
Takbiran sudah menggema di Masjid, seperti tahun tahun sebelumnya, pelaksanaan Shalat Id hari ini di laksanakan di halaman Masjid. Setelah selesai Shalat oara Warga berbondong-bondong mengantarkan Nasi ke Masjid. Sudah menjadi Tradisi turun menurun tiga kali setahun pasti para warga akan makan bersama di Masjid yaitu pada saat membersihkan Pemakaman umum seminggu sebelum puasa Ramadhan, Idul Fitri dan idul Adha.
Setelah selesai makan bersama di Masjid Elsa dan keluarga nya sedang berkumpul di rumah Andung, mereka sedang membicarakan mau berkunjung ke mana saja untuk hari ini dan besok, karena hari ketiga mereka semua pun akan pergi jalan jalan.
anak anak sudah berkumpul di rumah Andung menunggu THR dari Anggota keluarga mereka.
Terlebih lagi mereka menunggu THR dari Ibra,Elang,Rendi dan Dion karna mereka belum pernah memberikan anak anak itu THR.
" di mulai dari yang kecil ya" kata Ibra dan langsung memberikan para ponakan dan adik adiknya uang. kemudian di lanjutkan oleh Rendi, Elang, dan Dion.
"Assalamualaikum.."
" wallaikumsalam.."
ternyata yang datang adalah Fitri dan ketiga anaknya, Maira,Indah dan Wahyu. Indah seumuran dengan Zahra yaitu 17 tahun sementara Wahyu 15 tahun.
Mereka semua pun bersalaman, Rheyna yang melihat Maira yang duduk di samping Elang pun langsung menghampiri dan memeluk Elang.
" nggak boleh dekat dekat, ini Daddy adek" kata Rheyna langsung memeluk posesif Elang.
semua orang pun tertawa melihat tingkah Rheyna.
" wah gawat ini, pawang bang Elang datang" celetuk Rindi
semua orang pun tambah tertawa mendengar celetukan Rindi.
" adek kenalin ini tante Maira, nanti tante maira akan jadi mommy nya adek" kata Glenca
" Mommy adek?,nggak boleh nanti Daddy nggak sayang adek lagi" lirih Rheyna dengan mata berkaca-kaca
" loh princess kesayangan Daddy kenapa?" tanya Elang
" Daddy nggak sayang adek lagi ya?"
" sayang dong, adek itu Princess nya Daddy, sampai kapan pun akan jadi princess Daddy"
" tante juga sayang Adek?"tanya Rheyna sambil menatap Maira
Maira pun tersenyum dan menyentuh kepala Rheyna" Iya tante juga sayang Adek"
" berarti adek panggil Mommy ya"
semua orang mengangguk dan tersenyum saat melihat Maira di peluk Oleh Rheyna.
Vanes pun mengajak keluarganya untuk mengunjungi rumah sanak familinya yang lain. baik yang dekat maupun kerabat jauh.
Lebaran pertama mereka isi dengan mengunjungi rumah sanak familinya, sedang kan besok Mereka mau ke berkunjung ke rumah Kakak tertua Andung yang ada di Pariangan. Desa yang di juluki desa terindah di dunia,terletak di kabupaten Tanah Datar.
" bun Andung itu berapa saudara?"
" tiga yah, Andung anak kedua, yang ke tiga tu Uwo Raya."
" kalau ngumpul udah pasti keluarga besar nih bun, mana semua nya akur lagi".
Elsa pun terdiam dia mengerti maksud ucapannya Rendi.
__ADS_1
" kalau kata uda Ibra nggak semua nya akur yah, ada juga kok yang saling iri"
" aku jadi ingat bapak dan ibu bun, Mas Randi lagi dimana ya sekarang".
" kita kirim doa saja yah buat bapak dan ibu, kalau untuk mas Randi semoga dia segera dapat hidayah, dan di mana pun dia berada sekarang mudah mudahan dia baik baik aja"
*
Hari ini seluruh anak menantu, cucu dan cicitnya Andung dan Antan pun berangkat ke Padang panjang lebih tepatnya Pariangan. mereka menggunakan Bus pariwisata yang memang sengaja di beli Elang 3 tahun lalu karna Vanes tau keluarga selalu di hina karena tidak bisa jalan jalan. Elang membeli tiga bus untuk di kelola keluarga Vanes di kampung. Semenjak bus itu ada keadaan keluarga vanes yang masih kekurangan menjadi lebih baik.
" wes mantap nih Lang, tapi kok di depan nya tiga saudara" tanya Elang saat melihat kaca depan bus.
" iya bang Antan yang suruh, kata nya ini kan yang beli bang Elang".
" kenapa nggak di kasih nama Pheto aja"
" yang dua lagi emang di kasih nama Pheto bg, Nama Cano dan Rheyna." Jawab Langit
" trus gimana perkembangan Bus kita ini?,"
" banyak yang sewa bang, apalagi tahun baru, sebelum puasa dan libur sekolah, permintaan hampir tiap hari"
" Alhamdulillah kalau gitu nanti kita tambah lima Armada lagi, biar tidak perlu di cancel kalau ada dua Armada yang di sewa dalam waktu bersamaan".
