Ipar Sombong Dan Tetangga Julid

Ipar Sombong Dan Tetangga Julid
12. Belum move on


__ADS_3

pov Mita


Nama ku Putri Sasmita aku anak pertama di keluarga ku. Ayahku berasal dari keluarga sederhana, begitupun dengan ibuku. Ayahku seorang kuli panggul di pasar sementara ibu hanya di rumah menanti uang dari bapak.


Aku menikah dengan mas Anton saat baru mau lulus SMA karna gaya pacaran kita yang kelewat batas hingga aku kebobolan dan Hamil. Awal nya keluarga mas Anton tidak ada ysng setuju dengan pernikahan ini, tapi karna aku sudah hamil maka nya keluarganya suamiku hanya bisa diam.


Aku kira punya suami kaya sangat menyenangkan tetapi ternyata hanya angan ku saja. Selama pernikahan kehidupan rumah tangga ku selalu di setir oleh ibu mertua. beliau adalah orang pertama yang sangat menentang pernikahan ku.


Aku yang masih tinggal di rumah mertua, selalu menjadi sasaran empuk bagi ibu mertua dan iparku. Dulu rumah ini memiliki pembantu sekarang tidak lagi. aku yang selalu di jadikan pembantu gratis di rumah mertua ku.


Hingga Akhirnya Ayah mertua mengumpulkan kami semua. ternyata beliau memberikan kami sebuah rumah karna ke dua anak ku sedah besar. Hari ini kami sudah pindah kerumah itu, walaupun bukan rumah baru tapi aku senang paling tidak aku sudah tidak serumah dengan mertua dan ipar iparku.


Ketika sampai di rumah itu aku seperti melihat orang yang ku kenal. dari dalam rumah aku terus memandangi nya, ternyata benar dia adalah Rendi mantan kekasih ku waktu SMA. Aku dan Rendi menjalin Cinta saat masih kelas X SMA hingga akhirnya waktu ada acara di sekolah aku ketahuan sedang Bercinta dengan teman sekelas Rendi di toilet sekolah oleh guru BK.


Hingga Rendi memutuskan hubungan kami, dan aku di DO dari sekolah. sekarang aku ketemu lagi sama Rendi, sekarang dia makin tampan dan juga mapan karna aku liat dia keluar dari rumah mewah yang ada di depan rumah ku.


Sore harinya aku liat Rendi sedang main dengan empat bocah yang ternyata yang dua adalah anak nya. Aku juga ketemu dengan istri nya Rendi, wanita itu sangat cantik entah kenapa hatiku tidak terima melihat Rendi bersama wanita itu.


*


Malam hari sepulang shalat Tarawih aku melihat Rendi dan keluarga singgah di warung bakso, aku pun mengajak mas Anton dan kedua anakku untuk makan disana.


" makan di rumah aja Mit, kita itu sekarang tidak tinggal sama Ayah lagi jadi jangan boros."


Itulah mas Anton dulu sebelum menikah dia sangat Royal tapi lihat lah sekarang sungguh pelit bin medit sebelas dua belas dengan ibu mertuaku. tapi aku tak peduli aku pun langsung menarik tangan nya masuk dan aku pura pura baru melihat Rendi dan keluarga nya.


Duduk satu meja dengan Rendi membuat hati ku kembali berbunga bunga. melihat perhatian nya pada istri dan anaknya hati rasanya terbakar. coba saja aku yang berada di samping Rendi pasti hidupku akan bahagia.


Duh betapa beruntungnya Elsa punya suami tampan, mapan, rumah nya bagus lagi. apa aku bisa tinggal di sana?, tapi apa salah nya aku coba siapa tau Rendi masih cinta padaku.


Aku terus memandangi wajah tampan Rendi dari sudut mataku. Huh aku sudah tidak sabar untuk segera mendepak Elsa dan anak nya dari hidup Rendi, setelah aku berhasil aku juga akan mendepak mas Anton dari hidup ku.


