
Di puing-puing dunia yang membentuk cincin, ditengah cincin besar itu terlihat bangunan kuno.
Setelah Xuan Yu dan Chu Yuena pergi dari situ, tempat itu menjadi sunyi kembali.
Dalam bangunan kuno, terlihat sesosok wanita dengan rambut putih dan jubah putih.
Ning Xue, sekarang dia sedang melihat kearah dimana Xuan Yu pergi.
Yang tadinya dia sedang meminum anggur seolah urusan Xuan Yu tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Sekarang dia berhenti minum, wajah Ning Xue terlihat serius, itu karena kata-kata yang ditinggalkan oleh Xuan Yu melekat dikepalanya.
"Teman…"
Ning Xue menggumamkan kata-kata itu dengan ekspresi yang rumit.
Kemudian dia meminum anggur lagi dari labunya.
………
Dikehampaan yang tak berujung.
Xuan Yu sekarang terbang dan Chu Yuena mengikuti dibelakang.
"Tuan? Anda barusan bilang… anda tidak memiliki banyak teman?."
"Apakah itu benar?."
Chu Yuena penasaran.
Pasalnya Xuan Yu telah hidup sangat lama dan dia sangat kuat.
Jadi mungkin dia bisa memiliki banyak teman… mungkin.
"Apakah menurutmu banyak orang yang pantas menjadi temanku?."
Xuan Yu bertanya ringan.
"Itu… Tentu saja tidak banyak!."
Chu Yuena menjawab dengan cepat.
Mendengar kata-kata Xuan Yu, dia berpikir.
__ADS_1
Memang betul, bagaimana bisa seorang Raja Kekacauan memiliki banyak orang yang pantas untuk menjadi temannya?.
Setidaknya hanya beberapa orang istimewa yang pantas.
Salah satunya adalah Ning Xue, dia benar-benar pantas untuk menjadi teman Raja Kekacauan!.
"Tapi Tuan… Apakah Ning Xue akan membantu Anda?."
"Anda dan Ning Xue terlihat seperti memiliki kesamaan!."
Chu Yuena berpikir bahwa mereka berdua memiliki kesamaan.
Ya benar… Kesamaan!.
Kesamaan seperti karakter.
Keduanya sama-sama memiliki karakter yang tidak mau tunduk kepada orang lain.
Mereka sama, memiliki rasa superior dalam diri mereka.
"Apakah dia tidak akan membantu? Apakah kamu pikir aku memilih orang yang salah?."
Tanpa melihat kebelakang, Xuan Yu terus terbang kedepan dan bertanya dengan ringan.
Kelompok bawahan yang dia bangunan sendiri, semuanya adalah penghianat.
Itu adalah hal yang pasti dan tidak bisa diubah.
Sekarang dia telah membangunkan ingatan kehidupan lampau, dia akan membangun ulang Pasukan Kekacauan dan kali ini mereka akan setia.
Jadi tentu saja tidak bisa salah lagi memilih seseorang.
Walau Ning Xue hanya sedikit tampil dalam cerita aslinya, tapi sang penulis menjelaskan salah satu sifat Ning Xue.
Bisa dipercaya.
Ning Xue sangat bisa dipercaya dan Xuan Yu sangat yakin akan hal itu.
"Tidak! Tentu saja tidak!."
Chu Yuena menjawab dengan buru-buru dan panik sambil menggelengkan kepada.
Bagaimana bisa penglihatan tuan salah?.
__ADS_1
Xuan Yu tersenyum ringan mendengar itu.
Dia ingin membangun Pasukan Kekacauan yang baru mulai sekarang.
Sebelum perang terjadi, dia telah merencanakan banyak hal.
Kemudian, setelah dia terlihat kembali, itu adalah saat dia akan mencapai puncak lagi.
"Kalau begitu Tuan… Apakah hanya dengan Ning Xue saja bisa menjaga Boneka Iblis Kekacauan?."
Ning Xue memang kuat, diantara seluruh alam Ning Xue termasuk jajaran orang yang paling kuat.
Tapi lawannya adalah Ye Ling, jika Ye Ling yang kekuatannya turun dari Alam Tanpa Batas setelah perang.
Mungkin dia tidak akan mampu mengalahkan Ning Xue.
Tapi bagaimana jika Ye Ling membawa orang kuat bersamanya untuk mendapatkan boneka iblis kekacauan?.
"Ning Xue sangat kuat, bahkan jika kamu melihat dari seluruh alam, dia bisa menjadi yang tak terkalahkan kecuali diriku."
Itu memang fakta.
Ning Xue benar-benar bisa menjadi eksistensi yang tak terkalahkan kecuali untuk Xuan Yu.
Karena Xuan Yu lebih kuat dari Ning Xue.
"Itu adalah kenyataan, Jika Alam Tanpa Batas tidak ada, bahkan untuk diriku membunuh Ning Xue bukanlah hal yang mudah, itu sulit."
Memang Ning Xue tidak sekuat Xuan Yu, tapi jika Xuan Yu ingin membunuhnya, itu benar-benar akan sangat sulit.
"Dengan perlindungan Ning Xue yang menjaga sepuluh ribu Boneka Iblisku, bahkan jika dia dikepung olah banyak orang Alam Dewa Ekstrime, Ning Xue akan sanggup membunuh beberapa dari mereka."
"Tapi…"
Xuan Yu tiba-tiba berhenti, sontak Chu Yuena juga berhenti.
Xuan Yu Berbalik melihat Chu Yuena, lalu dia sedikit tersenyum.
"Tapi kekuatan mana yang mau mengorbankan Alam Dewa Ekstrime?."
Xuan Yu berbicara sambil melihat Chu Yuena.
To Be Continue
__ADS_1