
Singkat cerita, setelah mereka berada didalam mobil afsar. karena afsar yang menyeret Adira setelah Adira izin pulang. mereka hanya terdiam dari 10 menit yang lalu.
"Jadi, apa yang ingin kau jelaskan?" tanya Dira memulai percakapan duluan. setelah bosan terdiam terus. karena afsar tidak memulai pembicaraan.
Afsar menoleh kepada Dira. setelah lama melamun "Menikahlah denganku, tidak, kau harus menikah denganku" perintah Afsar dengan muka datarnya yang menjengkelkan.
"Apa?" kaget Dira dengan tatapan tidak percaya. sepertinya pulang nanti dia harus minum penurun hipertensi. karena kaget terus sepanjang hari ini. terlalu banyak kejutan dalam hidupnya semenjak bertemu pria arogan itu.
"Sudah gila ya?, kita baru saja bertemu secara tidak sengaja dan kau hampir menabrakku, lalu kau memerintahku untuk menikah denganmu?, tidak, tidak, tidak, big no!" seru Dira tanpa jeda. "apa apaan ini?, bisa Sial terus aku jika terus bersama pria arogan ini. mana mukanya datar begitu lagi" ucap Dira dalam hati.
"Hn, maaf nona, tidak ada penolakkan, atau kau ingin restoran ini terkena masalah akibat ulahmu?, silakan pilih" ancaman Afsar. karena dia sudah terlanjur memperkenalkan gadis ini ke kakeknya. apa kata kakeknya nanti bila mereka hilang kontak.
__ADS_1
Muka Dira sudah memerah akibat menahan kesal mendengar ancaman Afsar "kau tidak bisa sesuka hati mengancamku donk!" ucap Dira kesal. dia tidak takut sama sekali dengan pria aneh itu.
"Aku tidak ingin rencanaku gagal akibat kamu" ucap afsar tanpa perasaan.
"Hello!.., aku juga tidak meminta ikut serta untuk berbohong kepada tuan Hariyanto tadi. tapi kamu yang memaksaku, sekarang aku tidak ingin terlibat lebih jauh lagi, aku ingin pulang sendiri saja" ucap ketus Dira lalu memanggul tas punggungnya. dan keluar dari mobil Afsar. walau mobil itu mewah dan lebih nyaman tapi dia tidak ingin satu mobil dengan pria mengesalkan itu.
Afsar tidak mencegah Dira keluar dari mobilnya. tapi dia terus melihat punggung gadis itu tajam. sampai Dira mencegah taksi dan pergi dengan taksi itu.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️💛💛💛💛💛
Dengan malas Adira menuju kekantin kampusnya. ia sangat lelah sepulang kerja semalam. dan rasanya ia ingin tidur saja di kasurnya. tapi dia tidak ingin ketinggalan mata pelajaran.
__ADS_1
"Hoam" Adira menguap sambil menutup mulutnya dengan tangan kirinya yang putih bersih.
"Adira" panggil seseorang yang ternyata Dion sambil tersenyum tulus kepada Dira.
Adira menoleh dengan mata ngantuk dan rambutnya dibiarkan terurai "oh, Dion, ada apa?" tanya Dira sambil mengerutkan alisnya. dan sepertinya Dira lupa dengan janji soal memberi Dion jawaban dengan pernyataan cinta Dion tempoh hari ditaman kampus mereka.
Dion terpesona melihat penampilan Dira dan ia jadi grogi. walau Dira terlihat mengantuk dan berpenampilan seadanya. tapi percayalah Dira terlihat bertambah cantik dan seksi.
Dion menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. sambil melihat beberapa orang yang lewat. menatap mereka penasaran "hmm.., Dira, aku ingin jawabanmu sekarang juga" ucap lirih Dion tapi masih bisa Dira dengar. dion sedang menagih janjinya.
ngantuk Dira hilang seketika mendengar perkataan Dion, Dira jadi merasa tidak enak berbicara kalau dia tidak ingin pacaran. tapi ia harus jujur supaya tidak menggantung perasaan seseorang. karena itu menyakitkan sekali rasanya
__ADS_1
Dira berdiri menghadap Dion dan memasang wajah serius "maaf Dion, aku tidak ingin pelajaranku terganggung dengan berpacaran. jadi aku harap kau memakluminya" ucap Dira jujur dan mempertegaskan. supaya Dion bisa memahaminya.