
Xuan Yu tidak terlalu peduli dengan kata-kata Shura yang sedikit menyinggungnya.
Karena orang seperti ini adalah orang yang pentas menjadi jendralnya.
Dia tidak suka dengan rumput menunduk saat terkena angin yang ringan.
"Hahaha! Kata-katamu sangat percaya diri!."
Shura tertawa liar.
Dia berbalik menghadap Xuan Yu sambil menggenggam palu besarnya.
"Jika kamu bisa menahan tiga serangan paluku, aku akan ikut denganmu!."
Shura langsung tersenyum selayaknya orang gila.
Dimatanya terlihat jelas niat bertarung yang gila melonjak.
*BOOM!*
Aura Alam Dewa Ekstrime meledak dari tubuh Shura.
Tanpa banyak bicara dia berlari menuju Xuan Yu sambil mengayunkan palu kearahnya.
Palu ini sangat kuat, bahkan Shura bisa menghancurkan dunia dengan hanya sekali ayunan dengan palu itu.
Tapi Xuan Yu yang menghadapi ini, dia dengan ringan mengyunkan tangan.
*DUAR!.*
Punggung tangannya menahan palu Shura.
Ledakan besar berbunyi dengan sangat keras karena tabrakan itu.
Akibatnya seluruh Asura Tower terguncang seakan akan runtuh.
Mersakan guncangan hebat, seluruh orang dari lantai tujuh belas kaget.
"Apa tadi itu?."
"Apa Yang terjadi?."
Semua orang bertanya-tanya, tapi mereka ingat ada seorang yang baru saja masuk kedalam lantai terakhir.
"Siapa orang tadi itu?."
"Dari kekuatan mana dia berasal hingga bisa melakukan ini?!."
__ADS_1
Mereka merasakan bahwa lantai delapan belas akan runtuh.
Jika lantai delapan belas runtuh, maka mereka akan mendapat akibat yang tidak kecil.
Bahkan mungkin fatal.
Dan Yang paling penting siapa orang yang bisa melakukan ini?.
Semua orang lantai tujuh belas dalam kebingungan dan rasa takut.
Dari luar Asura Tower of Chaos, banyak mata yang melihat Tower ini.
Semuanya merasakan guncangan yang kuat.
"Apa ini? Guncangan itu benar-benar sangat menakutkan!."
"Siapa yang bisa mengguncang Asura Tower of Chaos?."
"Ini setara dengan mengguncang delapan belas dunia!."
"Apakah ini Asura King?."
"Tidak… Itu… Aku merasakan aura yang lebih kuat lagi!."
"Raja Kekacauan… Bukankah itu dia? Aku mendengar bahwa dia masuk kedalam Asura Tower of Chaos!."
"Aku mendengar bahwa mereka pernah bertarung sekali dulu!."
"Ini… Tidak… Jika seperti ini maka Asura Tower akan hancur dan akan membuat kita- tidak tapi seluruh benua, dan banyak orang biasa akan mati tertimbun bersama kita!."
"…"
"…"
Banyak suara dari dalam Asura Tower of Chaos, ketakutan dan kecemasan terdengar dari suara itu.
Kembali kelantai delapan belas.
Saat ini, setelah Xuan Yu menahan palu Shura dengan punggung tangannya, dia sedikit memberi sebuah energi kejut.
*BANGG!*
Seketika palu besar itu terpental dan terlepas dari genggaman Shura.
Begitu pula dengan Shura, karena energi kejut Xuan Yu dia terpental kedinding penjara dan jatuh kelantai.
Setelah dia jatuh kelantai batu, dia meghela nafas pendek.
__ADS_1
Kegilaan dimatanya langsung hilang bersamaan dengan auranya.
Kemudian dia berdiri lalu menepuk-nepuk tubuhnya untuk menghilangkan debu.
Dia menggelengkan kepala kemudian meghela nafas pendek.
"Banyak orang bilang bahwa aku adalah petarung, tapi petarung seperti apa ini?."
Shura adalah seorang petarung sejati, tapi saat melawan Xuan Yu dia hancur.
Oleh karena itu, dia tidak bisa membangkitkan kegilaan bertarung dihadapan Xuan Yu.
Xuan Yu benar-benar tarlalu keuat untuk dia lawan!.
Dihadapan kekuatan absolute, apa itu kegilaan?.
Pada saat itu dia pernah melawan Xuan Yu, dan saat itu juga adalah masa jayanya.
Tapi hasilnya adalah kekalahan.
Shura dipukuli hingga hampir mati oleh Xuan Yu.
Tentu dia tidak ingin menguji keberuntungan dengan Xuan Yu.
Jadi sekarang tentu dia tidak ingin bertarung dengan Xuan Yu dengan serius.
Dia ingin mencoba tiga pukulan kepada Xuan Yu.
Tapi itu hanya satu dan bukan tiga.
Karena dengan satu pukulan itu sudah terlihat betapa jauh perbedaan.
Selama ini dia telah berkembang menjadi lebih kuat, tapi itu masih jauh dari Xuan Yu.
Xuan Yu sedikit menganguk kepada Shura, seolah dia puas.
"Kamu benar-benar pantas untuk mengikutiku!."
Xuan Yu berkata dengan ringan kepada Shura.
"Tidak, terimakasih atas kata-katamu merasa bahwa aku memenuhi syarat."
Shura menghela nafas.
"Aku akan mengikutimu… Tapi jika kamu mau meberi tahu saya tentang sesuatu, dan saya akan menjadi jendralmu!."
Shura berkata sambil melihat Xuan Yu dan kata-katanya terdengar serius.
__ADS_1
To Be Continue