
... Elsa Anindita Abraham Pheto adalah desainer muda yang sudah mempunyai butik terkenal di kota. Elsa menikah dengan Rendi Sebastian Anggara, pria sederhana yang bekerja di sebuah perusahaan makanan dan minuman terkenal di kota nya. Awalnya Rendi hanya pegawai pabrik biasa, tapi karna ketekunan dan ke uletan nya dalam bekerja dia diangkat menjadi kepala pabrik. bahkan baru seminggu yang lalu Rendi di angkat menjadi manajer keuangan di perusahaan nya, hanya saja dia di tempat kan di kantor cabang perusahaan yang tak jauh dari kampung halaman nya....
Jarak antara kota ke kampung halaman Rendi lebih kurang satu jam perjalanan. Karna itulah Rendi membawa anak Istrinya untuk tinggal di kampung halaman nya. Elsa dan Rendi sudah membeli rumah di sana hanya sekarang sedang di renovasi. Mereka juga sudah membeli tanah untuk mendirikan pabrik konveksi milik Elsa dan juga toko pakaian.
hari ini Rendi dan Elsa pindah ke kampung halaman Rendi. untuk sementara mereka akan tinggal di rumah orang tua Rendi, karna jarak rumah dan kantor hanya 30 menit. Orang tua Rendi tinggal dengan adik perempuan nya, sedang kan dua kakak Rendi tinggal terpisah dari orang tua nya . SELAMAT DATANG DI DESA KEDUNG SARI, itu lah yang tertulis di gapura masuk desa kelahiran Rendi.
Hari ini Rendi dan keluarga nya pindah ke desanya, desa yang dulunya kecil kini sudah jadi kecamatan karna Desa itu sekarang jadi tempat Industri. Banyak pengusaha kecil atau pun besar yang melirik ke desa karna memiliki potensi untuk bisa berkembang. disini lah Rendi dan Elsa kini berdiri di depan rumah orang tua Rendi.
"Assalamualaikum.." salam Rendi dan Elsa
" wallaikumsalam.." jawab bu Salma ibu Rendi yang sedang menanam bunga di halaman samping rumah. bu salma pun tersenyum melihat anak laki-laki nya pulang.
" pak... bapak.." panggil bu Salma sambil mencuci tangan nya.
" ada apa buk" Jawab Pak Hendra yang sedang di belakang rumah,ia pun tersenyum melihat anak laki-laki nya yang sudah lama tak pulang akhirnya pulang juga.
" Assalamualaikum pak buk.." sapa Rendi dan Elsa sambil mencium tangan orang tua mereka.
" wallaikumsalam nak, Alhamdulillah kalian pulang juga ke kampung kita ini nak," kata pak Hendra sambil memeluk Rendi dengan mata yang berkaca-kaca.
" maafin aku ya pak karna jarang pulang," lirih Rendi
" tak apa nak yang penting kamu jangan pergi lagi ya nak,kamu kerja di sini aja nak desa kita ini sekarang udah maju kok".
" pak ajak masuk dulu, itu cucu kita kayak nya ngantuk itu"
" ahh iya bapak lupa, ayo masuk nak wah ini cucu eyang Kakung siapa nih nama nya?" tanya pak Hendra Sambil menggendong anak laki-laki Rendi.
" aku Rhayden Cano Anggara, eyang dan itu Rheyna Cano Anggara".
" berarti Rhayden dan Rheyna ya kalau eyang panggil? " tanya pak Hendra lagi
" Cano eyang semua orang manggil aku Cano"
" ok kalau begitu eyang juga akan manggil kamu Cano".
Mereka pun duduk di ruang keluarga, bu Salma datang membawa minuman dan cemilan ke ruang keluarga" nah ayo diminum dulu," kata bu Salma
" Ren kamu tidak akan pergi lagi kan? tanya pak Hendra lirih
" Aku akan tinggal di desa kita ini pak, aku pindah kerja perusahaan cabang di sini pak"
" Alhamdulillah bapak senang dengar nya nak" kata pak Hendra lirih.
"Assalamualaikum..."
" wallaikumsalam..."
Semua orang menoleh ke arah pintu masuk, ternyata sang adik bungsu yang datang Rindi Ayudia Anggara.
" mas Rendi pulang?" heboh Rindi, semua orang hanya tersenyum melihat tingkah Rindi.
" aunty berisik" galak Cano
"Cano kesayangan aunty jangan galak dong, ntar nggak aunty bawa jalan jalan lo" kata Rindi sambil tersenyum
Ya di keluarga Anggara hanya Rindi yang sering berhubungan dengan Rendi. karna fitnahan istri kakaknya 7 tahun lalu Rendi jadi malas pulang kampung. ini lah pulang kampung pertama Rendi setelah pertengkaran malam itu. dia membuktikan ucapannya malam itu kalau dia tidak akan pulang sebelum berhasil. Bahkan kuliah Rindi pun yang membiayai adalah Rendi, tapi pak Hendra dan keluarganya tidak tau karna Rindi bilang dia dapat beasiswa di kampus nya.
