Ipar Sombong Dan Tetangga Julid

Ipar Sombong Dan Tetangga Julid
3.Ada Yang Iri


__ADS_3

" hah? serius kamu Sa?" tanya Radha terkejut" banyak banget Sa, mas Dion aja cuma 2 juta sebulan," sambung nya lagi


" iya mbak tempat perusahaan ini kan sudah besar mbak, sementara tempat mas dion kerja masih merintis"


" iya juga sih, ini kalau mbak Lastri tau gaji Rendi lebih besar dari Mas Randi pasti cari gara gara lagi nih!" kata Rindi


" biarin aja lah, mending kita ke pasar aja mbak, aku mau cari perlengkapan rumah tangga nih"


" aku nggak ikutan ya mbak, soal nya aku mau liat gudang, soal nya ada list yang di kirim butik 2"


" ok, kalau ada masalah kamu telfon mbak ya, oh ya mbak hampir lupa ini kontrak kerjasama kita, mbak tandatangani, sekali tiga bulan kita perbarui kontrak kerja sama kita"


Radha pun menandatangani kontrak kerja sama itu. kemudian mereka pun pergi ke pasar. sesampai di pasar mereka pun langsung ke toko mebel terlebih dahulu,Elsa pun memilih kamar set untuk rumah baru nya nanti.


" nah mas kalau untuk yang kamar anak saya mau yang karakter biota laut dan Hello Kitty"


" ini mbak silah kan di liat katalog nya dulu,"


" nah ini mas saya mau yang ini dan ini ya"


" boleh mbak kita akan siap kan pesanan mbak Elsa dan mbak tinggal telfon saya untuk kapan di antar barang nya"


setelah selesai mereka pun ke toko Elektronik, di sana mereka membeli 2 kulkas dan 2 mesin cuci keluaran terbaru.


" Sa apa ini nggak berlebihan?" tanya Radha" gimana kalau mbak Lastri tau?" kata nya lagi


jelas Radha takut melihat reaksi istri dari kakak tertua nya itu,


" mbak tinggal bilang kalau ini mbak beli setelah dapat uang muka dari AF, lagian mbak butuh ini kok buat nyimpan bahan makanan"


Radha pun mengangguk, tak terasa mereka sudah 3 jam di pasar.


" mbak kita pulang yuk, anak anak pasti udah pulang nih"


" ayo "


Mereka pun pulang setelah puas belanja" nah mbak ini uang muka ketring nya 5 juta,nanti kalau udah ada rekening aku akan langsung transfer aja nanti"


" makasih ya Sa, ini uang nya mbak terima"


" iya mbak,mbak semangat tunjukkan sama mereka kalau mbak bisa"


tak lama mereka pun sampai di rumah, langsung di sambut oleh Lastri.


" kalian dari mana?" Lastri pun melirik kantong belanja yang di bawa Elsa dan Radha.


" dari pasar mbak" jawab Elsa


" bunda..." panggil Rheyna


" Stop berhenti, bunda dari luar lo sayang, bunda bersih bersih dulu ya"


" hehe ok bun" jawab Rheyna


Elsa dan Radha pun bersih bersih terlebih dahulu baru bergabung di ruang keluarga dengan yang lain nya.


" gimana Dha jadi mereka pesan ketring kamu?" tanya Bu Salma


" Alhamdulillah jadi bu, bahkan aku udah tekan kontrak kerja sama dengan mereka, mereka mau pesan ketring ku untuk semua karyawan nya"


" Alhamdulillah bapak senang dengar nya, semoga ini merupakan jalan untuk keberhasilan kamu nanti nya"


" Amien..." jawab mereka


" bunda tadi adek liat banyak pohon mangga di kebun"


" iya bun kayak yang di kebun opa bun," tambah Cano


" ada yang nakal nggak tadi?" tanya Elsa


" nggak bun, kita kan anak baik'


" ya udah Sekarang uda sama adek bobok siang ya,"


" siap bunda, tapi bobok di kamar bunda ya"


Elsa pun tersenyum da mengangguk" boleh, mau bunda puk puk?" tanya Elsa


" adek iya bun"


Elsa pun pamit sama mertua dan kakak ipar nya"


*


sore hari para suami sudah pulang kerja, anak anak yang sedang bermain di luar pun berlari mengejar ayah mereka.


" Ayah..."


"Abi...."


" papa.."


" duh anak ayah udah wangi aja nih"

__ADS_1


" iya dong yah,adek cantik kan??" tanya Rheyna manja


" cantik dong, anak siapa dulu dong??"


" Anak Daddy.." jawab Cano


" is uda ni, anak ayah lah,"


sedangkan Randi memindai penampilan ke dua anaknya.


" kalian kenapa belum mandi"


"kata mama tunggu papa pulang" jawab Dinda anak pertamanya Randi dan Lastri.


Bersamaan dengan itu sebuah mobil pick up datang.


" permisi mas mau tanya rumah mbak Elsa dan Radha di mana ya"


" memang di sini mas, saya suami Radha ada apa ya mas?


