
Diwaktu yang sama tapi ditempat yang berbeda terlihat lah gadis cantik yang sedang tergesa gesa berlari untuk sampai dikampusnya.
Yup adira nanda seorang gadis cantik berumur 21 tahun dengan tinggi badan 165 cm adalah salah satu mahasiswi dengan biasiswa berprestasi dikampus.
Adira gadis yang hidup sederhana dikos kosannya dan jauh dari orang tuanya karena orang tuanya tidak suka hidup dikota yang serba biaya dan mahal.
Ayahnya seorang petani dan ibunya punya toko kue didepan rumahnya,
Disaat adira hampir sampai dia melihat teman akrabnya lina yang sudah menunggunya dari tadi.
"Lina!" seru adira sambil tersenyum kepada lina dan terlihat lah lesung pipi kanannya.
Dan lina pun menoleh karena ada seseorang memanggilnya yang ternyata adira.
Lina adalah sahabat adira sejak dari SMA tapi lina anak orang kaya dan tua beberapa bulan dari dira itu lah pembawaan lina lebih dewasa daripada adira
"Dira. tumben kau terlambat"? Sambut lina dengan heran karena temannya itu tidak pernah datang terlambat sebelumnya.
"Iya nih karena bergadang semalaman buat tugas kampus" ucap dira dengan wajah lelahnya karena buru buru tadi.
__ADS_1
"Hehehe. Memangnya tugasmu itu susah amat ya sampai membuat kau lembur?. Biasanya juga santai karena kau kan pintar" ucap lina heran.
"Iya tapi ini kan beda mana tugas dari guru killer wong lagi" ucap dira lirih.
"Iya dech iya dech. Nanti aja lanjut curhatnya kita hampir telat nih ayo" lina menarik tangan dira masuk kekampus.
"Nanti aku traktir dech kau bisa pesan apa saja supaya semangat lagi belajarnya" ucap lina sambil tersenyum.
"Hah. Benar kah?. Ok nanti aku akan pesan sepuasku sampai kau bangkrut hahaha" ucap dira main main dan menjadi pusat perhatian orang orang dikampus karena dira diam saja dia sudah cantik apa lagi kalau tertawa.
"Hush. Jangan tertawa seperti itu kan malu jadi pusat perhatian" ujar lina malu melihat sekeliling mereka.
Dira hanya bisa nyengir sambil melihat lina "Ehehe. Maaf dech,
Afsar baru saja selesai meeting dengan karyawannya dan moodnya kurang baik semenjak kakaknya datang tadi.
Afsar duduk termenung lagi dikursi kebanggaannya Lalu raditya menghampirinya " tuan muda. Anda baik baik saja?" tanya raditya.
"Hn" jawab afsar kurang jelas karena dia memang irit bicara apa lagi kurang mood.
__ADS_1
Tapi raditya yang sudah lama mengenal afsar tahu kalau tuan mudanya kurang baik semenjak tuan muda afkar datang tadi.
Raditya melihat jam tangannya dan melihat pukul 12:54 menit dan mereka belum makan tengah hari
" Tuan muda. waktunya istirahat tuan muda ingin makan apa?" tanya sekretaris raditya sambil menunggu tuan mudanya berbicara.
"Aku ingin sediri dulu pergi lah" ujar afsar menutup matanya sambil bersandar dikursinya.
"Tapi aku akan pergi jika tuan muda ingin makan apa" ucap sekretaris raditya.
"huh. Pesankan aku apa saja" jawab afsar mendenguskan nafasnya sambil membuka matanya dan menatap raditya tajam karena dia tau sekretaris raditya tidak akan pergi sebelum dia makan.
"Baik tuan muda" ucap sekretaris raditya tersenyum lega.
Setelah sekretaris raditya pergi dia bersandar sambil menutup matanya lagi,
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Lina hanya bisa melihat dira dengan takjub karena bisa menghabiskan dua mangkok bakso porsi besar.
__ADS_1
Adira bersendawa dan baru lah lina tersadar dari keterpanaannya.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA MOHON SARAN DAN KRITIKNYA YA😊😊