
Keesokan harinya, di dalam kediaman keluarga Zea.
Seluruh anggota keluarga Zea telah mempersiapkan pesta besar sejak pagi tadi.
"Cepat, tidak bisakah kau bergerak lebih cepat? Keluarkan semua dekorasi dengan benar. Dan cepat bawakan piring dan anggur.
Seluruh rumah mulai terlihat sibuk karena Jorge terus mendesak mereka. Untuk mengadakan pesta keluarga, Jorge secara pribadi telah mengaturnya dengan sangat hati-hati.
Saat itu, putri bungsunya, Lilian, bergegas masuk dari luar. Ayah, cepat, Tyr dan Winifred ada di sini, ayo cepat keluar dan sambut mereka.
"Tentu ... Tentu ..." Jorge mengangguk terus menerus. Dengan para tetua keluarga Zea di belakangnya, mereka bergegas untuk keluar rumah.
Di luar, keluarga Tyr yang terdiri dari tiga orang sedang berjalan mendekat.
"Tyr, Winifred, kalian telah tiba! Cepat, masuk dan duduklah. Kami sudah menyiapkan segala sesuatunya, dan kami hanya akan menunggu kalian." Jorge terlihat sangat bersemangat menyambut kedatangan mereka dengan senyum cerah terhias di wajahnya.
Blair menatap dengan wajahnya yang sangat ketakutan kepada para sesepuhnya, semua tetua itu tengah memasang senyum terbaiknya. Mereka telah memberinya kesan seolah-olah mereka adalah seekor serigala yang jahat.
Itu benar-benar suatu penghinaan. Sebelumnya, setiap kali Tyr dan Winifred datang ke sini, seluruh keluarga Zea telah memperlakukan mereka dengan sangat dingin. Mereka menganggapnya sebagai sampah dan aib bagi keluarga mereka. Tapi sekarang, mereka bergegas keluar untuk menerimanya. Tyr mengawasinya dengan acuh, dia merasa jijik melihat situasi yang terjadi.
Di bawah sambutan hangat dari keluarga Zea, keluarga Tyr yang terdiri dari tiga orang mulai memasuki rumah dan duduk di bagian kepala meja utama. Terakhir kali dia berada di sini bersama Winifred, mereka duduk di meja pelayan untuk menyantap hidangan.
Saat pesta keluarga dimulai, Jorge adalah orang yang pertama bersulang untuk Try sementara para tetua Zea lainnya bergegas melakukannya.
Di sebuah meja yang lain, saat Iris menyaksikan semua kejadian itu, perasaan cemburu dan amarah di dalam hatinya mulai mencapai titik puncak. Dia menengok ke arah Travis, yang duduk di sampingnya, dan berkata dengan penuh kebencian, "Ini semua adalah salahmu! Mengapa bukan kau saja yang membeli seluruh pusat kota? Melihat Winifred terlihat begitu nakal benar-benar membuatku ingin pergi dan menamparnya."
__ADS_1
Dengan cepat Travis berkata padanya, "Jangan berisik. Jika Tyr mendengar ucapanmu, kau bahkan tidak akan tahu bagaimana caranya kau akan mati.
Iris segera menutup mulutnya. Sekarang dia telah mengetahui identitas Tyr, dia tidak berani menyinggung perasaannya.
"Oh Winifred, cucu perempuanku yang tersayang, aku tidak pernah membayangkan bahwa kau bisa menikah dengan pria yang begitu luar biasa seperti Tyr. Saat ini Aku sudah sangat tua, aku juga baru saja berpikir untuk mundur dari jabatannya. Aku merasa bahwa Winifred, Kau adalah orang yang paling cocok untuk menggantikan posisiku sebagai presiden di Zea Group." Setelah Jorge mengatakan ini, seluruh anggota keluarga Zea terkejut. Mereka tidak pernah mengira bahwa lelaki tua itu akan melakukan hal seperti itu hanya untuk menyenangkan Tyr.
Tubuh Winifred terlihat gemetar. Dia ingin memberikan penjelasan. "Kakek, sebenarnya..."
Namun, Jorge dan keluarganya tidak memberikan kesempatan kepada Winifred sedikitpun.
"Benar, benar, benar. Ku pikir dengan kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh Winifred, dia adalah orang yang paling cocok untuk menjabat sebagai presiden Grup Zea.
"Kami percaya bahwa dengan kemampuan yang dimiliki oleh Winifred, dia pasti dapat membawa kami ke tingkat yang lebih tinggi."
Baik Jackson dan Lilian juga turut memberikan sanjungannya. Mereka tidak peduli siapa yang menjadi presiden Zea Group nantinya. Mereka hanya peduli jika Tyr bisa mendatangkan lebih banyak keuntungan dan uang bagi keluarga mereka.
"Tyr, aku tidak pernah mengira kalau kau benar-benar pengusaha muda yang telah membeli pusat kota ini. Ayo, biarkan Paman Jackson menuangkan minuman untukmu." Jackson mengangkat gelas anggurnya untuk bersulang kepada Tyr. "Pamanmu, yaitu aku, memiliki keperibadian yang lugas. Tolong jangan pedulikan apa yang pernah aku katakan di masa lalu."