" oh ini mas saya ngantar pesanan mbal Elsa dan mbak Radha mas, kulkas dan mesin cuci"


Elsa dan Radha pun keluar," mau antar barang ya mas" tanya Elsa


" iya mbak maaf lama mbak tadi banyak ngantar barang mbak"


" nggak masalah mas, langsung baea masuk aja mas" kata Radha saat melihat Lastri keluar dari rumah nya.


mata Lastri melotot saat melihat apa yang ada di atas mobil.bagaimana ke dua adik ipar nya itu bisa membeli barang-barang mewah itu.


" kamu jadi belu kulmas bun?" tanya Rendi


" jadi yah, sekalian aku saranin mbak Radha tadi buat beli juga" jawab Elsa


Rendi dan Dion pun menolong petugas nya mengangkat kedua barang itu. mereka pun ngajarkan Radha cara pemakaian mesin cuci itu.


" sanggup kamu bayar kredit nya Dha, Dion kan hanya buruh pabrik ntar nggak sanggup bayar kalian lagi" kata Randi ceplas-ceplos


" ini nggak kredit kok mas, aku tadi bayar kontan,"


Randi dan Lastri pun tertawa," Radha..Radha lucu sekali kamu gaji Dion itu kecil nggak kayak mas Randi yang ketua produksi, uang dari mana kamu bisa beli ini kulkas sama mesin cuci."


"Kalau manjat itu jangan terlalu tinggi ntar jatuh sakit" hina Randi memandang rendah adik." jangan pinjam uang sama aku kalau kamu nggak bisa bayar ini kredit barang". tambah nya lagi.


tak lama petugas itu pun keluar dan menyerahkan nota pembelian kulkas dan mesin cuci nya.


" ini nota dan kwitansi pembayaran nya ya mbak, nanti kalau ada masalah sama barang nya bisa hubungi no customer servis kami"


" baik terimakasih ya mas"


" astaga mbak Lastri bisa baik baik nggak?, "


mata Lastri melotot saat melihat nominal yang tertera di nota dan kwitansi pembayaran itu, di tambah lagi ada nya stempel LUNAS disana.


" i...ini beneran?" kata Lastri,Randi pun melotot saat melihat semua.


Radha pun mengambil kertas itu," iya kenapa? masalah untuk kalian"


" dapat uang dari mana kamu Radha?".


Rhada pun tersenyum sinis melihat wajah kakak nya itu," dapat dari mana itu bukan urusan kamu mas, yang penting ini uang halaldan yang pasti aku tidak berhutang sama siapapun".


" Umi kulkas nya bagus, pintar kamu milih" kata Dion


" iya bi Elsa tadi yang bantu milihnya, ayo kerumah ibu, punya ibu lebih bagus dari ini"


Mereka berempat pun keluar dan langsung masuk ke rumah sang ibu.Randi dan Lastri dibuat tambah melongo saat melihat kulkas baru ysng di beli Elsa.


" gimana mbak bagus nggak kulkas nya,?" tanya Elsa


" bagus sa mbak suka kok, yang ini lebih bagus lo sa"


" iya mbak aku sengaja pilih yang 2 pintu biar banyak muat "


" bunda besok beli naget banyak banyak ya"


" iya sayang nanti bunda belanja ya "


Rendi pun keluar dari kamar setelah selesai mandi.Randi pun mendekati Rendi.


" Ren dapat dari mana Elsa buat beli itu kulkas" tanya Randi


mereka semua pun menoleh ke arah Randi.


" Elsa itu kerja mas, dia nggak cuma ngandelin uang dari ku"


Randi pun terdiam, begitu pun dengan Lastri,ia merasa di sindir oleh adik dari suami nya itu.


" sudah sudah, semua nya ayo duduk" kata pak Hendra mereka semua pun duduk.


" Randi, Radha,Rendi dan kamu Rindi tadi bapak panen mangga di kebun" kata pak Hendra sambil membagi sata per satu


" loh pak kok cuma 1,5 juta biasanya kan 2,5" tanya Randi

__ADS_1


" belum semua mangga yang di panen," jawab bu Kemudian bu Salma pun mengeluarkan sebuah buku tabungan dan menyerahkan nya pada pak Hendra.


" ini untuk mu Ren," kata pak Hendra ssmbil menyerah buku tabungan dan juga sebuah kartu atm.


" apa ini pak?" tanya Rendi sambil membuka buku tabungan itu, ia kaget melihat nominal yang tertera di sana." pak ini.."


" iya itu adalah hasil panen jatah kamu dari 10 tahun yang lalu, ibu dan bapak sengaja nyimpannya karna bapak yakin kamu pasti akan kembali, dan ini memang hak kamu" jelas pak Hendra


" mas Randi kok nggak dapat pak?, seharusnya mas Randi juga dapat dong" kata Lastri menyela ucapan pak Hendra.


" bukan nya kamu sudah menikmati hasil nya setiap kali panen Lastri, dan Rendi belum pernah menerima bagian nya semenjak dia lulus SMA."


" baik pak aku akan terima ini, terima kasih pak"


Semuanya pun tersenyum kecuali Randi dan istrinya. ia pun merampas buku tabungan itu dari tangan Rendi,ia pun kaget melihat jumlah tabungan itu.


