Ipar Sombong Dan Tetangga Julid

Ipar Sombong Dan Tetangga Julid
8. Anindita Fashion Grand Opening


__ADS_3

Hari ini hari yang di tunggu oleh Elsa ya hari ini adalah Grand Opening Anindita fashion. toko baju dan pabrik konveksi milik Elsa. Dari pagi semua karyawan Elea dan para pekerja EO yang di pakai jasa nya oleh Elsa sudah hilir mudik di tempat acara.


Bahkan saat peresmian dan potong pita tadi Elsa meminta kedua mertuanya yang melakukan. karna dulu saat peresmian butik nya kedua orang tua nya yang melakukan nya. Tamu yang datang pun tak main main kebanyakan kolega bisnis Elang dan perusahaan tempat Rendi bekerja.


" pak Rendi selamat ya atas pembukaan konveksi dan cabang baru nya"


" terima kasih pak Dedy, selamat menikmati hidangan kami"


" bu Elsa pesan ketring dimana? ini masakan nya enak banget lo,"


" oh itu kak ipar saya yang masak buk, dia memang buka usaha ketring kecil kecilan."


" saya bisa minta no nya nggak bu, kantor suami saya juga mau ada acara dua Minggu lagi, cuma belum dapat ketring yang cocok".


" oh bisa buk nanti saya kirim ke no bu Sandra" jawab Elsa.


Acara pun berlangsung dengan baik dan lancar.untuk tiga hari kedepan Elsa memberikan diskon 20% kepada customer yang belanja di atas 500 ribu. bahkan sampai saat ini stok di gudang sudah banyak yang habis.


" pak ternyata menantu kita hebat ya pak, beruntung sekali Rendi mendapatkan istri seperti Elsa"


" iya bu bapak senang dengan pencapaian keluarga kecil Rendi, bahkan mereka bisa membuat keluarga kecil Radha hidup dengan baik" jawab pak Hendra.


Jika keluarga Rendi bahagia melihat pencapaian Rendi maka berbanding terbalik dengan keluarga Lastri.Lastri dan keluarga nya tambah iri dengan Elsa. Bahkan Randi yang sudah mulai berubah beberapa hari terakhir ini kembali merasakan iri atas keberhasilan adik dan ipar nya.


Melihat ada api kecil di hati Randi Lastri pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membuat api itu Tambah besar. begitupun dengan keluarga nya yang menjadi minyak tanah hanya untuk membuat Randi kembali berada di genggaman keluarga mereka.


" mas tadi dengar kalau Rendi mau ngasih Radha modal buat buka usaha ketring" kata Lastri," Ternyata adik kamu baik juga ya mas"


Degh


Randi langsung menoleh ke arah istrinya" ya bagus dong jadi ke depannya Radha dan Dion bisa hidup lebih baik". jawab Randi terlihat santai tapi tangannya terkepal kuat.


Lastri dapat melihat perubahan pada wajah Randi membuat dia tersenyum samar.


"mas gimana kalau kita juga minta modal sama Rendi kita buka usaha apaan gitu"


" nanti lah mas pikir dulu"


" Rendi kan sudah kaya sekarang mas,pasti dia mau lah ngasih kita modal buat usaha, Radha ja di kasih kok modal cuma cuma."


Randi pun nampak termenung memikirkan usulan Istrinya.


" Oke".

__ADS_1


*


Setelah acara tadi siang kini Rendi dan Elsa sedang memilih dasar kain yang contoh kain nya sudah di kirim oleh Ibrahim sepupunya Elsa dari pihak sang ibu.


" banyak juga kamu pesan kain bun"


" iya yah Stok di gudang sudah menipis karna persiapan Grand Opening, sementara puasa sebentar lagi, kita juga harus stok juga buat habis lebaran Ibra katanya juga mau pulang kampung yah"


" oh ya bagus itu bun biar nanti kita tenang pas di kampung halamannya mama, jadi karyawan kamu di sini tetap bisa bekerja".


" tapi yah seperti nya uangnya masih kurang deh, buat beli benang dan teman teman nya."


" ya sudah pakai uang yang di kartu ini aja dulu bun, dari pada pinjam ke bank mending pakai yang ada aja, lagian sebentar lagi lebaran kita perlu banyak dana buat gaji dan tunjangan karyawan. jadi yang di kas konveksi biar buat cadangan aja siapa tau nanti dana kita kurang"


" ok makasih ya yah"


" assalamualaikum.."


" wallaikumsalam.."


Ternyata Randi yang datang bersama Lastri dan keluarganya. Elsa pun langsung kedapur mengambil minum dan makanan.


" sedang apa kamu Ren?"


