
'Ya, aku baik baik saja sih, tapi pria itu sangat arogan sekali! Lina, rasanya aku ingin sekali mencekik pria arogan itu!" ucap Dira sambil tangannya seperti ingin mencekik orang.
"Ahahaha, kasihan banget sih kamu" tawa Lina membuat Dira bertambah jengkel melihat Lina,
"Baik lah, maafkan aku" Lina berhenti tertawa karena melihat Dira mangkin kesal dengan ia tertawa.
Tapi wajah Dira yang kesal semakin terlihat menarik saja membuat Lina iri dengan cantik alami sahabatnya.
"Kamu itu berpihak pada siapa sih?" tanya Dira kesal.
"hei, aku kan sudah minta maaf" ucap Lina memasang wajah bersalah.
"Kita kekantin yuk?" ajak Lina mengalihkan pembicaraan mereka.
"Baik lah" jawab Dira lalu mereka pergi kekantin walau Dira masih agak manyun.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️🧡❤️❤️❤️🧡❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Malam pun tiba dan direstoran adijaya pun masih ramai pengunjungnya karena makanannya yang terasa enak dan didekorasi dengan gaya klasik membuat siapa pun merasa nyaman dan kagum dengan keindahannya.
Mobil mewah terlihat berhenti didepan restoran itu lalu turun lah pria parubaya tapi masih terlihat bugar.
Dan manager Selly pun keluar menyambutnya sambil membungkuk badannya sedikit "
"Selamat datang tuan, sila kan masuk" ucap Selly mempersilakan Hariyanto masuk dengan senyum ramahnya.
"Hmm, tidak usah menghiraukanku, hantar saja aku keruang VIP dan kembali lah dengan tugasmu" ucap Hariyanto berwibawa.
" Baik tuan, kalau begitu silakan ikut saya" ucap Selly ramah dengan senyum manisnya.
Mereka pun masuk keruang VIP khusus untuk Hariyanto sang tamu terhormat disitu.
Adira sudah menunggu untuk melayani tamu terhormat mereka. ia terlihat cantik dengan baju pelayan khusus yang diberikan padanya. melihat pintu ruangan terbuka Adira langsung membungkukan badan.
"Selamat datang tuan" sambut Dira tersenyum menawan kepada tamu terhomat mereka malam ini.
__ADS_1
Hariyanto tersenyum ramah kepada Dira "hmm."
Dira menarik kursi untuk kakek Hariyanto "silakan tuan," ucap Dira lagi. dan nona Selly cukup terkesan dengan cara Dira melayani tuan besar Hariyanto.
Dira dengan cekatan langsung memberikan buku pesanan kepada Hariyanto "silakan tuan, ingin pesan apa?" tanya Dira ramah.
Selly dan Dira masih setia berdiri didekat Hariyanto. menunggu apa yang ingin Hariyanto pesan.
"mumpung aku lagi menunggu cucuku datang, aku pesan teh hijau saja dulu" kata Hariyanto wibawa.
"Baik tuan, akan segera tiba" ucap Dira tersenyum ramah lagi. ia tidak mengira tuan Hariyanto begitu ramah kepada mereka. padahal ia sudah membayangkan dari kemarin. bahwa tuan Hariyanto itu nanti akan terlihat menakutkan dengan wajah sangar dan kumis tebal. ah akibat korban sinetron ini. tawa Dira dalam hatinya.
Setelah Dira pergi. Hariyanto pun menyuruh Selly pergi. dan nona Selly membungkuk lagi lalu pergi atas perintah tuan Hariyanto.
Afsar masih uring uringan karena ia tidak tahu siapa gadis yang akan ia bawa untuk bertemu kakeknya beberapa menit lagi. Raditya juga tidak bisa berbuat banyak. ia juga tidak mungkin menyeret sembarang gadis untuk menjadi kekasih tuan mudanya.
Bukannya Raditya tidak berusaha. tapi Afsar terus menolak beberapa gadis yang ia rekomendasikan untuk Afsar.
"Ya ampun, tuan muda, aku tidak tahu gadis seperti apa yang anda inginkan, semuanya tuan muda tolak" gemas Raditya karena beberapa menit lagi tuan mudanya akan menemui tuan besar.
