Ingatan Terbangun Diakhir

Ingatan Terbangun Diakhir
CH 80 : Biarkan Aku Melihat.


__ADS_3

Mendengar kata-kata Luo Ruoxi, Xuan Yu mengangkat alisnya dengan menarik.


"Menyesal?."


"Kamu… Kepercayaan diri tak berdasar, apa yang terjadi dengan mu?."


Xuan Yu menyipitkan mata kepada Luo Ruoxi.


Aku menyesal?.


Kenapa aku harus menyesal?.


Bukankah Luo Ruoxi ini tidak masuk akal?.


Dia terlalu percaya diri!.


Dibawah kepercayaan diri ini, aku mersakan sifat seperti seorang wanita keras kepala yang tidak bisa dijelaskan!.


Apa yang terjadi dengan nya?.


"Pokoknya… Kamu harus memberikan kepadaku!."


Luo Ruoxi berkata dengan dingin.


Dia masih tidak mau memberi tahu Xuan Yu, bahwa dia sedang hamil.


Lagipula, dia memang sudah berencana untuk tidak memberi tahu Xuan Yu.


"Menarik… Aku penasaran, bagaimana kamu bisa membuatku menyesal?."


Xuan Yu tersenyum dengan hangat, dia tidak berencana untuk memberikan kepada Luo Ruoxi.


Buah Dewa Abadi hanya ada satu, dia harus menggunakan itu.


Pada saat ini, gadis dengan rambut di ikat kebelakang tadi, terbang membawa Buah Dewa Abadi.


Itu adalah buah dengan bentuk yang unik, disekelilingnya memancarkan aura emas yang kuat dan kuno.


Aura emas disekeliling Buah Dewa Abadi bisa dilihat dengan mata telanjang.


Namun, saat melihat Buah Dewa Abadi yang ada ditangan gadi itu, ekspresi Patriark langsung tenggelam.


Ini seperti janggutnya akan rontok.

__ADS_1


Dia langsung memelototi gadis itu dengan ganas.


Gadis konyol ini, kenapa dia memilih yang kecil?.


Xuan Yu adalah eksistensi yang hidup dari zaman super kuno!.


Apakah dia tidak tau Buah Dewa Abadi?.


Tentu dia pasti tau!.


Hampir satu juta tahun berlalu, Buah Dewa Abadi pasti hampir matang!.


Tapi dia memilih buah yang masih belum matang!.


Nyatanya, kali ini Pohon Purba menghasilkan dua Buah Dewa Abadi.


Tentang hal itu, hanya Klan Dewa Abadi yang tau.


Akibatnya, saat ini Xuan Yu meminta buah ini, dan selama dia memberikan satu, Xuan Yu pasti akan pergi!.


Akibatnya, cucu kecilnya malah memilih buah yang kecil!.


Kebodohan apa ini?.


Ketika gadis itu melihat tatapan Patriark, dia bereaksi.


Gawat! Aku melakukan kesalahan!.


Saat memetik buah sendiri, dia memilih yang belum matang untuk orang lain, dan yang matang untuk sendiri…


Akibatnya, dia memilih yang masih kecil.


Selesai!.


Aku pasti akan dimarahi sekarang!.


Patriark Klan Dewa Abadi tidak berkata apa-apa kepada Xuan Yu, dia hanya memelototi gadis itu dengan tajam.


Sekarang buahnya sudah disini, tidak mungkin untuk menukarnya!.


Itu hanya akan mengungkapkan!.


"Tuan Raja Kekacauan, ini adalah Buah Dewa Abadi!."

__ADS_1


Patriark Klan Dewa Abadi berkata dengan senatural mungkin.


Lupakan besar atau kecil, yang terpenting yang besar masih ada!.


Namun, mereka tidak tau bahwa Xuan Yu melihat ekspresi mereka tadi.


Dan dia juga tau bahwa satu juta tahun hampir berlalu, tapi buah ini terlihat hampir tidak berumur setengah juta tahun.


Xuan Yu pertama mengambil Buah Dewa Abadi itu, lalu berpura-pura mengamatinya.


"Meski Pohon Purba telah ada sejak zaman yang sangat kuno, tapi aku tidak pernah memperhatikan dengan ceramat! Namun aku pernah melihat buahnya yang telah matang!."


Xuan Yu memandang kearah Patriark Klan Dewa Abadi.


"Sudah hampir satu juta tahun, tapi kenapa buah ini sangat kecil, dan bahkan tidak terlihat seperti berumur setengah juta tahun!."


Begitu kata-kata Xuan Yu jatuh, hati Patriark langsung menegang.


Apakah dia sudah tau?.


Apa yang akan dia lakukan?.


"Bawa aku kesana!."


Xuan Yu berkata kepada Patriark.


"Ini… Buah Dewa Abadi adalah buah yang unik, jadi memerlukan waktu yang sangat lama untuk matang! Dan juga, buah ini tumbuh didalam pohon, jadi buahnya kecil!."


Patriark Klan Dewa Abadi berkata dengan cepat.


"Sepertinya kamu tidak mau, maka aku sendiri yang akan kesana!."


Xuan Yu langsung terbang keatas menuju bagian terdalam Pohon Purba.


Melihat Xuan Yu langsung terbang menuju bagian terdalam Pohon Purba untuk melihat-lihat.


Patriark Klan Dewa Abadi langsung berkata dengan cepat.


"Ini… Tuan Raja Kekacauan… Tidak ada yang bisa dilihat…"


Patriark terbang dibelakang Xuan Yu, dan di ikuti semua petinggi dari Klan Dewa Abadi.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2