" ini mas lagi bantuin Elsa milih kain buat stok di gudang" jawab Rendi tak lama pun ponsel Elsa pun bunyi, karna Elsa masih di dapur Rendi pun mengangkat ponsel Elsa saat melihat nama yang tertera di layar.


" ......"


" oh iya ini lagi milih milih sama Echa"


"........"


" oh boleh kok, kamu kan tau selera Echa kalau milih dasar kain,"


"........"


" ok aman, trus dana nya gimana kira kira cukup nggak yang di transfer Echa tadi?"


" ok kalau kurang pake dana mu dulu ya " kata Rendi sambil tersenyum" ok nanti aku kasih tau Echa".


Rendi pun menutup ponselnya Elsa, bersamaan dengan Elsa datang dari dapur.


" silahkan di minum mas, mbak, bu" kata Elsa sambil tersenyum.

__ADS_1


" Terima kasih" kata Randi, sementara Lastri dan bu Darmi sedang memindai seluruh isi rumah Elsa dan Rendi.


" ada apa mas?, ada yang bisa aku bantu?" tanya Rendi langsung pada intinya, saat melihat Randi hanya diam saja.


" iya Ren mas kesini mau minta uang buat modal usaha sama kamu"


" iya. Ren kamu kan ngasih Radha modal buat usaha, jadi kami juga mau minta modal buat usaha"


Rendi dan Elsa saling pandang" mas nau buka usaha apa?" tanya Elsa


" ya belum tau mau usaha apa, jadi kita minta uang nya dulu 300 juta" jawab Lastri cepat saat melihat suaminya mau buka suara.


" apa 300 juta?" kata Elsa dan Rendi berbarengan.


" iya kan kamu juga ngasih Radha modal, jadi harus adil dong"


" maaf mbak mas untuk saat ini aku tidak ada uang segitu, kar.."


" Dasar pelit, istri kamu kan kaya ya minta sama dia lah, punya istri kaya itu ya di manfaatin ren percuma kaya tapi nggak mau bantu saudara" cerocos bu Darmi sambil memandang sinis Elsa.


" benar Ren Elsa pasti punya uang masa dia nggak mau bantu mas sih, Radha aja di kasih kok tadi, cuma 300 juta jadi jangan pelit" tambah Randi


Elsa dan Rendi pun saling pandang" maaf mas aku bukan nya pelit, tapi saat ini nemang tidak ada uang segitu, Elsa baru aja beli barang, sebentar lagi juga bulan puasa, jadi Elsa harus punya banyak stok kain dan bahan jahit lain nya, dan soal mbak Radha itu bukan di kasih mas tapi itu adalah uang catering mbak Radha untuk sebulan ke depan, aku belum ada kasih mbak Radha modal karna saat ini kami lagi butuh" jelas Rendi


Randi pun langsung berdiri, " ayo Las bu kita pulang percuma punya saudara kaya tapi pelit"


Randi, Lastri dan bu Darmi pun langsung keluar dari rumah Adiknya. Rendi hanya bisa diam mematung melihat kakak pertamanya keluar dari rumahnya dengan marah.


" yah gimana ini?" tanya Elsa cemas


" biar aja bun, memang kita nggak ada uang sebanyak itu kok, lagian mereka mau usaha apa dengan modal sebanyak itu, kamu aja dulu pas buka Butik modal nya cuma 20 juta, ini dia minta 300 juta emang nya duit itu daun tinggal petik di daun" kata Rendi dengan wajah kesal


" aku pikir nas Randi udah berubah bun tau nya cuma beberapa hari kumat lagi". tambah nya lagi.


Sementara di rumah pak Hendra hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan putra pertamanya. dia kaget saat mendengar dari Randi kalau Rendi tidak mau ngasih dia modal.


" memang nya kamu mau usaha apa Ran?"


" belum tau pak"


" belum tau? lalu kenapa jamu minta uang nya sama Rendi?, kamu minta 300 juta? astaga Ran bapak pikir kamu udah berubah lo"


" tau nih mas Randi, di kira tu duit tinggal ngambil di pohon?"

__ADS_1


" anak kecil diam aja" ketus Lastri


" aku bicara dengan kakakku , bukan kamu mbak, kalau kalian minjam mungkin mas Rendi bisa usahin lah ini mintak, usaha pun belum jelas nau bikin apa, aku kasih tau ya mas, mbak Elsa itu pertama kali bikin butik itu modal nya cuma 20 juta, akhirnya berkembang jadi besar kayak gini,kalau mau buka usaha itu mulai dari modal keci mas bias kita tau udaha kita berkembang atau tidak nya." jelas Rindi panjang lebar


__ADS_2