
Meskipun telepon Sven Fender berdering beberapa kali di taman hiburan, dia tetap menghiraukannya.
Setiap kali dia pergi berkencan dengan pacarnya, dia akan mematikan teleponnya karena dia tidak ingin kesenangannya diganggu.
Jika saja dia melihat ponselnya sekarang, dia pasti akan terkejut
Dalam beberapa menit, Noah Lee mencoba meneleponnya lebih dari sepuluh kali.
Sementara itu, Sven mulai menertawakan Tyr Summers atas aktingnya.
"Yo!. Apakah kau benar-benar menelepon Guru Noah di telepon? Aktor yang hebat!" Wajah Sven sinis dan dingin." Berani-beraninya kau berpura-pura menjadi teman Tuan Noah? Siap-siap patah tulang" Sven melambaikan tangannya. "Tangkap dia. Aku akan menghajarnya."
Selusin pria besar segera mengepung Tyr.
Namun, saat itu, sebuah sedan menerobos gerbang taman hiburan itu ngebut ke arah mereka. Begitu mobil berhenti, seorang pria botak keluar.
"Semuanya, berhenti sekarang juga! Sven Fender, apakah kamu gila?!"
Sven tercengang. "Baldie, kamu ngapain? Mengapa mukamu cemas begitu?"
Baldie merinding. Dia bahkan tidak berani menatap mata Tyr. Baldie segera menendang Sven ke samping.
"Kalaupun kamu mau mati, mati saja sendirian. Jangan bawa-bawa orang lain ke dalam masalahmu. Apa kamu tahu sedang berurusan dengan siapa?"
Sven tampak tercengang. Dia selalu berteman baik dengan Baldie karena mereka berdua adalah bawahan langsung Noah Lee.
Tapi, dia belum pernah melihat Baldie seperti sekarang ini. Baldie tidak akan pernah langsung memukulnya saat mereka bertemu.
Sebelum Sven sempat bereaksi, Baldie berbalik dan berlutut di depan Tyr. “Kakak Tyr, Tuan Noah akan segera tiba. Tolong jangan marah!"
Orang-orang di sekitar mereka terdiam. Banyak yang masih tidak yakin apa yang sebenarnya terjadi.
Beberapa saat kemudian, beberapa sedan hitam melaju melalui pintu masuk utama taman hiburan. Rombongan sedan sekitar delapan meter ada di sana.
Dengan keringat yang membasahi keningnya, Noah Lee langsung melompat keluar dari mobil berbarengan dengan puluhan pengikutnya di belakang.
"Tuan Noah!" Sven tercengang.
Ketika Sven teringat bagaimana Baldie bersikap, keringat dingin mengucur di punggungnya. Noah Lee tampak sangat marah saat itu. Keringat di dahinya mulai menetes tes... tes.
Sementara itu, rombongan sedang berjalan ke Tyr secepat mungkin.
Setelah itu, sekelompok orang membungkuk kepada Tyr dengan hormat. "Kakak Tyr!"
“Kakak Tyr..." Mereka semua menyapa Tyr dengan serempak dan penuh hormat.
__ADS_1
Sementara itu, semua orang di sekitar mereka menahan napas karena terkejut. Noah adalah raja bawah tanah baru Kota Khanh. Namun, dia menunjukkan rasa hormat yang begitu dalam kepada seorang pria lebih muda berusia dua puluhan. Sulit dipercaya.
Semua orang, termasuk pengikut Sven, semua tercengang. Orang-orang mulai merasakan duri tajam tertancap di kulit kepala mereka.
"Bawahanmu ingin menghajarku!" Tyr berseru.
Itu hampir membuat jantung Noah berhenti berdetak.
"Kakak Tyr, aku akan memberinya pelajaran."
Noah berbalik dan mulai berjalan ke Sven. Saat itu, Sven berlutut di tanah dengan ketakutan.
"Tuan Noah, maafkan aku!"
Gedebuk...
Noah menendang dada Sven dengan keras dan mematahkan salah satu tulang dadanya.
"Dasar bodoh. Berani-beraninya berurusan dengan kakak Tyr! Kau pasti tidak tahu siapa dia!"
Bahkan orang bodoh pun bisa menebak siapa Tyr Summers sekarang.
Belum lama ini, ketika Kareem terbunuh, Noah dapat menguasai bawah tanah Kota Khanh dengan bantuan dari keluarga Smith. Ada desas-desus bahwa ada orang yang lebih kuat selain Noah dan Kareem. Orang itu adalah raja bawah tanah sejati!