" pak ini nggak salah? aku nggak dapat segini loh hasil panen bapak?,kok Rendi bisa dapat segini?"


"ya jelas beda lah Ran, Rendi punya tanah satu hektar dan di kelola oleh pakde Agam,yang hasilnya masuk ke tabungan ini juga maka nya tabungan Rendi jadi banyak" jelas bu Salma


" Kalian berempat bapak kasih masing-masing satu sawah, Radha dan Rindi bapak yang mengolah sawah itu, Rendi pakde mu yang ngolah, trus sawah jatah mu mana?"tanya pak Hendra.


Randi yang di tanya pun jadi salah tingkah, begitu pun dengan Lastri ia sudah pucat pasi saat di ungkit masalah sawah. Kaena sawah bagian Randi sudah di jual Lastri 6 tahun lalu.


" makasih ya pak bu sudah menyimpan tabungan ini untu ku" kata Rendi" Bun kamu pegang ya". Elsa pun menerima ATM dan buku tabungan tersebut.


pak Hendra pun menoleh ke arah Radha," kamu jadi datang ke tempat Rindi kerja Dha?" tanya pak Hendra


" jadi pak, bahkan aku sudah tandatangani kontrak pak untuk tiga bulan ke depan, mereka juga sudah kasih Dp buat acara senin depan,"


jadi mereka pesan ketring kamu"


" iya pak di mulai senin depan mereka mintak untuk 750 porsi, dan 650 untuk setiap harinya kecuali hari minggu pabrik konveksi nya libur, yang buka hanya toko baju".


"Alhamdulillah semoga ini jalan kamu untuk sukses ya nak,"


"Amien.."


**


Malam harinya di rumah Randi.


"Las ini gaji ku untuk sebulan ke depan" kata Randi sambil menyerahkan amplop.


" kok cuma 3 juta mas?". tanya Lastri


" gaji ku di potong bayar cicilan pinjaman kemarin," jawab Randi


" trus yang di kasih bapak tadi?, sini kasih aku" pinta Lastri


" kalau aku kasih kamu trus buat bayar Bank gimana? mau kamu di usir dari sini gara gara nggak bayar cicilan"


" tapi mas aku mau beli kulkas dan mesin cuci kayak Radha atau Elsa beli tadi mas"


" aduh... Las kamu itu bikin aku pusing tau nggak, uang dari mana mau beli tu barang?,udah cukup kita di kejar hutang setiap hari"


Randi pun keluar dari kamar nya dan duduk di teras rumah nya, ia pun melihat Rendi keluar dengan istrinya, ia pun langsung menuju ke rumah orangtuanya. Sementara itu Rendi pergi ke supermarket tak jauh dari rumah.


" yah jangan lupa cemilan anak anak"


" beres bun, buah sagur sama daging gimana"


" sekalian aja yah,"


Satu jam lebih mereka belanja bulanan nya, mereka pun pulang setelah membeli Sate ayam. Rindi pun membantu Elsa membereskan kan belanjaan nya, Lastri pun bertambah iri saat melihat isi kulkas baru itu penuh sedangkan isi kulkas nya hanya air putih. Saat ini mereka berkumpul di ruang keluarga, Elsa pun menyerahkan amplop ke arah ibu mertua nya.


" bu ini uang bulanan buat ibu dan bapak" kata Elsa sambil tersenyum.


" uang apa ini nak" tanya bu Salma


" uang gaji aku bu, aku hari ini gajian, dan maaf bu aku hanya bisa kasih ibu segitu".


Bu Salma pun membuka amplop itu" ini banyak sekali Ren, trus untuk istri dan anak mu bagaimana?."


" iya Ren utamakan anak istri mu Ren"


"sudah kok pak bu, semua gaji Rendi udah ada bagian nya masing-masing pak bu,dan ini memang sudah menjadi hak bapak sama ibu".


" emang gaji nyo berapa Ren hingga kamu bisa kasih banyak sama ibu, trus Elsa kamu kasih berapa?" tanya Randi yang mata nya masih menatap Uang yang ada di tangan bu Salma.


" Iya Ren kamu kasih Elsa berapa jangan sampai kamu zolim pada anak dan istrimu"


" nggak kok pak, aku kasih ibu 5, untuk ku 5 dan Elsa 15 pak" jawab Rendi


" hah 5 apa nih? itu berapa bu?" tanya Lastri


" Rp 5 juta" jawab bu Salma


" 5 juta?, berarti 15 itu 15 juta?


Rendi hanya mengangguk kan kepala nya, sementara orang tua, Randi, Dion dan Lastri hanya melongo mendengar gaji Rendi.


" itu beneran Ren?," lirih Lastri menatap tak percaya pada Rendi dan Elsa.

__ADS_1


Sekaran kadar rasa iri dalam hati Lastri bertambah tebal. Sekarang Lastri makin kalah dari Elsa. rasa iri pun kini sudah berubah jadi rasa benci terhadap adik iparnya itu.


__ADS_2