Setelah sampai rumah aku langsung masuk kamar. Aku tidak sabar untuk segera tinggal di rumah mewah itu. Keesokan harinya aku melihat Elsa keluar dari rumah nya pakai mobil.

__ADS_1


" huh enak banget hidupnya, kemana mana pake mobil, lah aku cuma pake motor butut"


aku pun segera keluar mau beli sayur. ternyata di sana aku melihat mobil yang di pakai Elsa tadi.


" mang naget nya tiga bungkus ya"


gaya hedon tapi hanya masak naget, kasian banget Rendi hanya di kasih makan naget.


"ini mang sekalian ya, berapa mang"


" tumben cuma belanja naget neng" tanya mang Udin


" iya mang, belanja yang kemarin masih ada mang, yang kurang ya naget anak anak".


" total semuanya Rp.134.000 neng"


"mang ayam nya satu ekor ya, sama ini mang" aku pun memilih apa yang mau aku beli


" iya neng"


" nggak belanja sayuran mbak Elsa" tanyaku


" oh tidak mbak, belanja kemarin masih ada mbak, ini belanja yang kurang aja , duluan ya" Elsa pun pergi setelah mengambil kembalian uang nya.


Setelah selesai belanja aku pun langsung pulang dan segera me masak. karena nanti sore waktu nya ketemu pujaan hati.


sore hari setelah selesai mandi kini saatnya keluar berburu Rendi, eh berburu takjil maksudnya. pas banget pucuk dicinta Rendi pun datang. Rendi keluar dari rumahnya dengan pakaian santainya,baju kaos putih dan celana jeans hitam pendek.


" ya ampun Ren kamu ganteng banget, kalau begini terus aku kan nggak bisa move on dari kamu" bisik hatiku.


Tak lama Elsa keluar dengan anak nya, kepalaku panas saat melihat mereka. Elsa dan ke dua anaknya memakai baju yang sama dengan Rendi, bedanya Elsa pakai celana panjang. lalu mereka pun pergi naik motor.


**

__ADS_1


Aku pun berdiri depan rumah menunggu mereka datang, aku yakin mereka pasti ke oasar Ramadhan. tak lama aku melihat Rindi keluar dari rumah mbak Radha kakak nya.


"Eh Rin Rendi tadi kemana ya?" tanyaku langsung


" oh lagi jalan jalan mbak, si kembar pengen jalan pake motor, kenapa mbak"


" oh nggak, cuma tadi pas keluar rumah liat mereka pergi pake motor"


" paket.."


terdengar teriakan kurir di depan rumah Rendi.


" ya mas" sahut Rindi mendekat, aku yang kepo pun juga mendekat


" ini mbak saya bawa paket untuk mbak Elsa"


" Elsa beli apa ya"


" oh kakak saya baru aja keluar mas sama suami dan anaknya, saya yang terima aja bisa mas"


" bisa mbak, ini silahkan tandatangani di sini" Rindi pun langsung menandatangani kertas itu.


" Terima kasih mbak"


" sama sama mas" Rindi pun menerima paket itu dari tangan kurir itu.


" apaan tu Rin"


" Astaga mbak bikin kaget aja, nggak tau mbak paket mbak Elsa dari saudaranya" aku pun melihat pengirim nya atas nama Elang.


" cowok tuh Rin yang ngirim?, jangan jangan selingkuhan Elsa lagi"


Rindi langsung menoleh padaku" kalau ngomong jangan sembarang mbak, ini dari saudara kembar nya mbak Elsa, aku tau mbak kamu belum move on kan dari mas Rendi?, jangan pernah jadi duri mbak dalam rumah tangga nya kakakku. mas Rendi itu itu udah move on dari kamu mbak bahkan jauh sebelum dia menikah dengan mbak Elsa, Move on mbak kasian anak suami mu tuh di belakang" bisik Rindi padaku tapi matanya melihat ke belakang ku.

__ADS_1


Aku pun menoleh ke arah belakang ternyata suamiku sudah berdiri depan pintu bersama kedua anakku, yang sedang memandang padaku.


__ADS_2