"Ya, ya, biarkan bibimu juga mengangkat gelas ini untuk kesehatanmu juga."
"Dan paman keduamu. Bersulang untukmu."
"Tyr, mulai sekarang keluarga Zea akan berada di tanganmu."
Namun, Tyr tidak sedikitpun mengangkat gelasnya. Sebagai gantinya, dia malah membalikkannya keatas atas meja. "Para tetua yang tercinta, Aku pikir kalian semua salah paham."
__ADS_1
Saat ini, semua orang terkejut. Apa yang dia maksud dengan 'salah paham'?
Tyr menyeringai didalam hatinya. Dia datang ke sini hari ini karena dia ingin melihat ekspresi jelek di wajah orang-orang ini, dan melihat betapa dangkalnya otak mereka. Sebenarnya dia ingin mengambil kesempatan ini untuk mengungkapkan jati diri yang sesungguhnya, tetapi sekarang, Tyr tidak merasa seperti itu. Dia tidak ingin membantu keluarga Zea. Bahkan jika dia ingin mengungkapkan identitasnya, maka itu harus menunggu sampai Winifred memutuskan hubungan dengan keluarga Zea.
"Aku bukan seorang pengusaha muda, dan aku tidak membeli pusat kota." Semua orang terdiam membeku. Ekspresi wajah mereka yang tadinya terlihat sangat bersemangat seketika memudar dengan sendirinya. Tapi mereka tidak mau menyerah. Jackson adalah orang pertama yang angkat bicara, berkata, "Tyr, lihat dirimu. Kau sangat suka bercanda. Jika Kau bukan pengusaha, lalu bagaimana upacara pernikahan yang telah diselenggarakan Castle in the Sky tadi malam? Dan bagaimana dengan 'Hati Malaikat' yang telah kau berikan kepada Winifred?"
Winifred langsung menjawab, "Paman, 'Hati Malaikat' ini sebenarnya adalah replika yang harganya hanya beberapa ribu saja. Adapun pernikahan itu..."
Tyr melanjutkan, "Sebenarnya ketika aku masih menjadi seorang pengemis di Kota Khanh Pada saat itu, aku bertemu dengan Drake Tucker ketika dia mengalami kecelakaan dan aku berhasil menyelamatkan nyawanya. Saat itu, dia telah berjanji kepadaku bahwa dia akan mengabulkan satu permintaanku. Kali ini, aku kembali karena aku ingin melegalitaskan pernikahan dengan Winifred, jadi aku pergi mencari Drake Tucker. Setelah itu, aku memberi tahu Drake bahwa keinginanku adalah untuk membantu mewujudkan impian Winifred dan aku untuk memiliki pernikahan di abad ini. Adapun pemilik pusat kota yang kau bicarakan, setelah usai melakukan penyelenggaraan acara pertemuan investasi pedagang, dia telah meninggalkan kota ini terlebih dahulu. Tidak ada pernikahan yang dilakukan oleh si pengusaha muda. Itu semuanya hanyalah gosip dan media hanya menggoreng beritanya saja agar terlihat ramai."
Buzz... Pikiran dari para anggota keluarga Zea mulai meledak. Setiap orang memiliki keinginannya masingmasing untuk dapat memuntahkan amarahnya. Mereka mengira bahwa keluarga itu telah mendapatkan seorang pengusaha muda, bahwa hari-hari kesuksesan yang mereka tunggu-tunggu sudah dekat. Tapi semuanya berakhir dengan kesalahpahaman. Antusiasme semua orang seketika menghilang. Sebagai gantinya hanyalah sebuah penghinaan dan penghinaan, seperti sebelumnya.
"Kalian duluan saja dan makanlah, aku tidak lapar, aku akan pergi."
"Aku juga. Aku merasa sedikit pusing."
"Kenapa tiba-tiba ada bau busuk dan asam? Baunya sangat menyengat! Aku akan keluar untuk mencari udara segar."
"Sigh ... ayo kita akhiri pesta keluarga ini sekarang juga."
Setiap anggota dari keluarga Zea, bahkan lelaki tua itu, Jorge, telah kembali ke sifat aslinya. Acara perjamuan yang awalnya semarak sekarang terasa dingin dan sunyi.
Sebagian besar orang telah pergi meninggalkan ruang makan.
"Papa, Mama, kenapa mereka semua pergi?" Mata besar Blair yang indah mulai berkedip, gadis kecil itu tampak terlihat bingung. Dia melihat kearah meja yang penuh dengan hidangan dan tak tahan untuk segera menyantapnya. "Papa, bolehkah aku makan paha ayam itu?"
__ADS_1
"Makan? Makan sialan! Kau hanya cocok makan roti dari tempat sampah!" Suara berbisa dari Iris mulai terdengar hingga ke dalam telinga Blair. Gadis kecil itu terlihat sangat ketakutan sehingga dia segera menarik tangannya yang tengah terulur.
Ekspresi Tyr menjadi dingin saat matanya menatap wajah Iris. Dia berkata dengan suaranya yang tajam, "Jika kau menghina putriku sekali lagi, maka aku akan menarik lidahmu!"