INI KAH CINTA

INI KAH CINTA
Episode 6


__ADS_3

Digerbang kampus adira dan lina sudah mau pulang lalu dion menghampiri mereka.


"Dira apa sekarang kau punya waktu?, aku ingin bicara denganmu tapi jangan disini ya" tanya dion sambil tersenyum dan menatap kedua gadis cantik itu.


"Kalau begitu aku tunggu diparkir ya, dah" ucap lina faham arti senyuman dion kepadanya yang ingin bicara empat mata dengan sahabatnya.


"Ayo" ajak dion ketaman kampus yang sedang sepi saat itu.


"Ada apa kenapa seperti penting sekali?" tanya dira penasaran.


Dion langsung jadi gugup untuk berbicara ia menghela nafas supaya mengurangi kegugupannya dengan memantapkan hati ia mulai bicara.


"Dira sebenarnya aku menyukaimu mau kah kau menjadi kekasihku?" dion lega karena berhasil mengutarakan perasaannya yang susah payah dia ucapkan.


Adira merasa agak kaget dan serba salah karena dia tidak bisa membalas perasaan dion karena mereka memang tidak pernah akrab sebelumnya dan kadang hanya berpapasan saja.


Belum sempat dia bicara dion sudah bicara duluan.


"Jangan jawab sekarang kau bisa pikir dulu maaf kalau aku membuatmu kaget karena kita pun kurang akrab sebelumnya pasti kau merasa aneh tapi aku sudah lama memperhatikanmu dan mengagumimu secara diam diam" ucap dion cepat.


Adira tidak tau harus merespon seperti apa dia hanya bisa terdiam.


"Kalau begitu aku pergi dulu" pamit dion sambil tersenyum.


Setelah dion pergi adira kembali ke tempat parkir dimana lina sedang menunggunya sesampainya ditempat parkir adira melihat lina sedang menunggunya sambil bersandar dimobil mewahnya.


"Kau berhutang cerita denganku adira nanda" ujar lina dengan tatapan menyelidiki.


Adira hanya bisa meringis mendengar ucapan lina.


"Ayo aku hantar ketempat kerjamu" ucap lina sambil memasuki kereta mewahnya lalu adira pun masuk.


Ya adira bekerja part time direstoran mewah yang agak dekat dari kos kosannya sebagai pelayan karena adira tidak ingin terlalu merepotkan orangtuanya didesa dan gajinya pun lumayan untuk bayar kosannya dan jajannya sehari hari.

__ADS_1


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Mobil afsar memasuki halaman rumahnya yang luas sekitar Pukul tujuh malam dan didepan pintu pak amir sudah menunggu untuk menyambutnya pulang.


Mobil mewahnya pun berhenti dan afsar pun keluar dari mobil dan masih terlihat tampan setelah seharian bekerja.


"Selamat datang tuan muda" ucap amir datar dan berdiri tegak.


"Hn, dimana kakek?" tanya afsar dan berjalan masuk ke rumahnya sambil membuka jas mahalnya pak amir hanya mengikutinya dari belakang.


"Tuan besar sudah menunggu anda diruang makan bersama tuan muda afkar, tuan muda" jawab pak amir.


"Hn, bagi tahu kakek aku mandi dulu" ucap afsar sambil menaiki tangga menuju ke kamarnya dilantai dua.


"Baik" jawab pak amir dan hanya menghantar sampai depan ujung tangga saja.


Pak amir kembali ke ruang makan dan berdiri didekat kakek hariyanto yang sedang berbicara dengan afkar cucu pertamanya.


"Hmm" jawab kakek hariyanto.


"Kakek apa ini tidak terlalu cepat?" tanya afkar kepada kakeknya mengenai pernikahan adiknya.


"Kalau begitu kau saja yang menikah duluan?" ucap kakek hariyanto membuat afkar bungkam seketika.


"Bukan kah kau sudah sepantasnya menikah umurmu sudah 28 tahun" ujar kakek hariyanto lagi.


"Maaf kek aku masih ingin sendiri" jawab afkar karena entah kenapa dia masih senang melajang mungkin karena belum menemui gadis yang tepat.