" boleh tuh bang, jadi hitung hitung ngurangin pengangguran di keluarga kita"
Mereka pun langsung naik ke dalam satu bus dan langsung berangkat menuju Batu sangkar Tanah Datar.
" Ren kayak Rindi nggak balik lagi ke Jakarta" teriak Ibra. Rendi dan Elang pun menoleh kebelakang dan melihat Rindi dan Langi salah tingkah.
" gimana Ren setuju nggak Langit sama Rindi?" tambah Indra kakak kandung Langit.
" Gimana Rin mau nggak sama aku?" tanya Langit sambil tersenyum
" cie..cie.. bang Langit narik gas" ledek Zahra
" kalau bang Langit jadi sama Rindi kita buka cabang Anindita fashion di sini mbak" kata Glenca
" nah betul tu, biar kalian yang jauh bisa pulang, paling tidak setahun sekali" kata Ayumi
" salasai an Elang lu, baru Langit, ibo wak dek urang kampuang". kata Andung
" Elang siap lebaran haji, Langit siap tahun baru dah pas tu" celoteh Elsa.
Mereka pun tambah tertawa saat melihat wajah memerah Rindi karena malu di ceng cengin dengan Langit.
Satu jam perjalanan mereka sudah sampai di pemandian Kiambang batu sangkar, yanf tepat bersebelahan dengan AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) PT. AMIA .
" jadi ini PT. Amia itu, besar juga pabrik nya"
" mama dulu waktu sekolah SMK PKL di sana tu, dulu belum sebesar ini"
" berarti mama tau daerah sini dong" tanya Robert
" lupa ingat lebih tepatnya, dulu belum serame ini pa,"
__ADS_1
" itu apa ma?" tanya Glenca
" itu Prasasti Batu Batikam Cha".
" kalian kalau mau tau tentang Minang besok mama kasih buku sejarah adat istiadat Minangkabau, di kamar mama ada buku BAM ( Budaya Alam Minangkabau ) dari mama sekolah SD, sampai SMP." tambah Vanes
*
Akhirnya mereka sampai di tugu selamat datang di Pariangan.
" waw indah nya.." celetuk Dion
" pantesan di juluki Desa terindah di dunia" tambah Rendi
" itu gunung Marapi ya?" tanya Rindi
" berarti kita sekarang berada di Lereng gunung Marapi ya ma?" tanya Elsa
" iya di sini dingin oakein Jaket anak anak ntar mereka masuk angin"
Akhirnya mereka berenti di sebuah rumah Gadang yang ada di sana. Atuk Ahmad keluar dari rumah nya saat melihat keluarga besarnya yang di Payakumbuh datang berkunjung.
Atuk menitikkan air mata nya saat melihat ke dua adik perempuan nya datang.sudah bertahun tahun mereka tidak bertemu sekarang akhirnya bertemu juga dan melepaskan Rindu yang selama ini mereka tahan.
" masuak masuak sadonyo" kata Atuk Ahmad.
mereka semua pun masuk kedalam rumah, Atuk Ahmad punya dua Anak, dan lima cucu. mereka srmua Pun bersenda gurau karena sudah lama tak bertemu.
" jadi ko anak Anes nan ka babini tu, siapo namo ang yuang?" tanya Atuk
Elang yang duduk di sebelah Langit pun bertanya maksud omongan Atuk.
" Lang Atuk ngomong apa" tanya Elang
" Atuk nanya jadi ini anak Ante Anes yang mau nikah, trus Atuk nanya nama abang" jawab Langit
" Aku Elang tuk" jawab Elang
" Ndak bisa baso minang anak kau Nes?"
" Indak om, kan salamo ko kami acok di Paris, kalau Echa lai ngarati ciek ciek om".
" aja anak kau bahaso awak piak, walaupun nyo lahia jo gadang di lua, tetap ajaan nyo bahaso jo budayo Minang kito ko"
" Jadih om".
Jam tiga sore rombongan mereka pun kembali ke Payakumbuh, tapi sebelum nya Mereka singgah di situs kuburan Rajo dan prasasti Batu Batikam.
" jadi ini kuburan Raja minang yang ada di sini ya Ma" tanya Elang
" iya Minangkabau itu dulunya ada dua datuk yang memimpin. Datuak Katumangungan dan Datuak parpatiah nan sabatang. mereka itu dua saudara seibu lain Ayah."
" lalu batu batikam tu apaan ma?"
" kalau batu batikam itu lambang perdamaian antara keduanya datuk itu yang berselisih tentang adat istiadat Minangkabau, ya mereka musyawarah duduk di batu batu itu".
__ADS_1
Anes pun menunjuk susunan batu dan ada sebuah batu besar yang berlobang di sana.
" nah itu batu batikam nya"