Ingatan Terbangun Diakhir

Ingatan Terbangun Diakhir
CH 82 : Aku Percaya.


__ADS_3

Sekarang, semua orang sudah berada di bagian luar Pohon Purba.


Luo Ruoxi terkejut saat melihat dua buah yang ada di tangan Xuan Yu, satu besar dan satu kecil.


Ini… Sebenarnya ada dua?.


Bukankah dikatakan setiap satu juta tahun hanya ada satu Buah Dewa Abadi?.


Luo Ruoxi langsung memandang Xuan Yu, dia tentu berharap Xuan Yu memberikan satu kepadanya.


Bagaimana juga, bukankah Xuan Yu hanya butuh satu Buah Dewa Abadi saja, kan?.


Bukankah yang satu lagi tidak dibutuhkan?.


"Mau?."


Xuan Yu memandang Luo Ruoxi dengan tersenyum hangat.


Luo Ruoxi memang Xuan Yu dengan tajam terlebih dahulu sebelum menjawab.


"Bukankah kamu bilang, kamu berhutang budi padaku?."


Luo Ruoxi berkata dengan dingin.


"Bukankah kamu juga bilang tidak butuh dengan hutang budiku?."


Xuan Yu menjawab dengan ringan.


"Aku…"


Luo Ruoxi tidak bisa berkata-kata.


Memang, aku mengatakan itu karena kita adalah suami istri!.


Lagi pula ini untuk anaku!.


Tidak, ini untuk anak kita berdua!.


Melihat penampilan Luo Ruoxi seperti ini, Xuan Yu ingin tertawa tapi dia menahan nya dan hanya tersenyum.


"Baiklah, yang besar untuk ku, yang kecil untuk mu… Ini sudah selesai!."


Xuan Yu memberikan Buah Dewa Abadi yang kecil.


Memang, memindahkan alam aba Ziyuan itu masih dianggap sebagai hutang budi!.


Lagi pula, Luo Ruoxi adalah istrinya sendiri, kenapa begitu pelit?.


Sekarang, dia membutuhkan nya, jadi berikan saja!.


Bagaimanapun juga, aku hanya butuh satu!.


Melihat Buah Dewa Abadi yang diserahkan oleh Xuan Yu.


Luo Ruoxi memelototi Xuan Yu, lalu dia mengambilnya dengan cepat.


"Huh!."


Kemudian dia mendengus dingin.


Sudah jelas ada dua buah, kenapa harus dipersulit untuk memberiku satu?.

__ADS_1


Dasar pria bajingan!.


Setelah memelototi Xuan Yu, Luo Ruoxi berbalik berencana untuk pergi, tapi dia menghentikan langkahnua.


"Buah DewaAbadi itu, apakah kamu menggunakan itu untuk pertarungan terakhir nanti?."


Luo Ruoxi bertanya dengan suara yang rendah.


Xuan Yu melakukan beberapa hal-hal aneh baru-baru ini!.


Mungkin itu rencana untuk pertarungan terakhir, rencana untuk melawan Ye Ling, kan?.


Apakah ini benar-benar sebuah rencana?.


"Apakah kamu mengharapkan aku menang, dan takut aku akan kalah?."


Xuan Yu tersenyum hangat dan ingin menghampiri Luo Ruoxi.


"Huh!."


Luo Ruoxi mendengus dingin, lalu dia dengan cepat pergi dari Klan Dewa Abadi.


Dia pergi dengan sangat cepat, seolah dia merasakan bahwa Xuan Yu akan mendekatinya.


Dia sebenarnya memang merasakan itu, makanya dia langsung pergi dengan cepat, takut Xuan Yu akan melakukan sesuatu memalukan seperti terakhir kali.


Aku tentu tidak membenci itu, hanya saja terlalu malu dilihat oleh banyak orang!.


Melihat Luo Ruoxi pergi, Xuan Yu hanya tersenyum.


Sepertinya istriku sedikit berubah!.


Xuan Yu merasakan, bahwa Luo Ruoxi bertingkah seperti seorang istri yang menginginkan lebih perhatian dari sang suami.


Xuan Yu mengesampingkan pemikiran seperti itu, lalu dia melihat kearah Patriark Klan Dewa Abadi.


"Terimakasih!."


Setelah mengatakan hal iru, Xuan Yu membawa Chu Yuena pergi dari sini.


Patriark dan para petinggi dari Klan Dewa Abadi, semuanya berdiri diam ditempat mereka.


Saat ini mereka seperti akan mati lemas


Sekarang, kita tidak mendapat keuntungan apapun, tapi kedua Buah Dewa Abadi diambil!.


Merugi!.


Akhir yang kosong!.


"Kamu gadis bodoh, apa yang telah kemu lakukan?."


Segera Patriark langsung berbalik dan berbicara dengan marah kepada gadis yang memetik buah.


"Kakek Patriark… Aku… Aku…"


Gadis itu hanya bisa menundukan kepala.


Dia ingin berdalih, tapi itu sama sekali tidak bisa.


Karena kebodohan nya sendiri, Klan langsung kehilangan kedu Buah Dewa Abadi.

__ADS_1


"Aku apa? Kamu diam dalam kurungan, diam dalam kurungan selama satu tahun!."


Patriark berkata dengan langsung.


"Apa? Satu tahun?"


Gadis itu tertegun mendengar kata-kata itu.


"Tidak, Kakek Patriark, aku akan mati lemas disana!."


Gadis itu kepada Patriark.


"Biarkan kamu merenungi keselahan mu kali ini! Lalu, jangan lakukan hal bodoh lagi dimasa depan!."


Patriark berkata dengan dingin.


Kali ini, Klan benar-benar mengalami kerugian besar, dan semua ini salah gain bodoh ini!.


"Ok,ok, kakek Patriark aku salah!."


Gadis itu mencoba meminta belas kasih.


"Tapi meski begitu, meski kita kehilangan dua Buah Dewa Abadi, tapi kita juga membuat Raja Kekacauan berhutang satu hutanng budi!."


Mendengar kata-kata itu, Patriark mengangkat alisnya.


"Kamu masih berani berbicara?."


"Kalau begitu dua tahun!."


Patriark berkata dengan marah.


"Tidak… Tidak… Baiklah, satu tahun, Kakek Patriark, aku mengakui kesalahan ku!."


Gadis itu berkata dengan cepat.


Melihat cucu kecil nya, sang Patriark hanya bisa menghela nafas.


"Raja Kekacauan akan menghadapi Ye Ling, sulituntuk mengatakan siapa yang menang dan kalah, kita tidak tau apakah dia masih bisa membalas hutang budi itu!."


Patriark berkata dengan pelan.


"Jika dia berkata untuk membayar kembali, maka dia pasti akan membayar kembali, aku percaya itu!."


Sang Patriark memelototi cucunya itu.


"Baiklah… Aku akan pergi ke kurungan!."


Dia berbalik dengan cepat dan pergi dari sini.


Dia takut, kakek nya akan menambah masa keurungn, lebih baik cepat pergi.


"Huh."


Patriark menghela nafas.


Semoga itu benar-benar terbayar.


Aku tentu berharap Xuan Yu benar-benar menepati kata-katanya untuk membayar hutang budi.


Huh! Sungguh sial hari ini!.

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2