Afsar mendelik tajam kepada sekretaris Raditya "berani sekali kau!" ucap tajam Afsar.
sekretaris Raditya jadi menciut melihat Afsar marah "maaf tuan muda, aku keceplosan" ucap sekretaris Raditya menunduk.
"Huh, kau tidak membantu sama sekali" ucapan Afsar. langsung menusuk relung hati sekretaris Raditya. sekretaris Raditya hanya bisa mengelus elus kan dadanya sabar.
Afsar menyambar jas kerjanya. tanpa ucapan apa apa lagi ia langsung pergi dari kantornya. masa bodoh lah Afsar sudah berputus asa mencari gadis yang akan ia bawa. dia pasrah jika kakeknya menjodohkannya nanti. karena mencari jodoh itu tidak semudah mengurus perusahaan. walau ia punya banyak fans.
"Sila kan tuan, teh hijaunya" ucap Dira tersenyum ramah.
"Hmm, apa kau pelayan baru disini?" tanya tuan Hariyanto berwibawa.
Dira langsung gugup lagi padahal ia sudah dilatih singkat tadi oleh asisten nona Selly. supaya tidak gugup "i_iya tuan" jawab Dira sambil meremaskan tangannya. ia takut berbuat kesalahan. padahal ia sudah berusaha sebaik mungkin.
"Kenapa kau jadi gugup begitu, aku cuma bertanya" ucap kakek Hariyanto tersenyum "santai saja."
__ADS_1
"B_baik tuan" diam diam Dira merasa lega.
"Temani aku bicara sebentar, sementara aku menunggu cucuku datang" pinta tuan Hariyanto.
"Iya tuan, ucap Dira. mulai membiasakan diri.
"Apa kau kuliah?" tanya Hariyanto sambil mulai meminum teh hijaunya. karena melihat Dira terlihat masih sangat muda.
"Iya tuan" jawab Dira seadanya.
"Hmm, Hariyanto hanya berguman pelan,
Ia meletakkan tehnya kembali "jurusan apa?" tanya Hariyanto lagi.
"jurusan kedokteran tuan" jawab Dira. masih setia berdiri didekat Hariyanto.
"hmm, lumayan bagus juga, kau pasti murid pintar" puji Hariyanto seadanya.
"Ehehe, tidak juga tuan" ucap Dira malu. karena dipuji oleh salah satu orang yang dihormati dikota ini. padahal mereka baru bertemu.
"Aku suka murid terpelajar, supaya nanti bisa menjadi kebanggaan bangsa juga, teruskan cita citamu" ucap Hariyanto ramah sambil menatap Dira.
Dira jadi terharu, tuan Hariyanto memberinya semangat baru "baik tuan, terima kasih motivasinya" ucap Dira senang. jauh dari orang tua membuat Dira jarang mendengar kata kata mutiara dari orang tuanya, jadi ketika ada yang memberinya semangat seperti tuan Hariyanto, membuat ia jadi gampang terharu. ah ia jadi rindu kedua orang tuanya.
Sementara Afsar sudah sampai diparkiran restoran Adijaya. ia masih ragu untuk masuk menemui kakeknya. lalu dengan keadaan terpaksa ia keluar dari mobil mewahnya.
Tiba didepan pintu seorang pria menyambutnya. dan menuntunnya ke ruangan VIP tempat kakeknya berada. selama diperjalan menuju ruangan VIP ia mejadi pusat perhatian lagi oleh beberapa tamu yang datang termasuk pelayan. mereka mulai berbisik satu sama lain melihat pengusaha muda Afsar Riyanto begitu mempesona dengan cara jalannya yang tegap dan angkuh.
"silakan tuan muda, tuan besar sudah menunggu anda di dalam" ucap asisten nona Selly.
"Hn" gumam Afsar tidak jelas. ia hanya berusaha menutupi rasa takutnya dengan berwajah datar "pergi lah" perintah Afsar kepada pria disebelahnya.
"Baik tuan, tuan muda" ucap patuh asisten nona Selly.
Afsar menghela nafas sebelum masuk. seharian ini ia sudah terlalu banyak menghela nafas gusar akibat permintaan kakeknya. yang serasa mencekik lehernya.
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT YA..☺️☺️