
Saat Afsar memasuki ruang VIP itu ia melihat kakeknya berbicara dengan gadis muda dan sangat cantik.
Kedua orang berbeda genre itu serentak menoleh kearah Afsar ketika ia membuka pintu ruangan itu. Afsar merasa wajah gadis itu seperti tidak asing baginya.
"Owh, kau sudah datang rupanya" kata kakek Hariyanto dengan cucu kesayangannya "dan kakek sudah berharap kau membawa pacarmu kesini." ucapnya ketika melihat cucunya datang sendiri.
"kemari lah, duduk disini" ucap lagi Hariyanto kepada sang cucu. yang masih saja berdiri mematung.
"K-kau, tuan arogan itu!" ucap Dira kaget melihat afsar. pria yang membuatnya kesal seharian.
"Apa kalian sudah saling kenal?" tanya Hariyanto penasaran. ketika gadis pelayan itu mengatai cucunya arogan. dengan rasa kaget yang terlihat jelas diwajah cantiknya.
Tiba tiba Afsar mendapatkan ide untuk menjadikan Adira sebagai pacar palsunya.
"sayang, ternyata kau yang melayani kakekku ya disini" ucap Afsar lembut. memulai aktingnya. belum sempat Dira bicara ia sudah berjalan cepat kepada Dira, dan langsung memeluk bahu Dira dengan erat.
Dira dan kakek kaget dengan tingkah Afsar yang lembut kepada Dira. karena tadi siang pria menyebalkan itu terlihat sombong sekali ketika berbicara padanya.
"A-apa?, apa mak?" belum sempat Dira habis bicara.
Dengan cepat Afsar menyelanya "aku minta maaf sayang, karena tadi pagi itu aku sedang tidak mood. makanya aku keceplosan marah padamu" ucap Afsar sambil tersenyum manis pada Dira. berharap Dira mau membantunya kali ini.
Dira hanya bisa tergagap didalam pelukan Afsar. menatap Afsar aneh. ia ingin sekali menepis tangan lancang pria aneh itu, tapi ia tidak ingin tuan Hariyanto tersinggung dengan tindakannya
Afsar melihat kakeknya lagi dengan senyum menawannya "kakek, gadis manis dihadapan kakek ini, pacar Afsar, kek" ujar Afsar lancar tanpa ragu sedikit pun. padahal tanpa ia sadari. dia akan membuat dirinya semangkin terikat dengan gadis itu.
Dira langsung melongo melihat Afsar berakting dengan baik didepan tuan Hariyanto. padahal mereka tidak saling kenal sebelumnya, malahan mereka terlibat perdebatan tadi.
Kakek Hariyanto masih curiga dengan mereka "benar kah,?"
"Iya kakek, dan namanya..." Afsar menatap Adira yang lebih pendek darinya seperti meminta bantuan. tapi Dira kurang peka. lalu Afsar tidak sengaja melihat nametag Dira.
__ADS_1
"Adira nanda, kek" ucap Afsar lega. dan ia perlu diskusi masalah ini dengan gadis itu nanti. melihat gadis itu. sepertinya ia orang yang keras kepala.
"oh ya,? lalu kenapa kau tidak pernah perkenalkan pacarmu ini kepada kakek?" tanya Hariyanto masih kaget dan penasaran.
Dira berkeringan dingin dengan pembicaraan antara kakek dan cucu gilanya itu.
"Kakek, dia sangat pemalu dan kami masih menunggu waktu yang tepat untuk memperkenalkan antara Adira dan kakek, benarkan sayang?" tanya Afsar semangkin gila dengan idenya.
dengan terpaksa Dira mengikuti akting Afsar, karena ditatap oleh pria berbeda usia dengan tatapan, yang satu berharap dan yang satu penuh tanda tanya.
"I-iya kakek, karena kami pun belum lama berhubungan, ehehehe" ucap Dira dan tertawa paksa.
Mereka saling menatap. dan Dira seperti berbicara melalui tatapan matanya. kau berhutang budi padaku.
Afsar menoleh kepada kakeknya lagi. meyakinkan sang kakek lewat tatapannya yang tegas.