"Makanya biarkan kakek bicara dengan afsar soal ini dan kakek pastikan dia akan setuju" ujar lagi kakek hariyanto dengan senyuman misteriusnya membuat afkar merinding pak amir dan afkar hanya pasrah serta percaya dengan rencana kakek hariyanto.


Afsar pun datang dengan memakai kaos putih serta celana pendek warna hitam terlihat sederhana tapi karena afsar yang memakainya jadi terlihat wah karena tubuh afsar atletis tinggi semampai seperti model tapi sayang afsar terlalu kaku.


Selesai mereka makan mereka pun berkumpul diruang tamu dan hariyanto duduk disofa single serta pak amir berdiri dibelakangnya dan afsar duduk bersama sang kakak disofa panjang.

__ADS_1


"Kakek ingin bicara apa?" tanya afsar dengan muka datarnya.


"Menikah lah" ucap kakek hariyanto tiba tiba membuat afsar mengernyitkan alisnya yang tebal.


"Kenapa tiba tiba?, aku masih muda kakek kenapa bukan kakak saja yang menikah?" tanya afsar mulai kesal.


"Kakek sudah tua dan kakakmu pun tidak tinggal disini walau kakakmu menikah nanti pasti dia akan tinggal di canada bersama istri dan ayah kalian" jawab kakek hariyanto dengan lancar.


"Tapi kek."


"Kakek ingin rumah ini tidak sepi lagi dengan adanya istri dan anakmu kelak dirumah ini" sela cepat kakek afsar memasang raut sedihnya karena kakek hariyanto yakin walaupun cucunya itu keras kepala tapi ia selalu tidak tega menolak keinginan kakeknya.


Afsar hanya diam merenungi ucapan kakeknya.


Melihat cucunya mulai melunak ia tersenyum samar. "kakek tunggu keputusanmu besok direstoran adijaya pukul tujuh malam dan jangan terlambat ya pastikan kau membawa calon istrimu itu dan kalau kau datang sendiri berarti kau ingin kakek mencarikan jodoh untukmu" ujar lagi kakek hariyanto membuat orang kaget dengan perkataannya dan pergi meninggalkan cucu cucunya diikuti oleh pak amir.


Restoran adijaya adalah restoran favorit kakek hariyanto sejak dari mendiang istrinya masih hidup iaitu nenek afkar dan afsar salah satu restoran mereka juga dulu mereka sering kesitu tapi semenjak istrinya meninggal ia sudah jarang datang ke restoran itu lagi.


"Maaf afsar jika kakak tak bisa mencegah keinginan kakek aku tau bahwa kau tidak memiliki calon istri bagaimana mungkin kakek memintamu membawanya pikirkan lah matang matang karena ini mengenai masa depanmu nanti" ucap afkar merasa bersalah kepada adiknya.


"Hn, akan aku pikirkan" ucap afsar masih merenungi nasibnya besok bagaimana dan siapa gadis yang harus dia bawa ke restoran besok malam karena dia tak punya teman wanita satu pun dikarenakan dia tidak senang berbaur dan tidak punya selera humoris bukannya ia tidak laku justru para wanita perebut untuk mendapat afsar tapi dia sangat risih dengan para wanita itu .


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Adira masih sibuk bekerja melayani para pelanggan direstoran adijaya padahal waktu sudah pukul 8:43 menit adira akan selesai bekerja pukul 9:00 malam karena restoran adijaya akan tutup jam sembilan malam manager restoran itu sangat baik hingga menerimanya kerja part time disitu dengan mengatur jadwalnya jika adira ada kuliah petang makan dia masuk pagi di pukul 8:00 karena restoran buka jam begitu dan jika dia ada kuliah pagi makan dia akan kerja sampai malam seperti sekarang ini.


Adira merasa bersyukur karena ia bisa diterima kerja part time disini disaat dira sedang sibuk melayani pelanggan teman kerjanya memanggilnya.


"Dira manager memanggilmu" ucap rika salah satu pelayan sepertinya direstoran itu


"Hah?, baik lah aku segera kesana" ujar adira sambil tersenyum kepada rika.


MOHON SARAN DAN KRITIKNYA JANGAN LUPA LIKE DAN COMEN YA😊😊

__ADS_1


__ADS_2