Ingatan Terbangun Diakhir

Ingatan Terbangun Diakhir
CH 24 : Tidak Banyak Yang Aku Ingat.


__ADS_3

Energi pedang yang sangat besar dari dalam bangunan kuno itu.


Wajah Chu Yuena terlihat terkejut dengan apa yang dia lihat sekarang.


"Ini… Mungkinkah ini adalah tempat Dewa Pedang Tiada Tara Ning Xue bertarung dengan anda kala itu?!."


Setelah Chu Yuena melihat puing-puing dunia dan formasi pedang didepannya.


Chu Yuena langsung teringat dengan Dewa Pedang Tiada Tara yang telah menghilang semenjak bertarung dengan Xuan Yu kala itu.


Saat itu Ning Xue mengguncang dunia, dengan kekuatannya sendiri dia menghancurkan banyak kekuatan.


Kala itu dunia sedang berada dalam kekacauan, dan Ning Xue adalah salah satu orang yang bersinar seperti Xuan Yu.


Ning Xue saat itu benar-benar dalam masa jayanya, tapi setelah dia bertarung dengan Xuan Yu.


Ning Xue menghilang dan tidak pernah muncul hingga saat ini.


Tidak ada yang tau dengan jelas tentang pertarungan mereka berdua.


Chu Yuena membaca beberapa buku kuno tentang sensasi yang ditimbulkan oleh kedua orang itu.


Dikatakan bahwa saat itu, pertarungan mereka menjadi sensasi dizaman yang kacau.


Meski tidak ada yang melihat secara langsung, tapi banyak orang merasakan ledakan energi spiritual yang kuat kala itu.


Lagian pertarungan antara Alam Dewa Ekstrime tentu akan menimbulkan efek yang sangat luar biasa.


"Tuan? Untuk apa kita kesini?."


Chu Yuena bertanya lagi.


Tapi Xuan Yu tidak berbicara, dia hanya melihat kedalam inti formasi pedang.


Jadi Chu Yuena juga ikut milihat inti formasi pedang itu.


Disitu terlihat, seorang seperti peri dengan kecantikan yang tidak manusiawi duduk bersila.

__ADS_1


Dia adalah seorang wanita dengan jubah putih panjang, tidak hanya pakaiannya saja yang putih, bahkan rambutnya seputih salju yang tak tersentuh.


Semuanya terlihat putih bersih.


Wanita itu benar-benar cantik, bahkan kata cantik masihlah belum cukup untuk menggambarkan kecantikan wanita itu.


Dia cantik, seperti kecantikan berdebu dan dingin, bagaikan puncak salju yang takterjamah oleh mahkluk.


Matanya ditutup dengan kain merah!.


Tidak tau apakah dia buta.


Dia hanya duduk bersila diam dalam formasi pedang itu, entah sudah berapa lama.


Didepannya ada sebuah… Pedang!.


Tidak! Itu tidak terlihat seperti pedang… Tapi itu adalah sepotong kayu yang ramping dan halus.


Tidak ada bagian yang tajam!.


Itu terlihat seperti ranting pohon, terlihat sangat biasa.


Dia hampir tak terkalahkan!.


"Itu… Apakah dia Dewa Pedang Tiada Tara Ning Xue yang tak terkalahkan pada saat itu? Itu benar-benar terlihat… Sangat berdebu!."


Chu Yuena melihat Ning Xue dalam formasi pedang.


Dia cukup kagum, karena penampilan Ning Xue benar-benar terlihat seperti tak tersentuh oleh apapun.


Hanya duduk dalam formasi pedang, disana diam sepi seperti puing dunia.


Itu terlihat seperti apa yang ada di seluruh alam dan dunia, semuanya tidak ada hubungannya dengan dirinya.


Xuan Yu yang dari tadi diam, dia bergerak melambaikan tangan.


"Sudah saatnya aku mengembalikan milikmu ini."

__ADS_1


Xuan Yu berkata dengan tenang.


Sebuah labu air melayang kearah Ning Xue.


《Note : Kalo kurang paham bisa search di Google 'labu air'.》


Ning Xue yang telah duduk selama waktu yang sangat lama dalam formasi pedang.


Tapi entah apakah dia merasakan ada yang mendekati, Ning Xue mengangkat tangan mengambil labu air itu.


"Hampir delapan puluh ribu juta tahun."


Sebuah suara yang sangat tenang dan berdebu keluar dari mulut halus Ning Xue.


Dia dulunya tak terkalahkan dalam seni pedang, tapi saat dia bertemu lawan yang benar-benar lebih hebat dalam pedang… Xuan Yu.


Hampir tidak ada yang tau bahwa Xuan Yu benar-benar hebat dalam pedang, bahkan Ning Xue bukan lawannya.


Ning Xue yang kalah dari Xuan Yu, dia menyegel dirinya sendiri dalam formasi pedang.


Bukan karena hal lain, tapi dia ingin mencapai lebih tinggi dalam berpedang.


Ilmu pedang yang bisa mengalahkan Xuan Yu.


"Kamu harusnya tidak datang kesini, karena disini hanya ada pecundang."


Suara Ning Xue benar-benar berdebu dan halus, sehalus salju yang dingin.


Tapi suaranya terdengar sangat jelas.


"Kau seharusnya tidak mengatakan itu, dari sekian lama aku hidup, tidak banyak orang yang aku ingat."


Xuan Yu berkata dengan tenang.


Dia tidak bohong, faktanya Xuan Yu benar-benar hanya mengingat beberapa orang saja.


Dan semua orang yang dia ingat bukan orang sembarangan, setidaknya mereka adalah orang yang bisa membuat Xuan Yu terkesan.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2