
Malam itu, saat Tyr bersiap-siap untuk masuk ke dalam kamar Blair, dia telah diusir oleh ibu mertuanya, Helen, ketika dia berusaha untuk masuk.
"Apa yang sedang kau lakukan?" Helen meletakkan tangannya di atas pinggangnya saat dia memelototi Tyr dengan marah.
"Aku akan tidur."
"Tidur? Apakah Kau berhak tidur didalam kamar tidur? Pergi sana dan tidur di sofa."
Winifred mengerutkan keningnya saat dia masuk dan berkata dengan, kesal, "Bu, apa yang kau lakukan? Blair selalu tidur denganku. Kamar tidur ini kosong, jadi mengapa Tyr harus tidur di sofa?"
Helen mendengus. "Dia pengemis yang biasa tidur di jalanan. Sekarang dia telah menikah dengan keluarga kita, seharusnya dia bersyukur jika dia masih memiliki atap untuk berteduh. Jika dia ingin tidur di kamar tidur, bermimpilah!"
"Tapi Bu Winifred ingin membalas ucapannya, tetapi Tyr dengan cepat menariknya.
"Tidak masalah. Tidur di sofa juga menyenangkan."
"Setidaknya Aku masih memiliki kesadaran." Helen mendengus. "Tapi jangan pernah berpikir untuk tinggal di rumah ini hanya untuk mendapatkan makanan gratis sepanjang waktu. Dalam beberapa hari kedepan, kau harus pergi dan bercerai dengan Winifred. Kau tidak cocok dengannya." Karena itu, Helen menarik Winifred untuk masuk ke kamarnya.
Setelah pintu ditutup, ekspresi Winifred dipenuhi dengan emosi. "Bu, kenapa kau memperlakukan Tyr seperti itu?"
"Apa yang aku lakukan? Dia itu seorang pengemis, jadi aku tidak bisa terus menerus memberinya makan dan melindunginya, bukan? Tentang proyek ini dengan Smith Group, Kau telah terpengaruh oleh hasutan Tyr. Kakekmu bahkan meminta Iris untuk datang dan memintamu kembali ke perusahaan, lalu mengapa kau masih saja bersikeras?"
“Bu, sudah kubilang ini bukan salah Tyr. Iris dan semua anggota keluarga Zea telah bertindak terlalu jauh, dan Tyr hanya mencoba mencari keadilan untukku. Terlebih lagi, dia adalah suamiku dan ayah dari Blair. Aku harap Kau bisa menghormatinya. Aku tahu kalau lidahmu sangat tajam tetapi kau memiliki hati yang lembut. Bukankah kau selalu berharap jika Blair dan aku memiliki keluarga yang lengkap?"
__ADS_1
Helen tercengang. Dia berkata dengan perasaan tidak percaya, "Winifred, kau bajingan kecil, apakah kau benar-benar berencana untuk bergantung pada pria ini? Itu tidak akan berhasil. Dia hanya seorang pengemis yang miskin dan tidak berdaya. Dia tidak cocok denganmu. Terakhir kali aku berada di Riverville, aku telah menemukan seorang pria yang baik untukmu. Dia akan datang besok, jadi temuilah dia dan mulailah menjalin hubungan yang baik dengannya."
Winifred mulai mengerutkan keningnya. "Bu, apa yang kau lakukan? Aku sudah menikah, dan aku sudah memiliki anak yang saat ini berusia lima tahun. Aku tidak mau pergi.
Dia tidak peduli tentang semua ini.
"Tapi ibu..."
"Cukup. Aku ini ibumu, dan aku yang akan menangani semua ini." Helen kemudian menghela nafasnya panjang. "Oh Winifred, dari semua ceritamu, kau mengatakan seolah-olah Tyr adalah sosok anak yang baik. Tetapi Kau juga harus tahu bahwa masyarakat itu sangat kejam. Bahkan jika dia bisa memberikan hatinya kepada dirimu dan Blair, lalu apa yang bisa dia lakukan tanpa uang dan kekuasaan? Ibumu, yaitu aku, berbicara dari pengalaman. Aku tidak akan pernah mau menyakitimu."
Tyr sedang berbaring diatas sofa. Dengan telinganya yang sensitif, dia bisa dengan jelas mendengar percakapan Ibu anak di dalam ruangan. Dia tertawa getir mendengar semua ini.
Setelah itu, Helen dan Winifred terus saja berbicara tentang kejadian terkini. Winifred berusaha sangat keras untuk mengubah pendapat Helen tentang Tyr dan memilih sisi yang paling positif dari Tyr untuk dapat dia ceritakan kepada ibunya. Namun, Helen tetap saja diam.
