Impian Keluarga Bahagia

Impian Keluarga Bahagia
Lempar Dia Kebawah


__ADS_3

Setelah Kareem berbalik untuk pergi, dia melakukan beberapa panggilan telepon. Setengah jam kemudian, panggilan pertama mendapatkan respon.


"Tuan Kareem, kami mengetahui bahwa tuan muda telah menghabiskan waktu dengan seorang wanita bernama Iris Zea selama beberapa hari terakhir ini. Insiden yang terjadi dengan tuan muda ini mungkin ada hubungannya dengan Iris Zea!"


"Iris Zea?" Kareem tertegun. Nama itu terdengar familiar. "Iris Zea dari keluarga Zea?"


Pihak lain membenarkan, "Ya. Keluarga Zea yang hampir menjadi mertua dengan keluarga Hill enam tahun yang lalu!"


Ekspresi Kareem berubah menjadi gelap. "Bawa Iris Zea padaku, sekarang juga!"


"Siap, Tuan Kareem!"


Sementara itu, di rumah keluarga Zea.


Melihat Iris sedang dalam mood yang bagus, Lilian tersenyum dan bertanya padanya, "Iris, kau terlihat sangat bahagia. Apakah kau telah menemukan harta karun?"


"Haha, ya! Benar aku telah menemukan harta karun."


Bahkan bukan hanya harta karun saja yang akan membuat Iris merasa bahagia. Karena hari ini, dia telah berhasil mendorong Winifred ke dalam jurang maut dengan tangannya sendiri. Dengan kepribadiannya yang keras kepala, gadis itu bahkan mungkin akan melompat dari gedung setelah dipermalukan oleh Chris.


Iris sangat ingin melihat Winifred sekarat dalam sebuah kematian yang tragis, dan keinginannya mungkin akan segera terwujud. Namun, anggota keluarga Zea lainnya hanya berasumsi bahwa Iris bahagia karena kedekatannya dengan Chris.


"Iris, tampaknya kau sangat akrab dengan Tuan Muda Hill. Kapan kalian berencana untuk bertunangan?" tanya Jackson.


Jantung Iris berdebar kencang. Bertunangan? Lelucon macam apa itu? Dia hanya dianggap sebagai mainan oleh Chris.


Tapi Iris tidak pernah bisa mengatakan yang sebenarnya kepada mereka, jadi dia hanya menjawab, "Kita baru saja dekat. Bukankah itu terlalu cepat?"


"Benar, benar, benar. Terlalu cepat. " Jackson tertawa terbahak-bahak. "Tapi itu hanya masalah waktu."


Saat ini seluruh anggota keluarga Zea telah dipenuhi dengan luapan kegembiraan. Mereka bahkan setelah ncanakan bagaimana mereka akan mencapai ketinggian yang lebih tinggi saat mereka secara resmi terikat pada keluarga elit seperti keluarga Hills.


Saat itu, sekelompok pria yang berpenampilan sangar masuk kedalam kediaman keluarga Zea. Orang yang memimpin kelompok itu bernama Gus Jefford, seorang jenderal terkemuka di bawah asuhan Kareem. Keluarga Zea telah dikejutkan oleh pemandangan sekelompok pria yang sangar dan bertubuh kekar menerobos masuk ke dalam rumah mereka.


"Siapa kalian?"


"Kami dari keluarga Hill. Siapa diantara kalian yang bernama Iris Zea?"

__ADS_1


"Apakah keluarga Hill datang untuk mencari Iris?"


Dalam sekejap, keterkejutan di wajah semua orang berubah menjadi sebuah kegembiraan. Keluarga Hill telah mengirim orang begitu cepat. Apakah mereka di sini untuk mengirimkan hadiah pernikahan?


Lilian dan Jackson adalah orang yang pertama menyambut kedatangan mereka. "Jadi, kalian datang dari keluarga Hill. Apakah kalian di sini untuk menyampaikan lamaran pernikahan kepada keluarga kami?"


Jorge tampak terlihat senang. "Iris, untuk apa kau berdiri di sana? Cepat sapa tamu kita. Aku tidak pernah tahu jika hubunganmu telah berkembang begitu cepat dengan Tuan Muda Hill."


Iris berdiri terpaku, dia tampak kaget dan pikirannya mulai berantakan. Apakah Chris secara khusus telah mengirim orang-orang ini ke sini hanya untuk melamarnya? Apakah ini semua nyata? Mungkinkah Chris telah membuka pikirannya setelah aku membantunya hari ini?


Saat Iris masih saja tertegun, Jorge berjalan menghampiri Gus. "Ayo, duduklah. Kado pernikahan masih berada di luar kan? Aku akan meminta seseorang untuk membawanya masuk. Maaf karena telah merepotkan kalian."


Gus dan anak buahnya menatap Jorge seperti seorang yang bodoh sebelum dia mendorong pria tua itu. "Apakah kau bodoh, orang tua? Siapa yang akan melamar keluarga Zea? Kedatanganku kesini justru akan membawa Iris Zea pergi!"


Setelah memastikan siapa Iris Zea, sekelompok pria yang tampak menakutkan secara brutal menangkap dan membawanya pergi.


Sebelum mereka pergi, Gus memberi tahu keluarga Zea dengan suara yang mengancam, "Lebih baik kalian menyiapkan diri kalian baik-baik. Karena tidak ada seorang pun dari kalian yang bisa melarikan diri!"


"Apa?"


Dua puluh menit kemudian, di atas sebuah bangunan tak berpenghuni dan ditinggalkan begitu saja, angin malam mulai bertiup lembut dan bulan di langit terlihat penuh, meski diwarnai dengan sedikit warna merah tua. Karim sedang duduk di kursi, dan di belakangnya berdiri Sam, tampak seperti hantu dengan rambut panjangnya yang berkibar-Kibar tertiup angin.


