Impian Keluarga Bahagia

Impian Keluarga Bahagia
Berlangsung Satu Menit


__ADS_3

Berdiri di tengah hujan, aura dingin yang dimiliki oleh Sam perlahan berubah menjadi aura yang kejam. Stephen adalah orang pertama yang telah memberinya perlawanan yang berbeda. Namun, dengan santai Sam hanya mengangkat satu tangannya dan menangkap kepalan tangan Stephen. Dengan remasan yang kuat, Krak! Sendi jari Stephen terkilir.


"Sampah!" Sam meludah dengan jijik. Mencoba mengangkat satu kakinya, lalu dia menendang Stephen mundur hingga beberapa meter. Kemudian pria itu hanya bergeser ke samping, menghindari pukulan yang datang dari Matthew sebelum akhirnya dia berhasil meraih lengan kanan Matthew di mana dia telah merusak kembali jari-jari pria itu. Dengan tarikan yang kuat, dia telah melemparkan


Matthew yang kekar yang memiliki berat lebih 90 kilogram di atas kepalanya, kemudian membenturkannya ke tanah.


Bum!


Tanah sedikit berguncang ketika Matthew mendarat, batuk mengeluarkan seteguk darah. Bahkan Tyr meringis sedikit saat dia melihatnya. Syukurlah Matthew memiliki fisik yang tangguh dan kokoh. Jika orang lain yang dibanting ke tanah seperti sebuah palu besar, pasti saat ini mereka sudah pergi ke surga.


Tyr melihat arloji di tangannya dan tanpa sadar dia menggelengkan kepalanya. Stephen dan Matthew turun hanya dalam sepuluh detik. Ini jauh dari harapan Tyr.


"B*ngsat!"


Namun, pada saat itu, terdengar suara Stephen tengah mengumpat dengan keras. Dia menepuk kepalanya beberapa kali sebelum menyerang Sam kembali. Pada saat yang sama, Matthew menelan kembali darah di mulutnya kemudian mencoba untuk bangkit kita.


"Stephy, kita tidak bisa membiarkan Guru meremehkan kemampuan kita"


"Hentikan omong kosong itu!"


Kedua pria itu meraung saat mereka berlari untuk menyerang Sam kembali.


Bang! Retak! Bam! Suara benturan terus berlanjut. Sam tidak pernah menahan dirinya dalam setiap serangan. Seorang ahli seperti Tyr tidak pernah salah dalam mengevaluasi kemampuan lawan. Dia bahkan bisa tahu bahwa Sam adalah seorang master dalam kelas bela diri pada saat pandangan pertama. Bagi orang awam seperti Stephen dan Matthew mereka hanya tahu cara menggunakan kekerasan, jika diperkirakan dalam teori mereka tidak akan bertahan dalam selama kurang lebih dua puluh detik.


Tyr telah menginstruksikan Matthew dan Stephen untuk bertahan selama satu menit karena mereka gagal maka dia tidak ingin menerima mereka sebagai muridnya. Dia tidak pernah percaya bahwa mereka bisa melawan Sam selama satu menit. Namun, dua puluh detik kini telah berlalu, melebihi ekspektasi Tyr. Bahkan jika mereka dipukuli habis-habisan oleh Sam, keduanya tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah. Sebuah cahaya bersinar di mata Tyr.

__ADS_1


Bam!


Pukulan berikutnya. Ini adalah ketiga kalinya Matthew dapat dikalahkan oleh Sam. Pukulan ini telah melukai dadanya, mematahkan beberapa tulang rusuknya. Namun, Matthew berusaha bangkit kembali seolah dirinya tidak mengalami cedera.


Pada saat yang sama, Sam menendang tulang kering Stephen, mematahkan tulang Stephen. Membuat Stephen kehilangan keseimbangan, terjatuh ke tanah. Namun, pria itu hanya menggertakkan gigi saat dia mencoba untuk menopang tubuhnya dengan menggunakan tangannya dan berusaha untuk bangkit kembali walau dengan susah payah


Tiga puluh detik telah berlalu!


Kedua orang sahabat itu tetap berusaha untuk menyerang Sam dengan kondisi mereka yang terhuyung-huyung. Matthew meraung dengan keras sebelum ia meraih tubuh Sam sementara Stephen, yang lengan dan kakinya telah patah, membenturkan kepalanya dengan kejam ke dada Sam.


