
Sesampainya adira di halte bus setelah bus datang adira bergegas naik dan lagi lagi adira jadi pusat perhatian walaupun berpenampilan sederhana tapi dia tak menghiraukannya ia ingin naik taksi pun mahal jadi ini caranya ia menghemat uang jajannya.
Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu 15 menit ia pun sampai dikampusnya.
Seorang pria menghampiri adira yang jika dilihat dari pakaiannya ia anak orang kaya.
"Adira" ucap pria itu yang ternyata dion sudiro salah satu pelajar dikampus itu juga tapi dia di fakultas kedokteran.
"Dion. Ada apa?" tanya dira heran karena tumben dion sudiro yang termasuk anak orang kaya dikampus mereka mengajaknya bicara.
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" jawab dion agak gugup karena adira terlihat cantik sekali.
"Memangnya ada apa?"tanya dira melihat aneh kearah dion.
"Jangan disini" ucap dion.
"Nanti saja ya aku lagi buru buru nih soalnya ada kuliah pagi. Dah" ucap adira sambil berlalu pergi.
Dion hanya bisa menghela nafas kecewa melihat kepergian adira.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Dikantor afsar sedang serius bekerja lalu ponsel mahalnya berdering.
Drrt..drrt..drrt.. Ia pun menghentikan aktivitasnya sejenak hanya untuk melihat ponselnya yang berdering menandakan ada yang telpon.
__ADS_1
"Hallo kakek ada apa?" tanya afsar yang ternyata kakek hariyanto yang menelponnya.
Lalu terdengar lah suara kakeknya yang sedang tertawa pelan "apa kakek mengganggumu?" tanya kakek basa basi.
"Tidak usah basa basi kek ada apa?" tanya afsar nada tidak sabar karena kerjanya terbengkalai
"Cucuku ini susah sekali diajak bercanda" ucap kakek tertawa pelan lagi.
Afsar hanya mendengus mendengar kakeknya berbicara begitu.
"Baik lah kakek hanya ingin bilang jangan lembur, pulang lah waktu makan malam ada yang kakek ingin bicarakan sama kamu. Ucap sang kakek cepat karena mendengar afsar seperti tidak sabar menunggu ia bicara.
"Hn, baik lah kek" ucap afsar to the point tanpa rasa curiga Lalu mematikan telponnya.
ia pun menelpon sekretaris raditya "Ke ruanganku segera" ucap afsar tegas lalu menutup telpon seenaknya.
Sesampainya diruangan tuan mudanya tak lupa mengetuk pintu.
Tok tok tok.
"Masuk" ucap afsar tegas.
Lalu sekretaris raditya pun masuk dan berdiri tegap dihadapan tuan mudanya.
"Ada apa tuan muda?" tanya sekretaris raditya.
__ADS_1
"Mana dokumennya" ucap afsar datar.
"Ini tuan muda" sekretaris raditya menyerahkan dokumen itu ke tangan tuan mudanya.
Afsar membuka dokumennya dan ia pun merasa puas dengan hasil kerja sekretarisnya.
" Hn, Keluarlah dan aku ingin kau menyelesaikan semuanya nanti karena aku ada urusan" perintah afsar.
"Memangnya ada urusan apa tuan muda?" tanya sekretaris raditya heran.
"Bukan urusanmu" ucap afsar datar.
"Baik lah tuan muda, saya pamit dulu tuan muda" ujar sekretaris raditya kecewa.
"Hn."
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Sementara dirumah megah hariyanto ia sedang berada diruangan kerjanya bersama pak amir.
"Ahaha, kau dengar itu amir?, cucuku itu keras kepala sekali.
"Tuan, apakah tuan muda bersedia jika tuan ingin tuan muda segera menikah?" tanya amir ragu.
"Ahaha, tenang saja amir aku akan pastikan cucuku itu bersedia untuk menikah" jawab kakek hariyanto dengan tertawa.
__ADS_1
MOHON SARAN DAN KRITIKNYA YA..😊😊