Sekarang, Sven merasa dunianya runtuh. Dia telah mengacaukan raja ini!
Baldie segera berlari ke depan untuk menyerang Sven. "Kurasa kau akan tamat. berhati-hatilah!"
Saat Sven berteriak kesakitan, istri dan pengikutnya menjadi pucat.
Mereka semua berlutut di tanah.
"Singkirkan orang-orang ini. Dengan masih sangat marah, Noah memerintahkan para pengikutnya untuk membawa mereka pergi. Setelah itu, Noah berjalan menghampiri Tyr dengan hormat dan membungkuk padanya. "Kakak Tyr, saya akan memastikan mereka mendapatkan ganjaran yang setimpal. Tolong, jangan marah, Kakak Tyr!"
Tyr melambaikan tangannya dengan malas. "Biarkan mereka hidup selama kau memberi mereka pelajaran."
"Terima kasih, kakak Tyr, karena telah mengasihani kami!"
Setelah Noah dan para pengikutnya pergi, keluarga Tyr sudah tidak mood lagi untuk bermain di taman hiburan.
Untungnya, Tyr telah meminta Winifred untuk membawa Blair ke tempat lain sehingga Blair tidak melihat apa yang terjadi. Jika tidak, Tyr khawatir hal itu mungkin meninggalkan kenangan traumatis di benak Blair.
Di sore hari, Tyr dan Winifred membawa Blair ke akuarium besar dan menghabiskan sisa hari itu di sana. Mereka baru pulang setelah makan malam.
Meski ada sedikit gangguan di pagi hari, Blair tetap Bahagia hari itu.
__ADS_1
Ketika tiba waktunya untuk tidur, Tyr berjalan ke kamar tamu seperti biasa. Namun, Blair berlari ke arahnya.
"Papa, jangan tidur di sini dong."
"Loh, kenapa?"
Tyr dan Blair sama-sama mengerutkan kening.
Winifred punya perasaan yang tidak enak. Akankah Blair muncul dengan beberapa ide licik seperti yang dia lakukan sebelumnya? Blair menarik Tyr ke kamar tempat dia dan Winifred tidur. "Papa, apakah Papa dan Mama bertengkar?"
"Tidak, Blair. Kenapa kamu punya pikiran seperti itu, Nak?"
Tyr bertanya
"Itu karena teman sekelasku bilang kalau orang tua tidur di kamar terpisah, tandanya mereka sedang bertengkar. Kalau Papa bilang nggak bertengkar, terus kenapa Papa sama Mama ga tidur sama-sama? Papa, Papa harus tidur dengan Blair dan Mama malam ini. Aku ingin Papa ceritain dongeng dulu sebelum tidur!"
Wajah Winifred memerah. Dia bersiap menolak Blair, tapi Tyr langsung mencegahnya.
"Oke, Blair. Papa tidur dengan kalian berdua ya malam ini."
Winifred kaget
'Kenapa Tyr menjadi senonoh?'
Meskipun Tyr dan Winifred sudah menikah, mereka selalu tidur terpisah karena Winifred masih belum siap.
Di sisi lain, Tyr juga tidak memaksakan apapun padanya. Bagaimanapun, Winifred membutuhkan waktu untuk terbiasa dengan ini setelah enam tahun lamanya mereka terpisah.
Mereka mempersepsikan hal ini sebagai suatu hubungan yang benar-benar baru.
Namun, bagaimana Tyr bisa melepaskan kesempatan yang begitu indah?
Blair segera mulai bertepuk tangan dan berteriak gembira. "Keren ceritanya, Papa. Mulai sekarang, bisakah Papa selalu tidur sama Blair dan Mama?"
Winifred menggertakkan gigi saat dia melihat ke arah Blair.
"Hmm.., sepertinya tidak bisa, deh," Tyr cepat-cepat berkata.
Winifred menghela nafas lega. Dia sesaat khawatir kalau Tyr mungkin menyetujui permintaan Blair. Sejujurnya, Winifred masih belum siap tidur satu ranjang dengan Tyr.
"Kenapa tidak, Papa?" Blair bertanya.
"Itu karena Blair akan tumbuh dewasa. Setelah Blair masuk SD, Blair harus tidur sendiri," jelas Tyr.
"Oh begitu... Tapi kalau Papa sama Mama tidur sama-sama selamanya 'kan," kata Blair.
__ADS_1
"Hah?" Winifred kaget.