
Ekspresi wajah Iris tiba-tiba berubah menjadi murka, dan dia mencela ucapan pria itu, "Pergilah, pengemis! Tidak ada ruang bagimu untuk berbicara di sini."
"Aku memberitahumu untuk menunjukkan ketulusan." Ekspresi Tyr juga telah berubah menjadi gelap. Hanya dengan tatapannya, Iris merasa sangat ketakutan hingga dia berhenti bersikap sombong.
"Kau..."
"Ada apa denganku?" ucap Tyr, "Kontrak ini pasti sangat berarti bagi keluarga Zea, bukan begitu? Tanpa Winifred, kalian tidak akan pernah bisa mendapatkan kontrak itu. Jika akhirnya kau merusak semua rencana ini, mungkin kakek akan mengusirmu keluar dari perusahaan juga."
Iris bergidik. Tyr langsung menyadari kelemahan wanita itu.
Iris menarik napasnya dalam-dalam dan melembutkan nada suaranya dengan enggan untuk mengatakan, "Winifred, Kakek telah memintaku untuk datang menjemputmu kembali ke perusahaan. Kami pernah melakukan kesalahan sebelumnya dan tindakan kami terlalu gegabah, jadi Kau tidak bersalah. Semua orang sudah merasa tenang, jadi kau bisa kembali ke perusahaan."
Winifred terkejut. Dia tidak pernah menyangka hari di mana Iris akan merendahkan dirinya di hadapan Winifred akan datang juga.
Usai mengucapkan itu, Iris memandang Tyr dengan perasaan jijik dan berkata padanya, "Sepertinya Kau puas dengan semua ini, bukan begitu?"
"Saat kau meminta kepada seseorang, bukankah seharusnya kau menyebutkan kata 'mohon?"
"Tyr Summers, jangan ikut campur dengan masalah ini."
"Kau memilih untuk tidak mengatakannya. Maka pintu rumah ini telah terbuka dengan sangat lebar. Aku tidak akan menghentikan langkahmu sedikitpun."
"Ternyata lelaki itu punya nyali juga." Iris menggertakkan giginya karena kesal. Namun, dia tidak punya pilihan selain menundukkan kepalanya yang seperti batu itu di hadapan Winifred. "Winifred, aku mohon. Kembalilah."
Winifred benar-benar merasa terkejut. Terdiam sesaat, dia tidak tahu bagaimana harus menanggapi ucapannya.
Tyr mengangguk sambil tersenyum dan berkata padanya, "Baiklah, kalian berdua boleh pergi sekarang."
"Jadi, kau setuju?"
Tyr menggeleng. Winifred telah memutuskan untuk tidak pernah kembali ke Zea Group.
__ADS_1
Iris terlihat kebingungan. "Tyr Summers, aku sudah memohon padanya. Jangan memintaku untuk melakukan banyak hal."
"Kau memohon kepada Winifred dan itu adalah masalahmu. Apakah kami menyetujuinya atau tidak itu adalah masalah kita."
Iris merasa terguncang.
Tyr tidak berniat untuk berbicara lebih banyak lagi pada Iris. Dia mendorong Iris dan Travis keluar dari pintu sebelum membantingnya dengan suara yang keras.
Winifred masih merasa kebingungan, dia langsung bertanya padanya, “Tyr, sebenarnya ada apa?"
Tyr hanya mengangkat bahunya. "Bukankah sudah jelas? Grup Smith ingin menandatangani kontrak dengan Grup Zea karena presiden Grup Smith merasa bahwa putranya telah melakukan kesalahan, jadi dia ingin menggunakan cara ini untuk meminta maaf kepadamu."
"Mengapa Presiden Smith sangat ingin meminta maaf kepadaku?"
Tyr hanya tersenyum. "Putranya itu sangat brengsek, dan sebagai seorang pengusaha, ketenaran yang dimiliki diatas segalanya. Apakah Kau benar-benar mengira bahwa mereka bisa mengendalikan segalanya? Pada kenyataannya, semakin kaya seorang pengusaha, maka dia harus memiliki kualitas moral yang tinggi."
"Itu benar." Winifred merasa ucapan Tyr sangat masuk akal. "Lalu, tunggu apa lagi? Aku akan kembali ke perusahaan dan menandatangani perjanjian itu sekarang juga."
Kenapa harus terburu-buru? Tyr menghentikan langkah Winifred. "Keluarga Zea sangat bersalah padamu. Kita tidak akan membiarkan mereka bersikap seolah-olah mereka dapat dengan mudah memperlakukan kita begitu saja."
"Tidak ada tapi. Dengarkan aku. Mereka akan kembali lagi."
Ketika mereka masuk kembali ke Travis's Benz, Iris menjerit dan berteriak dengan marah. Dia bahkan hampir akan menghancurkan kaca depan mobil.
Di sampingnya, Travis juga merasa sangat terluka. Tapi untuk sebidang tanah di South Hill Plains, dia harus menanggung semua perasaan sakit ini.
"Pengemis sialan! Istrinya telah berselingkuh, dan dia masih berani bersikap sombong padaku. Dia pikir dia itu siapa? Winifred Zea, aku sudah memohon padamu berkali-kali, tetapi kau menggubris permintaanku. Dasar wanita ******! B*ngsat! Sial!"
Travis menjadi khawatir kalau Iris benar-benar akan menghancurkan kaca depan mobilnya, dengan cepat dia berusaha untuk membujuknya, "Bersabarlah. Kita harus pikirkan cara lain. Mengapa kita tidak menelepon Kakek dan menyuruhnya untuk datang sendiri? Winifred dan Tyr tidak akan bersikap begitu sombong padanya, bukan?"