" wah liat lah siapa yang datang mas" teriak seorang
" Lastri nggak usah bikin masalah" tegur seseorang
Wanita yang di panggil Lastri itu hanya mendelik mendengar suara suami nya. Sulastri Maharani adalah istri dari kakak tertua Rendi.
" kamu udah lama Ren?" sapa Randi Bastian Anggara kakak tertua Rendi
" dari satu jam yang lalu mas" jawab Rendi singkat.
" ini keluarga kamu Ren?" tanya Lastri yang menelisik penampilan Elsa dari atas hingga bawah, Elsa yang di perhatikan seperti itu pun menjafi risih.
" iya mbak ini istriku Elsa dan ini anak anakku Cano dan Rheyna" jawab Rendi," bun kenalin ini kakak tertua ayah mas Randi dan istrinya mbak Lastri"
" Salam kenal mas mbak aku Elsa istrinya mas Rendi"
__ADS_1
*
Malam harinya semua anak menantu dan cucu pak Hendra berkumpul makan malam bersama di rumah pak Hendra.
" gimana Rin kamu mau nggak bantuin mbak ngurus toko nantinya?. bisik Elsa
"sama Glenca juga kan mbak?" tanya Rindi yang juga berbisik.
" tenang Cacha mau kok, tapi ya itu paling lambat sebulan lagi dia baru datang,"
" kalian ngapain bisik bisik" kata Lastri
" ya suka suka kita dong, mbak Lastri ngapain nguping ya?" sewot Rindi. memang Rindi kurang menyukai kakak ipar nya itu. karna Lastri sangat sombong dan suka iri melihat orang lain senang.
" Ren kata bapak kamu mau pindah kerja krsini ya?" tanya Radha Ayunda Anggara, kakak ke dua dari Rendi. Radha memiliki sifat yang lemah lembut dan penyabar sehingga sering menjadi sasaran empuk untuk di hina dan di rendah kan oleh Lastri. karna membela Radha lah dulu Rendi di fitnah oleh Lastri.
" iya mbak aku pindah dari pusat ke cabang yang di sini mbak"
" PT. GEMILANG INDAH Tbk itu bukan Ren," tanya Dion Sean Erlangga, suami dari Radha. Pria sederhana yang bekerja jadi buruh pabrik di tempat Randi bekerja,
" iya mas, tahun ini sudah delapan tahun aku kerja di sana".
" kamu kerja lama tapi kok nggak ada hasilnya ya, masih ada aja miskin. mana sekarang bawa beban lagi pulang" cibir Lastri
Wajah Elsa memerah mendengar ucapan Lastri, Rendi pun menggenggam tangan Elsa," siapa yang mbak bilang beban disini?, Echa dan si kembar adalah istri dan anakku, mereka tak pernah jadi beban dalam hidup ku".
" mbak Echa itu kerja ngak kayak mbak Lastri yang hanya bisa ngabisin uang nya mas Randi." tambah Rindi pedas sambil menatap sinis ke arah Lastri.
"kerja kalau nggak ada hasilnya sama aja bohong, tuh liat Radha dari dulu kerja bantuin suami masih aja miskin" hina Lastri kepada Radha.
" cukup Lastri, Radha itu anakku, tolong hargai kami sebagai orang tua nya." kata pak Hendra tegas.
" pak rumah bu Tini yang di depan ini udah terjual ya,tadi aku lewat sana ternyata lagi di renovasi tinggal buat kolam berenang dan Playground aja lagi".
" ia kata nya orang dari kota yang beli," jawab pak Hendra
" dengar dengar sih kata nya pemilik pabrik konveksi dan toko baju Anindita fashion yang kalau nggak salah Minggu depan pembukaan nya". kata Dion
" kamu kenal Ren? " tanya Randi menoleh kearah adik nya itu.
" perusahaan tempat ku berja banyak cabang nya mas, otomatis juga banyak Manajer keuangan nya,aku dengar memang ada mas, cuma yang aku tau tampilan mereka itu tidak mencolok mas" jelas Rendi.
" Rin kamu jadi kerja di sana kan," tsnya Radha
" jadi mbak senin aku udah mulai masuk mbak".
" kamu ngelamar sebagai apa Rin, Tika juga ngelamar kerja di sana, dia masuk nya seminggu lagi pas waktu pembukaan toko itu"
" emang tika melamar sebagai apa mbak?buruh pabrik atau SPG?
" nggak tau juga sih, kalau kamu bagian apa,apa sebagai tukang bersih-bersih lagi kayak Rendi?" kata Lastri sambil tersenyum mengejek Rindi.
" nanti mbak juga bakalan tau, aku kan kenal sama owner Anindita Fashion, soal nya Glenca adik kandung dari owner Anindita Fashion adalah sahabatku, bahkan mereka berdua dekat dengan ku." kata Rindi menjelaskan sambil tersenyum melihat ke arah Rendi dan Elsa.
Rendi dan Elsa pun melotot mendengar penjelasan Rindi," oh ya mbak Radha mau nggak bekerjasama dengan pihak AF?, Glenca saat ini masih di Paris, jadi dia minta tolong sama aku buat cariin catering buat GRAND OPENING Minggu depan, kalau mbak mau hari senin kita ketemu sama owner nya"
Degh..
