Ingatan Terbangun Diakhir

Ingatan Terbangun Diakhir
CH 81 : Sudah Kuduga


__ADS_3

Semua orang pergi menuju bagian terdalam Pohon Purba karena Xuan Yu.


Dan diluar hanya tersisa Luo Ruoxi dan Chu Yuena, hanya mereka berdua.


Keduanya tentu sangat penasaran apa yang akan dilakukan Xuan Yu.


Pada saat ini, mata indah Luo Ruoxi menatap Chu Yuena.


Dia sudah sejak lama penasaran, apa hubungan gadis ini dengan Xuan Yu?.


Lalu, kenapa Xuan Yu selalu membawa gadis ini kemanapun dia pergi?.


Chu Yuena juga merasakan tatapan Luo Ruoxi, dia lalu melihat Luo Ruoxi dengan tenang, tapi kemudian dia menundukan pandangan nya.


Wanita paling cantik didunia, kenapa dia menatapku?.


Ditatap oleh Luo Ruoxi, Chu Yuena merasa sedikit tidak nyaman.


Kakak, apa yang di inginkan dari ku?.


"Siapa kamu? Apa hubungan nya dengan Xuan Yu?."


Luo Ruoxi berkata dengan tenang.


Jika dia berada didepan Xuan Yu atau orang luar, dia pasti tidak akan menanyakan hal seperti ini, tapi sekarang mereka hanya berdua.


"Aku Chu Yuena… Aku hanya… Aku hanya seorang ahli setrategi miliknya!."


Chu Yuena menjawab dengan suara yang rendah.


"Ahli Setrategi?."


Begitu mendengar kata-kata Chu Yuena, Luo Ruoxi merasa lega dihatinya.


Apa itu hanya ahli setrategi?.


Aku pikir itu memiliki hubungan khusus!.


Jika itu ahli setrategi, mengikuti Xuan Yu bisa di maafkan!.


Lagi pula, kamu harus memberikan Xuan Yu saran dan ide kepan saja!.


Memikirkan ini, Luo Ruoxi merasa lebih lega dihatinya.


Kamu ternyata tidak sepenuh seorang bajingan!.

__ADS_1


Itu bisa di maafkan!.


Sebagai seorang istri, aku tentu peduli tentang Xuan Yu yang memiliki hubungan dengan perempuan lain!.


Bukankah itu wajar untuk peduli?.


Lagi pula aku adalah istrinya!.


………


Saat ini dibagian paling dalam Pohon Purba.


Xuan Yu terbang melewati banyak cabang pohon yang besar, lalu datang kebagian paling dalam dari pohon.


Xuan Yu datang ditempat khusus.


Disini banyak orang dari Klan Dewa Abadi yang kuat sebagai penjaga.


Semuanya menjaga pintu masuk, tapi itu diabaikan oleh Xuan Yu sepenuhnya.


Dia langsung masuk kedalam tempat khusus ini.


Didalam ruang khusus, banyak cabang pohon yang memiliki warna unik dan memancarkan aura kuno saling terjalin.


Dengan berbuah disini, Buah Dewa Abadi tidak seperti buah dari Pohon Purba, melainkan itu seperti jantung dari Pohon Purba.


Pada saat ini, didahan pohon yang memancarkan aura kuno, terlihat buah unik dengan memancarkan aura agung yang sangat luar biasa yang masih menempel.


Hanya saja, buah ini terlihat lebih besar, memiliki warna yang lebih cerah, dan terlihat lebih empuk dari yang ditangan Xuan Yu.


Saat melihat buah itu, Xuan Yu tersenyum ringan.


Sudah kuduga!.


Ini seperti apa yang aku pikirkan!.


Hanya, kenapa Pohon Purba menghasilkan dua Buah Dewa Abadi sekaligus?.


"Tuan Raja Kekacauan, ini…"


Dibelakang Xuan Yu, Patriark Klan Dewa Abadi dan semuanya terbang masuk.


Kemudian mereka terdiam.


Selesai!.

__ADS_1


Pada akhirnya dia melihatnya!.


"Dulu, PohonPurba hanya menghasilkan satu Buah Dewa Abadi, aku tidak menyangka hal ini! Kali ini Pohon Purba menghasilkan dua buah!."


Xuan Yu tersenyum ringan.


"Sepertinya Klan mu ini tidak hanya makmur, tapi juga sangat beruntung! Kalian pasti bisa menjadi lebih kuat dari yang sekarang!."


Xuan Yu berkata dengan ringan.


"Ini… Terimakasih Tuan Raja Kekacauan!."


Patriark Klan Dewa Abadi buru-buru menangkupkan tangan nya kepada Xuan Yu.


"Aku menginginkan dua Buah Dewa Abadi ini!."


Xuan Yu langsung terbang dan memetik Buah Dewa Abadi yang mau matang itu.


"Ini…"


Semua orang dari Klan Dewa Abadi memiliki hati yang terasa kesemutan.


Harta dari Klan Dewa Abadi mereka diambil didepan muka mereka, ini seperti mengambil jantung mereka sacara langsung.


Saat ini, hati semua orang tersa seperti berdarah.


Xuan Yu yang mengambil kedua Buah Dewa Abadi, dia tersenyum seperti tidak bersalah.


"Kalian Klan Dewa Abadi, aku dan kalian tidak memiliki keluhan atau dendam, kali ini… Aku berhutang budi pada kalian!."


Xuan Yu berkata dengan tenang.


Semua orang dari Klan Dewa Abadi memiliki wajah yang sedih.


Bukankah itu hanya kata-kata manis?.


Kami lebih suka kamu tidak memiliki hutang budi kepada kami!.


Tapi apapun yang Xuan Yu lakukan, mereka hanya bisa diam dan tidak bisa berbuat apa-apa, mereka juga tidak berani tidak patuh.


Setelah mengambil dua buah, Xuan Yu terbang keluar.


Semua orang dari Klan Dewa Abadi juga terbang keluar mengikuti Xuan Yu.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2