Impian Keluarga Bahagia

Impian Keluarga Bahagia
Membuat Sam Berlutut Dalam Tiga Pukulan


__ADS_3

Suara Tyr terdengar sangat lembut. Bahkan nyaris tidak terdengar di tengah hujan deras yang riuh ini. Matthew masih berdiri sementara Stephen menahan giginya, berusaha untuk tidak jatuh


"Kalian sudah lulus."


Buk! Buk!


Dua suara benda tumpul terdengar saat Matthew dan Stephen jatuh secara bersamaan ke tanah.


Di sisi lain, Sam bangkit kembali! Dia berdiri di depan pintu kaca yang pecah saat dia menatap tajam ke arah Tyr, matanya dipenuhi dengan kebencian. Sam menjadi sangat serius seperti seekor serigala lapar yang tengah mengincar singa jantan. Pada saat itu, sedikit kepanikan muncul didalam hatinya, namun Sam berusaha menekannya dengan paksa.


"Berhenti menatapku. Kau bahkan tidak akan bisa menang melawan satu jariku." Nada suara yang dingin terdengar dari bibir Tyr, menarik saraf yang gelisah keluar dari tubuh Sam.


"Bahkan jika aku tidak bisa membunuhmu, setidaknya aku bisa merobek kulitmu!"


Sam menggertakkan giginya dan menyerang Tyr seperti desingan peluru. Dalam sekejap mata, dia telah muncul di hadapan Tyr, tapi bahkan sebelum Sam bisa melancarkan serangan ke arahnya, Tyr dengan santai berbalik, menghindarinya. Ada tendangan lokomotif berikutnya dan Sam merasa seolah-olah dirinya telah ditabrak oleh kereta peluru.


Swoosh! Tubuhnya terbang kembali, menabrak sebuah SUV yang ada di dekatnya.


Alarm mobil itu berbunyi! SUV itu penyok setelah Sam menabraknya. Rasa sakit dan syok yang dia rasakan akhirnya muncul di wajah Sam. Pria yang ada di hadapannya ini terlalu menakutkan. Begitu menakutkannya hingga sosoknya seperti seorang dewa.


Sam sebenarnya sudah merasakan tekanan yang kuat dari sosok Tyr, itulah sebabnya jawabannya terdengar tidak tegas ketika Karim bertanya apakah dia memiliki kepercayaan diri untuk berhadapan dengannya. Namun, Sam berasumsi bahwa dia mampu melawan Tyr, tetapi pada kenyataan justru hal ini telah memberi tamparan yang keras di wajahnya,


Di hadapan Tyr, seorang master yang memiliki kemampuan yang lebih bahkan tidak memiliki


kemampuan untuk dapat melawannya. Sebelum dia bisa berdiri, Tyr telah berada di hadapannya.


"Aku sudah memberitahumu bahwa kau bahkan tidak akan bisa menang melawan satu jariku."


Bam... Bam bam!

__ADS_1


Tiga pukulan terus menerus mendarat di tubuh Sam. Setelah tiga pukulan ini, Sam memuntahkan banyak darah dan berlutut. Pria ini adalah tangan kanan dari Kareem Zachry. Pejuang medali emas yang namanya ditakuti semua orang di Kota Khanh. Dan dalam sekejap, Tyr dapat membuatnya berlutut hanya dengan tiga pukulan!


Sampai saat ini dia tidak dapat memiliki kesempatan untuk bisa menyerang Tyr. Sam tidak pernah bisa berdiri lagi terus berlutut saat dia menatap makhluk seperti dewa ini. Dia tidak habis pikir bagaimana bisa ada orang yang begitu kuat di Kota Khanh. Tyr seperti gunung besar yang tidak pernah bisa dia taklukkan, membuat Sam tidak merasakan apa-apa selain putus asa!


"Bunuh aku!"


Akhirnya, Sam yang sudah kehilangan harapan mengeluarkan ucapannya pada Tyr. Saat ini dia hanya berharap mati karena metode yang digunakan oleh Tyr untuk dapat melumpuhkan Chris dan yang lainnya sangat membuatnya takut. Untuk pembunuh bayaran yang mencari nafkahnya dengan menggunakan kekuatan tinjunya, menjadi lumpuh bahkan lebih buruk daripada kematian.


Sejujurnya, sejak dia menyaksikan panggilan video itu, dirinya mulai dihantui perasaan takut. Namun, dia berusaha untuk menghilangkan dan membuang jauh-jauh perasaannya. Saat ini dia sedang berlutut di hadapan Tyr karena mendapatkan serangan dari Pria itu, rasa ketakutan telah menyerang seluruh tubuhnya dan mulai menyelimuti pikirannya. Dia hanya menginginkan kematian!