Sam, tidak pernah berpikir bahwa kedua orang ini masih dapat memberikan perlawanan, dia hanya mengerutkan keningnya. Tekad mereka telah melebihi harapan Sam juga.


"Kalian punya keinginan mati, bukan? Tenang saja aku akan segera mewujudkannya!"


Saat itu, Sam terlihat sangat marah. Dia menggeram saat kekuatan yang besar mulai meledak dari dalam tubuhnya. Matthew yang telah menangkap tubuhnya terlempar kembali. Sam menjepit leher Stephen dan meninju perutnya.


Bam!


Hujan terus mengguyur tubuhnya saat darah mulai mengalir keluar dari berbagai bagian tubuhnya. Untuk ukuran orang biasa mungkin mereka akan pingsan setelah mengalami luka berat, tetapi Stephen terus berjuang untuk bangkit dari tanah.


Satu menit kedengarannya sangat singkat, tetapi bagi Stephen dan Matthew, momen ini terasa seperti satu abad.


Tyr melihat waktu di teleponnya dan yang telah mengejutkannya lagi, lima puluh detik telah berlalu. Stephen masih berusaha keras untuk bangun. Ini adalah tugas yang tidak bisa diselesaikan oleh orang biasa tetapi dia tidak pernah menyerah. Pada saat itu, Tyr menghormati Stephen.


Di sisi lain, Sam berbalik, meraih lengan Matthew, dan dengan gerakan yang kuat, tulang di lengan Matthew terkilir. Setelah itu pukulan yang bertubi-tubi, mulai kembali menghantam tubuh Matthew.

__ADS_1


Bam!


Bam!


Bam Bam Bam!


Sam ingin meninju Matthew ke tanah, tapi laki-laki ini seperti bola bekel. Tidak peduli berapa banyak pukulan yang telah Sam hujani ke tubuhnya, namun Matthew tidak pernah jatuh


"Kau gila?" Mata Sam dipenuhi dengan niatan untuk membunuh. Dia melompat, memegang tinjunya erat-erat terlihat otot pada lengannya sudah menenggang. "Pergilah kau ke neraka!"


Pukulan ganas ini menghabiskan semua kekuatan Sam saat diarahkan ke bagian tubuh paling sensitif Matthew. Jika Sam berhasil mendaratkan pukulan ini, maka tidak diragukan lagi Matthew akan segera kehilangan nyawanya.


Tanpa sadar Matthew mulai merasakan hidupnya dalam bahaya. Dia tidak lagi memiliki kekuatan untuk dapat menghindar tetapi dia hanya memiliki sedikit kemauan untuk menjaga dirinya dapat tetap berdiri. Jika dia terjatuh, mungkin dia bisa terhindar dari kematian, tetapi imannya mengatakan bahwa dia tidak boleh jatuh. Bahkan jika hal itu dapat membunuhnya sekalipun, dia tidak boleh jatuh


Rooarrr !!! Di saat-saat terakhirnya, Matthew mengeluarkan raungan yang keras, terdengar seperti binatang buas. Itu adalah raungan yang sama yang dia keluarkan sebagai seorang anak ketika seekor banteng menyerangnya.


Pukulan itu turun seperti yang dijanjikan. Bahkan dengan jarak setengah meter, Matthew bisa dengan jelas merasakan energi kuat yang dikemas dalam pukulan itu.


Bam! Sontak pikiran Matthew mulai menjadi kosong.


Namun, dia tidak merasa kepalanya akan meledak. Sepertinya pukulan Sam tidak berhasil mengenai kepalanya.


Tyr yang telah mencatat waktu di pintu masuk gedung tiba-tiba muncul entah dari mana. Dia sudah ada di sana sejak Sam melompat


Tendangan itu mendarat di perut Sam dan dia segera terbang mundur seperti sebutir peluru, menabrak pintu kaca, dan menghancurkannya sepenuhnya.

__ADS_1


Tyr menoleh untuk melihat Matthew yang masih berdiri, lalu melirik Stephen yang akhirnya bangkit dengan gigi terkatup dan berusaha untuk tidak membiarkan dirinya jatuh. Tyr menarik napas panjang dan berkata, "Satu menit kalian sudah habis!"


__ADS_2