
Adira menemui sang manager dengan agak gugup karena tak biasanya manager mereka memanggilnya.
"Ada apa nona Selly" tanya Adira mencoba tersenyum sama nona Selly adalah manager mereka direstoran adijaya dia memang terlihat masih muda dengan umurnya yang sudah 37 tahun dan masih betah melajang.
"Adira, besok kau ada kuliah pagikan?" tanya nona Selly dengan tenang.
"I-iya nona" jawab Adira semangkin gugup.
"Jangan gugup begitu santai saja aku cuma mau bilang besok tuan besar pemilik restoran kita ini mau datang kesini dan aku ingin kau yang melayaninya" perintah nona Selly.
Adira kaget karena dia kan cuma pekerja part time disini bagaimana mungkin dia yang disuruh melayaninya ia takut nanti membuat kekacauan.
"Nona, bukannya saya menolak kesempatan baik ini tapi saya kan masih amatir dan cuma pekerja part time disini" ucap Adira merasa sungkan.
"Aku tau Adira tapi jika kau mau aku akan memberimu bonus yang besar, sekali ini saja ya? Ucap nona Selly penuh harap.
Melihat nona Selly memasang wajah penuh harap begitu membuat Adira tidak tega juga menolaknya "baik lah nona aku akan berusaha sebaik mungkin agar tidak menimbulkan kekacauan nanti" ucap Dira pasrah menerimanya.
Akhirnya nona Selly lega karena Adira mau melayani tuan besar Hariyanto besok malam.
"Baik lah jika kau sudah menerimanya jangan telat ya datang lah pukul lima petang nanti aku akan mengajarimu bagaimana cara melayani tuan besar.
"Iya nona kalau tidak ada lagi yang perlu dibahas saya mau lanjut kerja lagi" pamit Adira.
"Ya pergi lah" ujar nona Selly tersenyum lega kepada adira.
Setelah Adira keluar dari ruangan managernya ia hanya bisa menghela nafas lalu Rika menghampiri.
"Ada apa?, kenapa tumben nona Selly memanggilmu" tanya Rika penuh rasa penasaran.
"Nona Selly ingin aku yang melayani tuan besar besok jika tuan besar datang ke restoran kita" jawab Adira dengan raut bimbang.
"Hey, seharusnya kamu merasa beruntung karena bisa melayani tuan besar dan melihat mereka dari dekat Adira, tahu tidak tuan Hariyanto itu salah satu orang terkaya dikota kita ini dan cucu cucunya tuan muda Afkar dan tuan muda Afsar sangat tampan sekali" ucap Rika merasa iri dengan keberuntungan Adira.
Tapi Adira justru merasa semangkin takut mendengarnya takut ia membuat kesalahan nantinya dan mengakibatkan restoran mereka kena masalah "ya coba saja lah" ucap Dira sudah pasrah.
__ADS_1
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Keesokan harinya pagi pagi Adira sudah siap kekampus seperti biasa dengan gayanya yang sederhana tapi menawan karena Adira gadis yang cantik dan putih gebu.
Dia menuju ke halte bus dekat kosnya tapi secara tiba tiba dia melihat anak kecil sedang mau mengambil anak kucing ditengah jalanan yang masih agak sepi kenderaan lewat.
Adira melihat kenderaan melaju dari arah kanan mendekati anak kecil itu.
"Awas!!" teriak Adira sambil berlari dengan cepat untuk menyelamatkan anak perempuan itu.
Ckiikkk.
Kenderaan itu berhenti mendadak dan tinggal satu meter lagi maka Adira dan anak kecil itu akan tertabrak oleh mobil sport mewah berwarna hitam itu.
Adira memeluk anak perempuan itu dengan erat sambil memejamkan matanya dan anak kecil itu.
Setelah dirasa mereka sudah aman karena mobil itu akhirnya berhenti Adira membuka matanya dan anak manis itu.
Ia sudah mengira mereka tertabrak tadi Karena mobil itu melaju dengan kencang sekali.
Dengan cepat ia memegang wajah anak itu dengan kedua tangannya sambil memperhatikan badan anak kecil itu dengan panik "syukur lah kau tidak apa apa dek" ucap Adira lega dan memeluk anak itu lagi.
lalu ia menunduk dan mengambil anak kucing itu dan memberikan ke anak manis itu lagi.
Anak manis itu tersenyum ceria sambil mengambil anak kucing itu kepelukannya.
"Terima kasih kakak cantik" seru anak itu lalu pergi sambil melambaikan tangan mungilnya dan Adira pun melambai juga ke anak manis itu dengan senyum manisnya.
Pengendara itu segera tersadar dari keterpanaannya melihat adegan gadis itu berpelukan dengan anak kecil itu sempat membuat ia terpesona sesaat.
Pengendara itu mulai kesal karena gadis itu tidak minggir juga.
Tiitt.
Adira kaget mendengar suara klakson mobil dibelakangnya.
__ADS_1
Yang hampir menabraknya juga anak kecil tadi.
Dengan kesal ia menghampiri mobil mewah itu "hei!, keluarlah kau hampir menabrak kami tadi dengan caramu yang mengebut!" seru Dira merasa marah karena pengendara itu bukannya keluar dan meminta maaf tapi malah membunyikan klaksonnya dan hanya diam didalam mobil dengan kaca tertutup.
Pengendara itu yang ternyata Afsar Riyanto merasa kesal juga melihat wanita itu marah marah kepadanya.
Lalu ia keluar juga akhirnya karena merasa ini tidak selesai juga urusannya sementara ia sedang buru buru kekantor.
Dengan gaya keren ia keluar dari mobil mewahnya.
Tapi Adira yang sudah terlanjur kesal tidak peduli pengendara itu tampan atau tidak.
"Hey, nona bisakah kau tidak membuang buang waktuku? Minggir lah" ucap Afsar dengan nada seduktif dan memasang wajah datarnya untuk menutupi rasa kesalnya.
"Apa? Hei tuan arogan, apa kau tidak meminta maaf dan merasa bersalah? Kau hampir menabrak kami!" seru Dira kesal dan tidak merasa takut sama sekali dengan sikap arogan tuan didepannya ini.
Afsar memutar bola matanya bosan "minggir lah jika kau tidak ingin tertabrak" ucap Afsar lalu masuk ke mobil mewahnya sambil membelok mobilnya arah kiri.
"Apa? Dasar tuan arogan !" seru Dira kesal.
"Awas saja ya jika bertemu lagi akan kubalas kau!" ucap Dira dengan wajah memerah karena marah.
Dira melihat jam ditangan kirinya "ya ampun aku sudah telat!" seru lagi Dira dan terburu buru pergi kuliah.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Dira sudah mau pulang kuliah dan ia masih memasang raut kesal dengan bibir mengerucut lucu Dira tidak peduli ia jadi pusat perhatian dengan memasang wajah seperti itu.
karena dia memang masih kesal dengan kejadian tadi pagi sehingga ia telat datang kekampus.
Lina dari arah belakang merangkul Dira "hei, manis, ada apa dengan raut wajahmu itu? Seperti bebek aja bibirnya" tanya Lina tertawa pelan menjahili Dira yang terlihat kesal tingkat akut.
"Aku lagi kesal nih, gara gara pria tidak bertanggung jawab tadi pagi yang hampir menabrakku bersama anak kecil" jawab Dira masih kesal dengan pria arogan itu.
"Hah, kok bisa? Tapi kamu gak apa apa kan?" tanya Lina langsung khawatir jika temannya kenapa napa.
__ADS_1
JANGAN LUPA COMEN DAN LIKE YA,
MOHON SARANNYA😊😊