Setelah itu, Helen keluar dari kamar tidur. Dia sengaja menatap Tyr sebelum masuk kedalam kamar tidurnya sendiri.
"Jacob Zea, sudah berapa kali aku memberitahumu untuk tidak merokok di kamar tidur? Lihat bagaimana kau membuat selimut itu menjadi bau?" Dari kamar tidur utama terdengar suara marah dari ibu mertuanya.
Jacob, yang telah tertidur lelap, sedikit terkejut mendengar ucapan istrinya. Sejak kapan aku merokok?
"Baunya sangat mencekik leherku." Helen dengan angkuh meraih selimut sebelum membuka pintu dan melemparkannya ke luar. "Kami tidak akan menggunakan selimut ini lagi. Kami akan menggantinya dengan yang baru.
Tyr segera duduk sebelum pergi dengan senyum yang cerah untuk membawa selimut ke atas sofa. "Terimakasih Ibu!"
__ADS_1
"Siapa ibumu? Kau pengemis bau lebih baik kau diam tidak usah bertingkah akrab seperti itu padaku. Selimut itu untuk anjing!"
Tyr tertawa dalam hati. Tiba-tiba dia menyadari bahwa dia sedikit menyayangi ibu mertuanya ini.
Keesokan harinya, di bawah bujukan Helen, Winifred menyetujui permintaan perusahaan untuk kembali kesana. Saat dia kembali ke perusahaan, Jorge meminta Winifred pergi ke Smith Group untuk menandatangani kontrak proyek itu. Namun, Winifred masih sedikit trauma dengan kejadian yang menimpanya, jadi ketika dia pergi ke Smith Group, dia meminta Tyr untuk menemaninya.
Winifred sempat mengira bahwa dia akan mendapatkan kesulitan saat menandatangani kontrak. Bahkan jika pihak lain telah menjanjikan proyek ini kepada mereka, Winifred justru merasa khawatir jika mereka akan memberinya masalah karena dia telah memukul tuan muda mereka.
Namun, sebaliknya justru Winifred terkejut ketika Presiden Zachery Smith dari Smith Group menyambut dirinya dan Tyr dengan penuh bersemangat. Pria itu bersikap sangat hormat selama proses kerjasama berlangsung, dan penandatanganan kontrak terasa lebih mudah dari yang dia harapkan. Ini membuat Winifred terlihat sangat bingung. Tidak peduli jika memang harus Zachery Smith yang berhadapan dengannya, tapi sikap sopan yang diperlihatkannya terlalu berlebihan. Dalam sekejap, Winifred telah mengalihkan pandangannya pada Tyr.
Tyr hanya tersenyum dan mengangkat bahunya. "Berhentilah untuk berpikir berlebihan. Ini tidak ada hubungannya denganku."
Keduanya kembali ke perusahaan dengan membawa kontrak di tangannya. Para pejabat tinggi manajemen keluarga Zea sudah menunggu dengan tidak sabar di dalam ruangan kantor.
"Bagaimana hasilnya, Winifred? Apakah Kau telah berhasil mendapatkan kontraknya?" Saat mereka masuk, Jorge orang yang pertama bertanya padanya.
"Ya, kontrak itu sudah ditandatangani, Kakek." Winifred hendak menyerahkan kontrak kepada Jorge, tapi direnggut oleh Iris.
Iris dengan cepat mengamati kontrak kerjasama sementara matanya menyipit menjadi sebuah garis yang tipis. Setelah itu, dengan cepat mengubah ekspresinya dan melihat ke arah Winifred. "Winifred Zea, aku akan bertanggung jawab atas proyek ini."
Ekspresi Winifred terjatuh. "Akulah yang menandatangani kontrak ini, kau tidak memiliki hak untuk menguasainya?"
"Hak apa?" Iris mengejek, "Winifred, mengizinkanmu untuk terus bekerja di perusahaan kami adalah kasih sayang terbesar yang dapat kami tunjukkan padamu. Atau apa? Apakah kau berpikir untuk mengambil alih proyek ini? Bagaimana kau bisa bersikap tidak tahu malu seperti itu?"
__ADS_1
Winifred memandang ke arah Jorge. "Kakek, kau sendiri yang mengatakannya. Siapa pun yang mendapatkan proyek ini akan menguasainya."
"Memang benar aku pernah mengatakan sesuatu seperti itu." Jorge mengangguk. "Tapi Winifred, Iris selalu memimpin departemen operasi bisnis sementara kau selalu menjadi bagian dari departemen desain, jadi proyek ini milik Iris."