Impian Keluarga Bahagia

Impian Keluarga Bahagia
Ibu Mertua Kembali


__ADS_3

Malam hari, ketika matahari terbenam menyemburkan warna kemerahan dan menutup semua cakrawala. Tyr sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan malam sementara Winifred membantu Blair mengerjakan pekerjaan rumahnya.


Saat itu, pintu ruang tamu dibuka. Seorang pria paruh baya dan seorang wanita paruh baya membawa dua tas besar.


"Ayah, Bu, kenapa kalian kembali?" Winifred segera bergegas ke pintu masuk.


Kedua orang ini adalah orang tua Winifred; dengan kata lain, ayah dan ibu mertua dari Tyr!


Ayah Winifred bernama Jacob Zea. Dia adalah putra ketiga Jorge Zea. Dulu dia sempat memiliki posisi di Grup Zea, tetapi setelah insiden yang terjadi pada Winifred enam tahun yang lalu, saudara-saudaranya telah mengambil kesempatan untuk menuduhnya dan merampas semua otoritasnya dalam Grup Zea. Setelah itu, dia menjadi seorang pengangguran.


Ibu Winifred bernama Helen Cole. Dia adalah sosok wanita yang memiliki karakter yang tangguh.


Ketika Helen memasuki ruangan, ekspresinya menjadi murka saat dia mencela, "Jika kita tidak kembali, kau mungkin sudah hilang sekarang. Dimana pengemis itu? Keluarkan dia dari sini sekarang juga."


Tyr yang sedang berada di dapur untuk membuat makan malam, tiba-tiba mendengar keributan ini. Dia tertawa getir. Ibu mertuanya tidak terdengar ramah. Sepertinya hari-hari yang akan dia jalani akan sedikit mengalami kesulitan.


Tyr melepas celemek yang dikenakannya dan keluar dari dapur. “Ayah, Ibu, kalian telah kembali."


"Jangan panggil aku 'Ibu'," Helen tiba-tiba memotong ucapannya, membuat Tyr merasa canggung. "Aku tidak pernah memiliki menantu sampah sepertimu. Katakan padaku, sebagai seorang pria dewasa yang menumpang hidupnya dari keluargaku, tidakkah kau merasa malu dengan dirimu? Selama bertahun-tahun kau telah meninggalkan keluargaku, tetapi sekarang kau bahkan memiliki keberanian untuk meminta anakku kembali! Siapa yang telah memberimu keberanian seperti itu?"


Tyr tercengang, dan berdiri di sampingnya, Winifred, juga, dia merasa sangat syok.


"Bu, ada apa denganmu? Mengapa Anda mengatakan omong kosong? Sejak kapan Tyr memintaku untuk kembali?"


"Iris bercerita tentang kejadian di perusahaan. Winifred, kau benar-benar telah disihir oleh pengemis ini."


Winifred segera mengerti mengapa ibunya bersikap sangat marah. Iris pasti telah menghubunginya untuk menyebarkan perselisihan di antara mereka. "Bu, semua itu tidak seperti yang kau bayangkan!"


"Hmph! Kalau begitu beri tahu aku tentang semua yang telah terjadi. Jika kau tidak memberi penjelasan yang lengkap padaku hari ini, maka jangan salahkan aku karena aku tidak akan menunjukkan belas kasihku padamu."

__ADS_1


Melihat kemarahan Helen yang semakin kuat, Jacob berusaha meredam emosinya, "Jangan terlalu marah bahkan sebelum kau bisa mengetahui tentang duduk permasalahannya. Kita ini adalah keluarga, jadi kami harus tetap menjaga keharmonisan. Ayo kita makan dulu!"


"Persetan dengan makan! Keluarga siapa yang mau berurusan dengan pengemis bau ini? Winifred Zea, Apakah kau benar-benar telah menikah dengannya tanpa memberi tahu kami. Apakah sekarang kau sudah tidak menganggap kami lagi?"


Winifred tahu bahwa dia bersalah salah, kemudian dia berkata dengan suaranya yang pelam, "Bu, Aku sudah lama memberitahumu bahwa Aku akan menunggunya kembali. Dan saat dia kembali, aku akan menikah dengannya."


Helen semakin marah. "Kau sudah keterlaluan!"


Saat itu, Blair berlari keluar sambil tersenyum. "Nenek kakek."


"Jangan panggil aku Nenek. Setiap aku melihatmu, kau selalu membuatku marah."


Tyr mengerutkan keningnya. Sebagai seorang Ibu, apakah sikapmu tidak terlalu berlebihan? Aku merasa tidak keberatan jika kau mengejekku, tetapi Blair dia hanyalah seorang gadis kecil yang baru berusia lima tahun. Dia juga adalah cucu perempuanmu. Apakah Kau harus menggunakan kata-kata kotor seperti itu dengannya?