" k..kamu serius Rin?" tanya Radha
" iya nih aku telfon teman aku ya" Rindi pun menelfon nomer telpon Glenca
" Hallo Rin, apa kabar?". tanya Glenca
" baik cha, oh ya cha soal catering itu gue udah bilang sama mbak Radha"
" trus gimana mbak Radha mau?" tanya Glenca
Radha pun menoleh ke suami nya, Dion pun mengangguk kan kepala nya. mereka semua di sana tersenyum kecuali Lastri tentu nya.
" iya Cha mbak Radha mau kok"
" ya udah hari senin lo bawa aja mbak Radha ketemu sama kakak gue".
__ADS_1
" ok makasih ya Cha".
Rindi pun menutup telfonnya dan menoleh ke Radha.
" makasih ya Rin kamu udah bantuin mbak"
" bukan sama aku mbak tapi sama kakak nya Cacha, semoga ini jalan buat keluarga mbak biar nggak di remehin lagi"
Mereka pun melanjutkan berseda gurau bersama, semua nya merasa bahagia kecuali Lastri. hingga mereka tak sadar kalau hari sudah tengah malam, daan mereka pun masuk ke dalam kamar Buat istirahat.
**
Keesokan harinya Rendi mengantarkan Elsa ke warung mang Udin, pedagang sayuran langganan ibu ibu di kampung Rendi. warung mang Udin termasuk lengkap karna dia juga jual sembako.
" wah mas Rendi ini?" tanya mang Udin saat melihat Rendi dan Elsa masuk ke warung nya.
" iya mang, kirain mang Udin udah lupa sama saya"
mang Udin pun tertawa" ya nggak bakalan lupa toh mas, mas Rendi dulu 5 PANGERAN SMA ANTARIKSA, dan nongkrong depan warung saya toh"
Rendi pun tertawa" mang Udin bisa aja," kata Rendi
" setiap malam teman nya mas Rendi masih ngumpul di sana mas,"
" oh ya, saya pikir mereka udah nggak di sini lagi mang, oh ya mang kenalin nih istri saya Elsa"
" eh ada Rendi?, kapan kamu pulang Ren?"tanya bu Maryam.
" kemarin bu" jawab Rendi sambil tersenyum
" Dika pasti senang nih dengar kamu pulang Ren, ini Istri kamu Ren?" tanya bu Maryam
" iya bu ini Elsa istri saya"
bu Maryam pun tersenyum dan menyentuh pundak Elsa" salam kenal ya sa, nanti main ke rumah ibu ya, Rendi itu udah kaya anak ibu, Rendi itu sahabatan dari kecil sama anak ibu Dika"
" insyaallah ya bu, mang ini udah semua nya tinggal di hitung"
" bun naget buat si kembar jangan lupa" sergah Rendi
"oh iya naget juga mang"
" tunggu sebentar ya neng" mang Udin pun menghitung semua belanjaan Elsa" semua nya Rp.367.000 neng" kata mang Udin lagi
" ini mang uang nya" kata Elsa sambil menyerah kan Empat lembar uang berwarna merah.mang Udin pun langsung memberikan uang kembalian nya.
" bu kita duluan ya" pamit mereka kepada bu Maryam.
Elsa dan Rendi pun sampai di rumah, langsung di sambut si kembar.
" bun naget adek ada kan? tanya Rheyna
" ada sayang, adek udah mandi?," tanya Elsa
" udah bun adek di mandiin sama Eyang Uti bun, tapi abang nggak mau bun, kata nya bisa mamdi sendiri"Rheyna pun menghampiri Rendi," ayah adek mau gendong" kata nya lagi
Rendi pun langsung menggendong sang putri, " tumben gadis kecil ayah manja?".
" anak itu jangan di biasakan untuk manja Ren, masih kecil udah pinter bohong" ketus Lastri
Degh
" tuh anak kamu ngambil boneka nya Ayu mana nggak ngaku lagi, jangan di biarin nanti kebiasaan" kata Randi menambah kan
" boneka apa mas mbak,?" tanya Elsa geram, lalu dia pun menoleh ke boneka yang di peluk oleh Ayu" loh itu kan boneka nya Rheyna"
" itu boneka Ayu, kalau miskin ya miskin aja jangan ajarin anak kamu jadi pencuri" hina Lastri
" cukup ya mbak dari kemarin kamu sibuk merendahkan kami, aku diam bukan berarti kamu bisa menghina keluarga ku, dan kamu mas Randi itu boneka punya Rheyna coba kamu balik boneka itu ada tulisan nggak??" teriak Elsa
Randi pun membalikan boneka itu dan di sana ada tulisan ' Untuk princess kesayangan Daddy Elang( Rheyna Cano Anggara ). Randi dan Lastri pun terdiam melihat tulisan itu.
" sudah jelas kan siapa pemilik boneka itu?, boneka itu dari Elang saudara kembar Elsa mas, mbak" ketus Rendi dan mengambil boneka itu dari tangan Randi, dan membawa ke dua anak nya ke dalam kamar.
__ADS_1