INI KAH CINTA

INI KAH CINTA
Episode 4


__ADS_3

Esok harinya didalam kamar afsar sudah segar rapi dan wangi semangkin terlihat menawan berdiri didepan kaca seukuran badan sedang memakai dasinya.


Tok tok tok.


"Masuk lah" perintah afsar dan pintu kamar afsar pun terbuka terlihat lah pria parubaya berusia 46 tahun yang ternyata kepala pelayan dirumah itu.


"Tuan muda. Tuan besar sudah menunggu anda dimeja makan" ucap pak amir.


"Hn" afsar hanya menggumam tidak jelas dan memasang jam tangannya yang terlihat mahal.


"kalau tidak lagi yang anda inginkan Saya pamit dulu tuan muda" ujar pak amir sedikit menunduk.


"Hn" respon afsar.


Pak amir pergi dari depan kamar tuan muda dengan agak sedih pak amir merasa rumah utama keluarga hariyanto semangkin sepi dan suram semenjak nyonya riana iaitu ibu tuan mudanya.


Sesampainya dimeja makan pak amir berdiri disamping agak belakang dari tuan besar hariyanto dengan tegap pak amir berbicara pelan.


"Tuan, tuan muda sudah mau turun."

__ADS_1


"Hmm, amir bukan kah cucuku itu sudah pantas memiliki pasangan supaya rumah ini tidak terlihat suram lagi?" ucap hariyanto tiba tiba meminta saran dari kepala pelayan yang sudah lama mengabdi kepadanya dengan tenang sambil menunggu cucunya.


"Tuan, bukan kah tuan muda masih berumur 25 tahun?" ucap pak amir dengan nada khawatir karena dia sudah menganggap semua cucu tuan besarnya seperti anaknya sendiri.


"Tapi bagiku cucuku itu sudah cocok untuk menikah" jawab hariyanto sambil tersenyum.


"Saya ikut keputusan anda saja tuan" ucap pak amir pasrah.


"Jangan khawatir amir aku yakin dia akan berubah setelah menikah nanti" ucap hariyanto.


"Siapa yang mau menikah?" tanya afsar tiba tiba muncul bersama kakaknya.


"Duduk lah kita sarapan dulu" ujar kakek hariyanto dengan tenang mengalihkan pembicaraan mereka.


"Hn," afsar bergumam walaupun afsar terlihat cuek dengan sang kakek tapi afsar sangat menyayangi kakeknya itu karena hanya kakek yang bersamanya semenjak ibunya meninggal serta ayah dan kakaknya pindah ke canada cuma ia bukan orang yang pandai menunjukkan perasaannya seperti kakaknya yang murah senyum itu.


"Baik kakek" ucap afkar dengan senyum menawannya dan mereka pun makan dengan tenang tanpa bicara lagi.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒

__ADS_1


Adira sudah bangun pagi pagi untuk bersiap karena ada kuliah pagi ia sudah mandi dan terlihat menawan dengan baju casual dan celana jeansnya rambut gelombangnya ia ikat tinggi ia sedang memasak didapur untuk sarapan paginya karena mau tidak mau ia harus hidup mandiri karena hidup jauh dari orang tuanya.


Drrt.. Drrt.. Drrt..


Ponselnya berdering diatas meja makannya yang mungil "hallo, ibu ada apa telepon pagi pagi?" tanya dira setelah melihat ibunya yang menelpon.


Dan terdengar lah suara ibunya yang lembut "kok kamu bicara begitu sih nak gak kangen sama ibu?"


"Ya kangen sih bu cuman adira lagi ada kuliah pagi makanya adira lagi mau sarapan nih" jawab adira lembut.


"Iya ibu ngerti kok cuman ibu mau tanya dira saja apa uang saku dira masih cukup?" tanya ibunya dira.


"Masih cukup kok ibu jangan khawatir.." jawab dira lagi.


"Ya sudah kalau begitu nanti ibu telpon lagi jangan lupa jaga diri kamu baik baik dan kesehatan kamu ya nak" ujar ibu dira lagi.


"Iya bu salam ku sama ayah ya bu. Dah" ucap dira dengan nada rindu.


MOHON SARAN DAN KRITIKNYA YA😊😊

__ADS_1


__ADS_2