INI KAH CINTA

INI KAH CINTA
Episode 11


__ADS_3

Dion masih menatap Dira dengan kecewa. tapi dia juga tidak ingin memaksa Dira untuk menerimanya. karena dia tahu perasaan tidak bisa dipaksakan.


Dion tersenyum tegar "baiklah, aku mengerti, maaf sudah membuang waktumu" ucap Dion


Adira pun tersenyum senang karena Dion mau mengerti perasaannya "kau tidak membuang waktuku kok, jika kau mau kita bisa jadi teman" ucap Dira sambil mengulurkan tangan untuk salam bertemanan dengan Dion.


kali ini Dion tersenyum tulus sambil menjabat tangan Dira. walaupun sakit karena hanya dijadikan teman tapi ia juga bahagia bisa menjadi temannya Dira.


"Baiklah, teman" ucap Dion dan mereka tersenyum bersama.


"Mau kekantin bersamaku, teman?" tawar Dion"


Dira langsung menepuk keningnya. ia lupa sebelum keluar kelas tadi Lina sudah menchat ia untuk datang kekantin tadi. karena Dion mengajaknya bicara.ia jadi lupa. Dion menaikkan alisnya melihat tingkat Dira.


"Ya ampun, aku lupa kalau Lina sudah menungguku dikantin sekarang, kalau begitu, ayo" ajak Dira sudah mulai akrab dengan Dion.

__ADS_1


"hmm, apa tidak mengganggu?" ucap Dion ragu. ia merasa tidak enak karena rupanya Dira sudah ditunggu oleh temannya. tapi dia ajak bicara. Dira jadi terlambat kekantin.


"tenang saja, kamu tidak mengganggu kok, sekalian aku kenalkan ke temanku, ayo" ucap Dira dan berjalan duluan. beberapa pria diam diam menatap Dion dengan pandang iri karena Dira agak susah didekati oleh sembarang orang. walaupun Dira terlihat ramah pada siapapun.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Afsar dan sekertaris Raditya baru saja selesai meeting yang memakan waktu selama tiga jam lebih. dan rasanya pantat sekertaris Raditya jadi kram karena terlalu lama duduk. terbukti dari caranya berjalan dengan sesekali menggosok bokongnya. walaupun meeting panjang itu memang sering terjadi tapi sekertaris Raditya belum terbiasa dengan itu. tapi berbeda dengan Afsar yang merasa biasa saja.


Dan sekarang mereka berada diruangan Afsar. Afsar menatap sekertaris Raditya aneh sambil mengangkat alis tebalnya "ada apa denganmu?" tanya Afsar. ia terlihat tampan dengan jas mahalnya yang berwarna hitam dan dasi hitam pula dengan rambut disisir rapi kesamping. sekertarisnya juga tidak kalah tampan. walaupun kadang bertingkah konyol tapi dia orang peramah dan punya daya tarik sendiri dengan senyuman secerah mentari.


"Bukan apa apa, tuan muda, pantatku agak kram saja karena duduk terlalu lama" ucap Sekertari Raditya. mencoba terlihat baik padahal rasanya ia ingin terbaring saja karena kelelahan duduk.


Sekertaris Raditya langsung melongo seperti orang bodoh mendengar permintaan tuan mudanya. lalu ia mengorek lubang telinga karena mungkin dia salah dengar.


Afsar langsung memasang wajah galak karena sekertarisnya beraksi seperti itu setelah dia bicara tentang wanita "apa kurang jelas?" tanya Afsar mulai kesal.

__ADS_1


"M-maaf tuan muda, apa aku tidak salah dengar. anda menyuruhku mencari tahu tentang seorang gadis?" tanya sekertaris Raditya ulang.karena takut ia salah dengar saja. oh ayolah. kemarin ia dibuat uring uringan oleh tuan mudanya soal mencari pasangan yang cocok untuk diperkenal dengan tuan besar kemarin. dengan secara mendadak oleh tuan mudanya. dan sekarang ia disuruh pula untuk mencari tahu tentang seorang gadis?. apa tidak salah?.


"Hn" gumam Afsar. malas mengulangi perkataannya.


Tiba tiba sekertaris Raditya jadi teringat perkataan tuan mudanya kemarin. kalau tuan mudanya tidak membawa pasangan bertemu tuan besar kemarin. maka dia harus rela dijodohkan oleh tuan besar.


"Oh, apakah gadis yang kakek jodohkan dengan tuan muda?" tanya sekertaris Raditya. seperti mendapat pencerahan. ia pun tidak tahu perkataannya bisa menyinggung harga diri tuan mudanya


Afsar memasang wajah galaknya lagi. ia merasa diremehkan oleh sekertarisnya soal mencari gadis "kau kira aku tidak laku. sampai kau sudah mengira aku dijodohkan oleh kakek?" ucap Afsar merasa tersinggung.


Sekertaris Raditya langsung kelabakan melihat tuan mudanya seperti ingin mengulitinya hidup hidup "b-bukan begitu tuan muda, tapi kan kemarin anda menolak semua para gadis yang aku rekomendasikan, jadi kupikir anda sudah dijodohkan oleh tuan besar" ucap sekertaris Raditya cepat supaya tuan mudanya tidak salah paham.


"Hn, tidak jadi. karena aku sudah menemukannya" ujar Afsar. langsung mereda amarahnya.


"Oh benarkah?. bagus lah kalau begitu tuan muda, jadi siapa nama gadis beruntung itu" tanya sekertaris Raditya tersenyum sambil menyanjung tuan mudanya.

__ADS_1


Afsar langsung teringat dengan Adira dan akting mereka selama didepan kakeknya. tanpa sadar ia tersenyum tipis sesaat.


"namanya Adira Nanda" ujar Afsar memasang wajah datarnya.


__ADS_2