"Apakah saat ini kau merasa takut?"


Tyr melirik Sam dengan acuh. Dia bisa melihat bahwa pria itu sedikit gemetar. Meskipun Sam adalah seorang Master beladiri, namun kekuatannya dia tidak sebanding dengan Matthew dan Stephen. Tyr mengabaikan Sam dan berbalik untuk berjalan menuju Matthew dan Stephen.


Pada saat itu, Winifred, Joseph, Graham, dan yang lainnya terlihat turun dari dalam gedung. Tapi pertempuran telah usai.


"Tyr, hati-hati!"


Swoosh!


Dalam sekejap, kecepatan Sam telah mencapai puncaknya, bahkan hampir meninggalkan bayangannya sendiri. Dia menghabiskan seluruh kekuatannya untuk melakukan serangan diam-diam, siap untuk memberikan Tyr sebuah pukulan yang fatal.


Krak!


Di atas udara, sambaran petir melintas diatas langit.


Bam!


Saat cahaya menyala, Tyr membenturkan punggung tangannya ke wajah Sam. Tubuh Sam terbang ke belakang untuk ketiga kalinya, menabrak SUV dengan keras, menjungkirbalikkan kendaraan.

__ADS_1


Belati di tangan Sam terhempas sementara sisi kanan dari wajahnya rusak. Hanya dengan satu tamparan, tulang pipinya hancur!


Pfft!


Kali ini, darah mengalir dari mulut, hidung, dan bahkan telinga Sam. Matanya merah. Dia bisa merasakan dunia menjadi sunyi saat penglihatannya kabur. Dengan suara keras, dia berlutut lagi dan tidak pernah bangun lagi!


Winifred dan yang lainnya berlari keluar dengan cemas. Ketika mereka melihat pemandangan di depan mereka, semua orang merasa pikiran mereka menjadi kosong.


"Tyr."


"Jangan mendekat."


Tyr menggelengkan kepalanya pada Winifred sebelum dia menghampiri Stephen. Dia berjongkok dan meraih kaki Stephen dengan kedua tangannya. Dengan retakan keras,


kaki Stephen yang telah terkilir oleh Sam sebelumnya ditarik kembali oleh Tyr. Rasa sakit yang parah membuat wajah Stephen berubah tapi dia menahan untuk tidak berteriak dengan keras.


Tyr masih terus membenahi persendian yang rusak di tubuh Stephen dan berkata, "Teriak saja jika kau mau. Jangan menahannya. Rasa sakit akan menimbulkan suara jeritan dan ini adalah reaksi yang normal dari seorang manusia. Seorang pria tidak perlu menunjukkan kekuatannya dengan cara ini. Setidaknya, menurutku kau dan Matthew adalah pria yang kuat."


Owwwww !!!


Jeritan Stephen dan Matthew yang nyaring mulai bergema di atas langit yang diguyur hujan deras. Matthew yang terbiasa mengatakan bahwa dirinya memiliki tulang dari baja bahkan menangis sekuatkuatnya. Tyr hanya menghabiskan waktu sekitar sepuluh menit untuk dapat membenahi setiap tulang yang patah di tubuh Stephen dan Matthew sebelum dia menggunakan metodenya sendiri untuk dapat memindah sambungkan kembali tulang mereka yang rusak.


Seperti yang Tyr sebutkan sebelumnya, proses mematahkan setiap tulang dalam tubuh seseorang dan menyatukannya kembali adalah pekerjaan yang tidak dapat dilakukan oleh seorang manusia yang normal. Syukurlah orang-orang ini tidak menderita cedera yang tidak bisa disembuhkan. Mereka hanya perlu menghabiskan beberapa hari di rumah sakit dan keadaanya akan membaik.


"Bawa mereka ke rumah sakit," ucap Tyr kepada Graham sambil menunjuk ke arah Matthew, Stephen, dan para penjaga yang telah dipukul oleh Sam. "Setelah mereka pulih, gandakan gaji setiap para penjaga keamanan."


Setelah memberikan instruksinya, Tyr mendekati Winifred dan berkata dengan lembut, "Apakah itu membuatmu takut?"


Masih ada perasaan takut yang tersisa di hati Winifred, tetapi dia tidak ingin membuat Tyr merasa khawatir, dia berusaha untuk menguatkan dirinya dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Tyr mengulurkan tangan untuk mencubit pipi Winifred dengan ringan. "Jangan takut. Setelah kejadian hari ini, Karim tidak akan pernah berani mengganggu kita lagi!"


__ADS_2