telah mengetuk pintu kamar itu.

__ADS_1


"Ada apa?" Ekspresi wajah Chris berubah menjadi gelap, seperti harimau buas yang menjadi gila.


Dahi pria itu berkeringat saat dia melaporkan tentang sesuatu, "Tuan Muda, ada yang tidak beres. Di sana... banyak orang yang datang."


"Apa?" Chris sangat terkejut. "Apa yang sedang terjadi? Mengapa ada orang yang datang ke tempat terpencil seperti ini? Aku tidak peduli untuk apa mereka datang ke tempat ini, usir mereka."


"Siap Tuan!"


Chris menggerutu ketika dia kembali masuk ke dalam kamar, dia merasa terganggu dengan kemunculan beberapa orang yang tidak masuk akal untuk mengganggu mereka pada saat saat seperti itu. Tapi semuanya dapat diatasi dengan baik. Anak buahnya dapat mengurus situasi yang terjadi.


Di lantai bawah, beberapa anak buah Chris tengah berjaga-jaga. Ketika mereka melihat dua mobil melaju melalui pintu masuk taman hiburan, dahi mereka berkerut. Tapi kerutan itu hanya berlangsung sesaat. Mereka merupakan satuan pengamanan yang bernaung dibawah pimpinan Kareem Zachary dari keluarga Hill. Di Kota Khanh ini, tidak ada seorangpun yang yang berani melawan keluarga Hill dan Kareem.


"Old Cannon, bicaralah dengan mereka dan suruh mereka pergi. Jika mereka berniat untuk mengganggu urusan tuan muda, kita semua akan mendapat masalah."


"Siap." Pria berjuluk Old Cannon itu mengangguk dan bergegas menghampiri kedua mobil itu.


Kedua mobil itu berhenti, dan sekitar tujuh pria bertubuh kekar mulai melompat keluar dari dalam kendaraan. Begitu mereka keluar, mereka mulai melihat sekeliling mereka dengan panik.


Saat itu, Old Cannon datang. "Hei, kalian siapa? Tuan muda kami sedang memiliki urusan di sini jadi pergilah sekarang juga."


Tertegun, orang-orang itu segera memusatkan tatapan mereka pada Old Cannon. Merasakan permusuhan yang dalam, refleks nyali Old Cannon menjadi ciut.


"Tuan muda saya bernama Chris Hill, putra dari keluarga Hill, dan kami adalah anggota dari satuan pengamanan Kareem Zachary, Tuan Kareem. Kalian lebih baik..."


Namun, sebelum Old Cannon bisa menyelesaikan kata-katanya, ketujuh pria itu segera menerkamnya seperti mereka sudah gila dan memukulinya sampai babak belur.

__ADS_1


__ADS_2