Impian Keluarga Bahagia

Impian Keluarga Bahagia
Alkisah


__ADS_3

Jantung Winifred Zea mulai berdebar kencang. Apa yang dimaksud Tyr Summers dengan ini? Apakah dia mencoba mengungkapkan apa yang dia rasakan pada Winifred?


Mungkin dulu Tyr tidak akan seperti itu. Karena Tyr hanya sebatas menghormatinya.


Namun, entah kapan, Tyr tampaknya telah berubah. Pada saat yang sama, Winifred sepertinya juga mulai berubah tanpa dia sadari.


Misalnya, ketika Autumn Field berada dalam situasi yang kacau, Winifred berlari memeluk Tyr dan menangis tersedu-sedu di kantor. Tyr hanya memeluknya erat-erat, tanpa melepasnya.


Selama ini, tidak satu pun dari mereka yang memperhatikan perubahan tersebut. Namun, sejak hari ini, mereka menyadari bahwa perasaan mereka mulai tumbuh.


"Kenapa kalian semua masih berdiri disana? Ini sudah larut malam. Apakah menurut kalian listrik gratis? Cepat pergi tidur."


Ibu mertua Tyr, Helen Cole, tiba-tiba keluar dari kamarnya dan meneriaki mereka.


Pada kenyataannya, dia telah lama menguping mereka di dekat pintunya.


Sekarang, dia dan Jacob Zea telah menerima Tyr. Itu bukan karena Tyr kaya. Sebaliknya, itu karena mereka bisa merasakan bahwa Tyr benar-benar peduli pada Winifred dan putrinya. Bahkan jika Tyr adalah seorang pengemis, mereka tidak akan pernah memiliki niat buruk untuk memaksa Winifred meninggalkannya.


"Oke, Bu. Ibu juga selalu tidur dengan televisi yang menyala. Tidakkah menurut Ibu itu juga membuang buang uang dan boros listrik?"


Helen bergegas keluar. "Winifred Zea, menurutmu apakah kamu sudah dewasa sekarang dan dapat membantah ibumu? Pergilah tidur. Mulai hari ini, Tyr Summers, kamu akan tidur di kamar Winifred. Kalau saja kalian tahu kalau saya kerepotan membersihkan banyak kamar kalau kalian tidur terpisah. Saya infokan sekali lagi bahwa kamar Tyr akan dikunci mulai besok. Tyr, sekarang kamu tidur di sana dengan Winifred dan Blair!"


Winifred gugup sekaligus takut. Tapi di saat yang sama, ada rasa senang dalam hatinya.


Tyr memandang ibu mertuanya dengan penuh rasa terima kasih. "Bu, kita akan membeli villa nanti. Kita juga akan mempekerjakan pembantu, jadi Ibu tidak lelah!"


"Ya sudah.." Helen menatap Tyr dengan jengkel. "Apa kalian mau terus dimarahi?"


Setelah itu, Helen kembali ke kamarnya dan membanting pintu.


Tyr, Winifred, dan Blair sekarang tidur di ranjang yang sama. Seperti yang mereka lakukan sebelumnya. Tyr dan Winifred tidur di ujung yang berlawanan, sementara Blair tidur di tengah

__ADS_1


"Papa, boleh nggak cerita dulu untuk Blair?"


"Ok." Tyr tersenyum. "Apa Blair mau dengar cerita tentang Nenek Beruang?"


"Siapa itu Nenek Beruang, Papa?"


"Semacam penyihir tua yang memakan jari anak-anak!"


Blair segera bersembunyi di balik selimut.


Tyr mulai berbicara dengan lembut. "Alkisah, ada seorang gadis tinggal bersama adik laki-lakinya di sebuah desa kecil. Suatu hari, ibu mereka harus pergi ke suatu tempat yang jauh. Karenanya, dia meminta gadis itu untuk menjaga adik laki-lakinya di rumah. Di malam hari, Nenek Beruang berpura-pura menjadi nenek mereka dan datang ke rumah mereka. Pada akhirnya, saat mereka sedang tidur, Nenek Beruang memakan jari kaki adik laki-laki itu karena kotor!