"Baik lah, kakek percaya, duduk lah, kita berbincang bincang dulu untuk saling mengakrabkan diri, bukan begitu Adira?" senyum Hariyanto.
"sayang, tidak usah malu lagi sama kakek, cepat atau lambat kita juga harus memberi tahu kakek kan" ucap Afsar semangkin menggila dengan aktingnya.
Dira menatap tajam Afsar sesaat, lalu tertawa paksa lagi "ehehe, iya sayang" ia seperti diseret oleh Afsar. lalu Afsar mendudukkannya dikursi depan kakeknya dengan rasa canggung. Afsar pun menarik kursi disebelahnya.
Ketika melihat kakek ingin menuangkan teh untuk mereka berdua. Dira ingin mengambil ahli cangkir itu. tapi Afsar menarik tangannya yang ada dipangkuannya. ia merasa tidak enak diperlakukan seperti itu oleh tuan Hariyanto.
"Minum lah, jangan gugup begitu nak Dira" ucap Hariyanto ramah.
"Iya tuan" ucap Dira canggung.
"Kenapa memanggilku begitu,? panggil kakek saja" ucap Hariyanto berwibawa. Afsar langsung menatap kakeknya kaget. karena kakeknya begitu muda percaya pada akting mereka. ia jadi serba salah.
"B-baik kakek" Dira pun merasa serba salah karena sudah ikut berbohong pada Hariyanto.
__ADS_1
Mereka pun mulai meminum teh hijau yang dituangkan untuk mereka. "Jadi.. kapan kalian menikah?"
Brusss!
Uhuk! uhuk!. Dira langsung menyemburkan teh hijau dari mulutnya dengan tidak elitnya.
Afsar langsung mengambil tisu di meja. dan mengelap air di mulut Dira serta bajunya.
"Hati hati minumnya sayang" ucap Afsar agak panik. melihat Dira kaget dengan perkataan kakeknya.
"Pelan pelan minumnya nak Dira" ucap kakek khawatir dengan reaksi Dira tadi. padahal semua itu terjadi gara gara dia juga.yang bertanya langsung to the point.
"Aku baik baik saja, kakek jangan khawatir, tehnya tadi agak panas, kek" ucap Dira bohong. sambil membantu Afsar mengelap dengan paniknya. ia malu sekali. hanya karena kaget mendengar perkataan kakek Hariyanto. ia langsung menyemburkan air yang ada didalam mulutnya. untung tidak terkena kakek Hariyanto.ia tidak tahu apa yang terjadi kepadanya jika menyembur teh ke wajah kakek Hariyanto tadi. ia menunduk dan menutup matanya karena malu. wajahnya sampai memerah.
Bajunya agak basah dibagian depan. "sebaiknya kau menukar baju ya?" ucap Afsar pura pura perhatian lagi.
"Iya nak Dira, bajumu agak basah, pasti tidak nyaman" ucap Hariyanto masih khawatir.
"Tidak usah kakek, ini tidak seberapa basah kok" kata Dira cepat. ia tidak mau merepotkan lagi. cukup dia sudah malu tadi.
"Kalau begitu kita makan sekarang ya, pelayan!" seru Afsar karena tidak mau Dira semangkin malu dengan keadaannya sekarang.
masuk lah asisten nona Selly. dan mengerutkan alisnya heran melihat Dira bisa duduk bersama orang yang mereka hormati. Dira hanya melihatnya dengan tatapan tidak enak. karena bukannya ia disuruh melayani tamu terhormati mereka. tapi malah dia yang dilayani.
"Ada yang bisa kami bantu tuan muda?" tanya asisten Selly dengan sopan.
"kami ingin pesan makan malam, sayang kau ingin pesan apa?" perkataan Afsar membuat asisten Selly kaget. terlihat dari matanya yang agak melotot sesaat tadi.
sedang kakek Hariyanto hanya tersenyum melihat Afsar agak melunak kepada gadis manis itu.
"A-apa saja, sayang" ucap Dira segan karena asisten nona Selly yang melayani mereka. perkataan Dira semangkin membuat asisten nona Selly melongo.
__ADS_1
Asisten nona Selly segera sadar dari rasa kagetnya dengan menggelengkan kepadanya.