Iris dibawa ke atap oleh Gus dan anak buahnya. Saat ini dia merasa sangat ketakutan dan tidak tahu apa yang sedang terjadi.


Iris yang ketakutan segera berlutut. Tubuhnya gemetar dan matanya dipenuhi dengan ketakutan saat dia melihat sosok Karim


"Siapa yang telah berani melumpuhkan keponakanku, Chris Hill?"


Kalimat itu saja sudah cukup untuk menakut-nakuti jiwa Iris yang seolah-olah hendak keluar dari dalam tubuhnya. 'Chris lumpuh? Bagaimana mungkin?' Dalam sekejap, Iris tidak bisa menenangkan diri!


Gus menampar wajah Iris dengan keras dan menggeram, "Tuan Kareem sedang bertanya padamu"


"Aku... aku tidak tahu!"


Bam!


Gus menendang Iris ke tanah, membuatnya mengeluarkan seteguk darah. "Winifred Zea. Pasti Winifred Zea!" dia tersentak.

__ADS_1


"Winifred Zea?" Kareem tiba-tiba bangkit dari kursinya. Dia berjalan mendekati Iris dan menarik rambutnya. " Winifred Zea yang pernah bertunangan dengan Chris enam tahun yang lalu?"


"Betul sekali. Itu dia. Itu pasti dia! Tuan Muda Hill mencoba untuk berdamai dengannya karena kebaikan hatinya, tetapi wanita j*lang itu benar-benar telah menggunakan taktik berbisanya untuk menghabisinya. Masalah ini tidak ada hubungannya dengan aku. Itu semua dilakukan oleh si ****** itu, Winifred Zea. Selain dia, ada juga pengemis yang sekarang menjadi suaminya, Tyr Summers. Ya, pasti Tyr Summers yang menyerang Tuan Muda Hill."


Sambil mendorong Iris menjauh, Kareem kembali ke kursinya. Dia membuat beberapa panggilan telepon lain untuk secara khusus menyelidiki Winifred dan Tyr. Segera, bawahannya membalas teleponnya dengan jawaban.


"Berlutut!" raung Gus.


Sore itu, telah terjadi keributan besar di dalam Kota Khanh. Semua komunitas dari bawah tanah dan di atas tanah, dengan total sekitar seribu orang, telah bergegas ke Taman Hiburan Starlight di bawah kepemimpinan orang terkaya di kota, Drake Tucker. Tujuan mereka di sana adalah untuk menyelamatkan Winifred.


Di saat yang sama, masalah antara Iris dan Chris juga terungkap. Iris telah menggunakan hubungannya dengan Winifred untuk membantu Chris membujuknya ke Taman Hiburan Starlight, dan itulah yang menyebabkan keributan besar di Kota Khanh. Hal ini lah yang telah membuat tubuh Chris dilumpuhkan dengan sangat parah oleh Tyr, sehingga hidupnya seolah berada di dalam neraka.


Ketika dia mengetahui seluruh situasinya, Kareem membanting teleponnya ke lantai dengan marah. Dia menatap tajam wajah Iris yang terlihat ketakutan. "Dasar ******! Mengapa kau merayu Chris? Dan mengapa keluarga Zea menggunakan Chris untuk membalaskan dendam?"


Iris sangat ketakutan dan dengan cepat menyangkal semua tuduhan yang disangkakan padanya, "Aku benar-benar tulus mencintai Tuan Muda Hill, aku tidak memanfaatkannya."


"Kau memiliki konflik dengan Winifred, lalu mengapa kau mencoba menggunakan Chris untuk menghancurkannya? Iris Zea, jangan berpikir bahwa aku tidak tahu semua rencanamu. Intel tidak pernah berkata salah. Keluarga Zea dengan sengaja menggunakan Chris untuk membantu menyelesaikan keadaan darurat ini, bukan? Bahkan kalian telah mencoba untuk bergabung dengan keluarga Hill! Menurut kalian, siapa yang telah mengijinkan kalian untuk memiliki angan-angan seperti itu?"


Nadi Kareem meletup karena marah. Dia melemparkan tendangan keras di perut wanita itu. Iris berteriak kesakitan, kondisinya sudah sangat babak belur. Setelah menyalakan cerutu dan berbicara panjang lebar, Kareem menatap Iris, lalu menatap bulan yang berwarna kemerahan.


Wajahnya yang sadis mulai memancarkan aura pembunuhan


"Lempar dia ke bawah."


Ucapannya terdengar sederhana seolah-olah seperti bunyi lonceng maut yang mematikan, yang akan segera menghukum Iris dengan kematian. Iris merasa sangat ketakutan. Gus dan anak buahnya mulai mendatanginya, menyeretnya ke tepi atap seperti seekor anjing yang mati.


Dia terus berteriak dan meronta-ronta dengan kuat, tapi semua itu hanya sia-sia Angin bertiup lebih kencang, mengacak-acak rambut Iris. Wajahnya dipenuhi dengan ketakutan dan keputusasaan.


"Angkat-dia!"


Sebuah kekuatan besar telah mengayun tubuh Iris dari atap gedung. Dari ketinggian sembilan lantai, hanya dalam tiga detik, dia terjatuh ke bawah dengan kecepatan kilat.


Bam!


Matanya terbuka lebar saat dia berbaring tak bergerak di lantai semen. Darah segar mengotori area yang luas di lantai. Hanya beberapa jam sebelumnya, dia masih membayangkan betapa menyedihkan jika dia dapat menyaksikan Winifred melakukan aksi bunuh diri.


Iris tidak pernah membayangkan bahwa akhir yang tragis seperti ini akan menimpanya!

__ADS_1


__ADS_2