Tyr menghabiskan hampir sepuluh menit untuk menyelesaikan cerita tentang Nenek Beruang kepada Blair.


Saat itu, Blair sudah meringkuk di balik selimut.


"Papa, kenapa menceritakan cerita ini pada Blair?" Meskipun Blair takut, dia tertarik dengan karena cerita itu membuatnya berpikir.


Blair segera memeluk Winifred. "Mama, Blair anak yang baik 'kan. Nenek Beruang pasti tidak akan datang."


Tyr terkekeh. "Blair, ada pesan moral lain dari cerita ini."


"Apa itu Papa?"


"Cerita ini mengingatkan Blair bahwa Blair harus memastikan Papa tidur dengan Blair setiap malam," kata Tyr.


"Mama akan melindungi Blair, sedangkan Papa melindungi kita berdua."


Winifred tidak bisa berkata-kata.


Dengan bulan yang bersinar, cahaya lembut menyusup jendela dan menciptakan suasana yang tenang di dalam ruangan

__ADS_1


Tidak lama, Blair tertidur.


Di sisi lain, Winifred menutup matanya dan berpura-pura tertidur. Sesekali, dia mengintip ke arah Tyr dengan menyipitkan mata. Ketika dia menyadari Tyr sedang menatapnya, dia buru-buru terpejam kembali.


Tyr mengangkat kepalanya dan melewati badan Blair untuk mencium pipi Winifred. Winifred membuka matanya dan melihat Tyr dengan terkejut,


"Tidur!"


Tyr tersenyum lembut pada Winifred kemudian mencium kening Blair


Di hari-hari berikutnya, Tyr memenuhi janjinya untuk mengantar Blair ke sekolah dan menjemputnya sepulang sekolah. Dia menghabiskan banyak waktu dan energinya untuk putrinya, permata hatinya.


Tidak terasa, satu bulan telah berlalu. Sekarang musim beralih ke suhu yang lebih hangat, tanda dari musim panas


Di kafe yang sama seperti sebelumnya, Donald Lewis dengan hormat menyerahkan setumpuk dokumen tebal kepada Tyr.


"Saudaraku Tyr, semuanya beres. Seluruh keluarga Hill telah musnah. Saya telah mengambil alih sebagian besar properti keluarga Hill di tengah kota. Saya sekarang adalah pemimpin pasar properti Kota Khanh. Tidak ada lagi keluarga Hill!"


Tyr tidak repot-repot memeriksa dokumen di tangannya. Lagipula, dia tidak akan mengerti.


Tyr cukup senang dengan penampilan Donald kali ini. Dia yakin bahwa Donald telah berkomplot melawan keluarga Hill sejak beberapa tahun yang lalu karena ambisinya sendiri. Yang tidak dimiliki Donald hanyalah kesempatan. Tyr telah memberinya kesempatan ini sebulan yang lalu untuk pindah. Dengan banyak uang untuk mendukung Donald, dia mampu mengalahkan keluarga Hill dalam waktu singkat.


"Kau melakukannya dengan baik."


Donald sangat senang menerima pujian dari Tyr.


"Terima kasih, Kakak Tyr. Sekarang setelah keluarga Lewis telah mengambil alih proyek-proyek besar dari keluarga Hill, kami akan mengembalikan tiga miliar dolar ditambah bunganya"


"Ditambah bunga yang kau pinjam dari ku?" Tyr tiba-tiba mengerutkan kening.


Donald menyadari bahwa dia telah mengatakan sesuatu yang menyinggung. "Kakak Tyr, saya bermaksud mengatakan bahwa sekarang setelah kita menang, tiga miliar dolar tidak harus menjadi milik keluarga Lewis. Oleh karena itu, kau dapat memperoleh kembali uang itu secara bertahap!"

__ADS_1


Tyr terkekeh sebelum meminum teh di cangkirnya. "Uang tidak penting bagiku, Donald Lewis. Aku hanya ingin kau mengingat sesuatu. Keluarga Lewis mampu mencapai apa yang diraihnya hari ini hanya karena dari ku."


__ADS_2