"Tidak." Iris menggelengkan kepalanya tanpa ragu. "Jika aku tidak bisa melakukan sesuatu hal yang semudah itu, Kakek akan kecewa padaku. Jika hal itu sampai itu terjadi, maka dia tidak akan pernah menyerahkan Grup Zea kepadaku di masa yang akan datang."
__ADS_1
Travis menyipitkan matanya. Dalam benaknya, dia berpikir, Iris Zea, ternyata kau lebih jahat dariku. Aku hanya menginginkan sebidang tanah milik keluarga Zea di South Hill Plains, tapi sesungguhnya Kau malah mengincar seluruh kekayaan Zea Group. Benar saja, tidak ada yang lebih jahat dari pada hati seorang wanita.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Wanita ****** itu jelas telah mencoba membuatmu terlihat buruk. "
Biarkan aku berpikir. Tiba-tiba Iris terdiam dan memegang kepalanya saat dia mencoba untuk memeras otaknya. Tak lama kemudian, reflek wanita itu mengangkat kepalanya. "Aku telah memiliki rencana lain!"
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Hehehe, bagaimana mungkin aku bisa melupakannya?" Sebuah senyuman muncul di wajah Iris, dan senyuman itu nyaris semakin melebar dan semakin terlihat mengancam.
"Tyr, kau pikir kau itu siapa? Menurutmu, apakah setelah menikah dengan keluarga Winifred, Kau bisa hidup dengan nyaman? Hah! Hari-hari nyamanmu akan segera berakhir dalam sekejap bung!" Saat dia berbicara, Iris mengeluarkan ponselnya dan dengan cepat mencari nomor di daftar kontak sebelum dia menghubungi nomor itu.
"Halo? Oh, Iris, kenapa tiba-tiba kau menelponku? Aku merasa senang karena kau masih ingat dengan bibi ketiga mu dan bahkan kau telah menelepon untuk menanyakan keadaanku. Aku merasa sangat senang," Di seberang ujung telepon terdengar suara seorang wanita paruh baya.
Iris mendengus. "Bibi Ketiga, maafkan aku karena kesibukan, jadi aku tidak punya waktu luang untuk menelepon dan menanyakan keadaanmu."
"Oh..." Wanita paruh baya, di ujung sisi lain, terdengar nada suara yang canggung dan berubah menjadi lebih dingin. "Ada apa?"
"Bibi Ketiga, kurasa kau dan Paman Ketiga sudah cukup lama tinggal di Riverville. Bertahun-tahun lamanya, Kau dan Paman Ketiga terus bersembunyi di rumah ibumu hanya karena anakmu Winifred telah tidur dengan seorang pengemis enam tahun yang lalu, benarkah? Ayolah Bi. Bukankah itu sangat memalukan jika kalian harus melakukan itu."
Wanita paruh baya itu langsung mencela ucapannya, "Iris Zea, apa maksud dari ucapanmu ini? Apakah Kau meneleponku memang sengaja untuk mempermalukanku? Kau benar-benar tidak menghormati orang lain. Bagaimanapun juga, usiaku lebih tua darimu. Jika Kau tidak memiliki hal yang lebih penting, maka aku akan menutup teleponnya."
"Jangan tutup teleponnya," ucap Iris. "Bibi Ketiga, kau masih saja bersikap tidak sabaran seperti biasanya. Kali ini aku memiliki niat yang baik untuk menelepon mu. Kau pasti tidak tahu bahwa pengemis yang terlibat dengan Winifred telah kembali bersamanya."
"Apa?"
"Bibi Ketiga, jadi kau benar-benar tidak tahu tentang hal itu! Haha, tapi ya sudahlah, Winifred juga tidak akan pernah memberi tahu mu tentang hal itu. Apa menurutmu putrimu itu sudah tergila-gila dengan pengemis itu? Dia telah mengadakan upacara pernikahan dengan Tyr Summers, tetapi sebagai orang tuanya, kalian berdua justru tidak mengetahuinya. Betapa hinanya mereka."
Di ujung telepon, wanita paruh baya itu bergidik Iris Zea, berhentilah mengatakan hal yang tidak masuk akal.
"Ha ha! Jika aku mengatakan hal yang tidak masuk akal, semoga seluruh keluarga ku akan mati! Upacara pernikahan mereka begitu megah bahkan seluruh kota telah mengetahuinya. Sekarang, Winifred mu begitu sangat terpesona oleh Tyr Summers sehingga dia menjadi wanita yang paling bodoh. Keluarga Zea akan segera menandatangani kontrak besar dengan Smith Group. Kakek telah memberi Winifred kesempatan ini untuk menandatangani kontrak dan bertanggung jawab atas proyek ini, tetapi Winifred mu dan pengemis alias menantu laki-laki mu itu bersikap sangat sombong sehingga mereka menolak untuk mengambil pekerjaan itu. Katakan padaku, bukankah mereka sudah gila? Sebelumnya, keluargamu telah memohon kepada perusahaan untuk memberikan beberapa proyek kepada Winifred. Sekarang setelah diberikan sebuah kesempatan, dia tidak menginginkannya. Lelucon yang luar biasa!"
__ADS_1
"Apakah itu benar?" Wanita paruh baya terdengar sangat marah. "Bagus sekali, Winifred Zea. Dia benar-benar sudah gila!"
Iris mendengus. "Cepatlah kembali, Bibi Ketiga. Jika tidak, proyek besar yang dapat membantu keluargamu untuk kembali bangkit akan segera menjadi milikku."