Tyr merasa sedikit kesal. Jika Kau berani melakukan apapun pada Blair, jangan salahkan aku karena tidak menghormatimu sebagai orang yang dituakan.


Namun, pada saat itu, Helen melemparkan salah satu tas di tangannya ke depan Blair. Blair dengan cepat membuka tasnya untuk melihat isi didalam tas itu yang ternyata berisi mainan. Mainan tersebut tidak dikemas tetapi masih terlihat cukup baru.


"Untuk apa kau berterima kasih padaku? Aku tidak memiliki cukup uang untuk membelikan mu mainan apa pun. Ini semua adalah mainan yang dibuang oleh orang-orang yang sudah tidak menginginkannya lagi dan aku memungutnya. Ekstra bagasi sepertimu hanya cocok untuk bermain dengan mainan bekas."


Blair hanyalah seorang anak kecil, jadi dia tidak tahu perkataan kasar yang diucapkan oleh Helen. Dia mengambil mainan itu dan mulai bermain dengan riang gembira.


Tyr diam-diam mengamati perilakunya. Tiba-tiba dia menyadari bahwa dia sama sekali tidak bisa memahami ibu mertuanya.


Selanjutnya, waktunya santap malam. Tyr lah yang memasak hidangannya, dan keterampilan kulinernya sebenarnya cukup bagus. Namun, sejak gigitan pertama, Helen terus saja mengeluh karena hidangan ini terasa mengerikan rasanya seperti makanan babi. Hal itu membuat Winifred dan Jacob merasa canggung menanggapi ulah Helen, sementara Tyr hanya tersenyum pahit mertuanya.


Usai makan malam, Helen segera menarik Winifred untuk bertanya tentang kejadian di perusahaan. Untuk mencegah ibu mertuanya kembali emosi, Tyr mengajak Blair bermain.


Di bangku panjang di taman luar, Blair dengan senang hati bermain dengan mainan yang diberikan oleh Helen padanya. Tyr sedang duduk di sampingnya, memeluk dagunya sementara dia tampak berpikir keras.

__ADS_1


"Blair, apa pendapatmu tentang Nenekmu?"


Blair menjawab sambil tersenyum. "Nenek selalu galak dan menyebut Blair sebagai Anak haram, tapi Blair tidak membencinya."


"Mengapa?"


"Karena dia adalah nenekku!"


Tyr terkejut. Mengapa gadis kecil ini terkadang terdengar seperti orang dewasa? Tapi ucapannya memang masuk akal.


"Papa, aku sedikit haus dan ingin minum."


"Oh, tentu. Aku akan membawakannya untukmu." Tyr berdiri untuk pergi ke toko terdekat tetapi kemudian menyadari bahwa dia telah bergegas keluar terlalu cepat dan tidak membawa dompet dan teleponnya. "Blair, tunggu Papa disini. Papa akan pulang dan mendapatkan uang."


Namun, Blair meraih Tyr. "Papa, kau tidak perlu pulang. Blair punya uang."


Saat dia berbicara, Blair mengeluarkan dua lembar uang sepuluh dolar dan beberapa lembar uang lima dolar dari dalam sakunya.


Tyr mengerutkan keningnya. "Blair, dari mana uang ini?"


"Nenek baru saja memberikannya pada Blair."


Tyr merasa kaget. Itu terlalu mengejutkan. Apakah sebenarnya nenek Blair tidak membenci cucunya dan menganggapnya sebagai anak haram? Lalu mengapa dia masih memberikan uang kepadanya?


"Blair, kau tidak berbohong pada Papa, kan?"


Tidak, jawab Blair. "Nenek yang memberikan uang itu. Dia berkata bahwa orang dewasa tidak dapat menggunakan uang ini jadi dia memberikannya kepadaku. Dia bahkan mengatakan bahwa Blair adalah anak haram dan kutukan, jika aku menggunakannya, tidak ada hal buruk yang akan terjadi. Papa, apa artinya Anak haram?"


Tyr tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Benar-benar tidak pantas menggunakan istilah 'anak haram' pada seorang gadis kecil yang tidak bersalah. Dia baru saja mengubah topik pembicaraan dan bertanya pada putrinya, "Blair, apakah nenekmu selalu memungut barang di luar sana?"

__ADS_1


"Ya! Ya!" Blair memandang Tyr dengan ekspresi terkejut. "Papa, kenapa kau begitu hebat? Kau bahkan telah berhasil menebak sesuatu hari ini! Nenek sangat beruntung. Dia selalu berhasil mengambil mainan, pakaian, dan bahkan uang di luar. Kadang-kadang, dia bahkan dapat mengambil banyak hal untuk beberapa kali dalam seminggu!"


Tyr tiba-tiba tertawa. Pantas saja tas mainannya tampak begitu baru seperti tidak pernah dipakai. Ibu mertuanya ini pasti telah sengaja mengeluarkan bungkusan itu sebelum memberikan pada cucunya. Ibu mertua ini sangat menarik.


__ADS_2