INI KAH CINTA

INI KAH CINTA
Episode 3


__ADS_3

"Dira, Kau kemanakan semua makanan itu?" tanya lina takjub.


"Ehehe, Aku memang sedang lapar sekali lina terima kasih ya makanannya" adira hanya bisa nyengir ditanya begitu oleh sahabatnya lina.


Lina menggelengkan kepalanya melihat dira seperti tidak makan selama satu minggu.


"Ternyata kau tidak berubah ya dari dulu" ucap lina.


"Memangnya kenapa aku harus berubah?" tanya dira.


"Issh, kau ini kan perempuan bagaimana bisa dapat cowok kalau kamu makannya seperti itu?" canda lina.


"Tenang saja lina walaupun aku seperti ini tapi buktinya banyak yang nyatakan cinta kepadaku" jawab dira sambil tersenyum manis sekali.


Lina hanya bisa berdecak melihat senyuman maut adira dan memang kenyataannya walaupun adira itu suka sembrono dan agak barbar tapi sikap polos manisnya itu yang bikin menarik dari sahabatnya makanya cowok cowok dikampus mereka banyak yang naksir sama dira.


"Iya dech aku ngaku kalah tapi anggun dikit lah. nanti kalau kau dapat cowok jangan seperti itu loh malu maluin apa lagi kalau cowok tajir" ucap lina bercanda.


"Apaan sih lina. Lagian mana mau cowok tajir sama cewek kere seperti aku ini jangan ketinggian dech halunya" ucap dira tertawa.

__ADS_1


"Sebentar aku sumpahin kamu dapat cowok tajir baru tau rasa kamu" ujar lina bercanda lagi.


"Apaan sih, Oh ya apa kabar kamu di london?" tanya adira mengalihkan pembicaraan.


"Maksud kamu adrian?" tanya lina balik.


"Iya iya lah, Memangnya cowok kamu ada berapa lina sudiro" ujar adira gemas.


Lina hanya nyengir lalu memasang muka sedih "entah lah dira sudah beberapa hari ini adrian jarang sekali kasih kabar lagi."


"Mungkin adrian hanya sedang sibuk saja kan dia sudah mau lulus" hibur adira.


"Hey, jangan sedih begitu donk maaf aku salah bertanya soal adrian. ayo kita masuk ke kampus" ucap adira sambil tersenyum manis dia merasa bersalah bertanya tentang adrian karena rupanya adrian sudah jarang ngasih kabar sama sahabatnya.


"Tidak apa apa kok, ayo kita masuk" ucap lina tersenyum lagi.


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Malam harinya dirumah afsar yang megah bak istana yang hanya ditinggali oleh afsar dan kakeknya hardiyanto juga para pelayan yang siap duapuluh empat jam.

__ADS_1


Kakaknya afsar juga belum kembali ke canada makanya sekarang mereka lagi makan bersama dimeja yang panjang mewah dan terbuat dari kaca yang tebal kursinya pun ada dua belas dan hanya diduduki oleh mereka bertiga saja dengan para pelayan berbaris dibelakang mereka.


Hanya ada suara sendok yang terdengar selama mereka makan sampai afkar berbicara.


"Apa kakek tak ingin ikut afkar ke canada?" tanya afkar tiba tiba belum sempat kakeknya menjawab.


"Tuk, Aku sudah selesai" ujar afsar tiba tiba membuat semuanya orang disitu menoleh padanya afsar berdiri sambil mengelap mulutnya dengan kain yang sudah tersedia diatas meja makan dan naik kelantai dua.


Afkar dan sang kakek hanya bisa menghela nafas sedih melihat tingkah afsar yang sensitif jika mendengar canada atau mengenai sang ayah.


"Kakek, sampai kapan afsar bertingkah begitu" ucap afkar hilang selera untuk makan lagi.


"Huh, entahlah afkar kita hanya bisa bersabar dengan adikmu itu pasti suatu hari nanti dia akan mengerti" ujar kakek hariyanto.


"Semoga saja kakek,"


"Ayo habiskan makananmu" ujar lagi sang kakek sambil tersenyum menenangkan kepada cucu pertamanya dan mereka lanjut makan lagi,


JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN YA..

__ADS_1


MOHON SARAN DAN KRITIKNYA


__ADS_2