Ipar Sombong Dan Tetangga Julid

Ipar Sombong Dan Tetangga Julid
5. Maling makanan


__ADS_3

Rendi masuk kedalam kamar nya dalam keadaan kesal. Elsa heran melihat wajah Rendi yang kusut.


" kenapa yah?" tanya Elsa


Rendi pun menghampiri Elsa yang sedang membuat sebuah desain baju pengantin.


" kesel ayah bun masa mereka yang makan, ayah yang di suruh bayar, bukan nya pelit bun tapi mereka itu benar-benar keterlaluan, ayah capek di manfaatin terus menerus sama mereka".


" sabar yah, doa kan saja mereka biar cepat sadar"


" stok sabar ayah udah melebihi kapasitas bun,bentar lagi meledak tuh kantung sabar ayah"


" udah jangan marah marah, mau bunda bantu redam emosi nya?" tanya Elsa lalu berpindah duduk ke pangkuan sang suami dengan tersenyum nakal.


" bunda yang terbaik, selalu tau cara bikin emosi ayah hilang" jawab Rendi, lalu mulai menciumi seluruh wajah sang istri.


Rendi pun mematikan lampu kamar nya, akhirnya malam panjang pun tak terelakkan lagi,bukan sekali tapi berkali kali .


keesokan harinya Rendi dan Elsa pun sudah bangun. mereka semua pun sarapan bubur ayam, hanya Randi dan Lastri yang belum bangun begitu pun dengan anak mereka.


" pak bu aku ikut ya ke kebun" kata Rendi


" kenapa? kamu rindu mass kecil mu dulu" tanya pak Hendra, Rendi pun hanya tersenyum.


" ikut.. ikut.." kata Rheyna


" boleh, uda ikut juga?" tanya Rendi, Cano pun mengangguk.


"adek bawa sepeda ya yah, " kata Rheyna


" iya bawa aja sayang"


" ya udah kalau gitu aku sama Rindi yang masak trus kita makan siang nanti di kebun gimana Rin"


" boleh juga, ayo kita berkebun" kata pak Hendra


setelah semua ke kebun Elsa dan Rindi pun pergi ke warung mang udin.


" mbak kita ajak mbak Radha yok"


" boleh, tapi masak nya di rumah mbak radha aja, mbak yakin ntar pasti makan kita hilang lagi kayak kemarin"


" kita kerjain aja mbak, sini aku bisikin" Elsa dan Rindi pun tersenyum mendengar ide Rindi.


" boleh, ayo"


begitu sampai di warungmang Udin ternyata di sana sedang ramai. semua ibu ibu di sana memandang sinis ke Elsa. Elsa dan Rindi langsung memilih apa yang mau mereka beli.


" mang minta naget nya dua bungkus ya" kata Elsa


" tumben masak banyak Rin" tanya bu Indri, istri dari pak Rt.


" iya bu Rt kita mau makan siang di kebun bapak nanti bu".


" mbak Elsa kok pelit sih jadi ipar?, kemarin Lastri pinjam mobil nggak di kasih, trus mas Randi nyuruh bikin makanan kamu juga nggak mau". ketus Mila


Elsa pun tersenyum" gini ya mbak Mila, itu mobil punya saya, jadi terserah saya dong mau kasih pinjam nggak nya sama mbak Lastri, gini deh coba mbak Mila di posisi saya, mbak Mila di fitnah, di hina dan di rendah kan sama ipar mbak, lalu mbak beli mobil dan baru sampai belum mbak coba buat bawa tu mobil, tiba tiba aja tuh ipar mbak yang suka ngehina itu datang minjam mobil buat jalan jalan sama keluarga nya, padahal mbak belum ngerasain tuh naik mobil mau nggak?, kalau aku jelas nggak mau" jelas Elsa


" trus apa itu tadi mas Randi nyuruh masak karna dia lapar, ya jelas saya nggak mau lah, sementara di samping dia ada istrinya loh, kenapa nyuruh saya sementara istrinya ada di situ. kecuali mbak Lastri nya sakit nggak bisa berdiri buat masak, atau dia lagi nggak ada di rumah trus dia minta tolong ya pasti saya bantu, lah ini istrinya sehat bugar kok duduk lagi di sampingnya kok malah merintah saya, ya jelas lah suami saya marah". sambung Elsa lagi, mereka semua pun langsung terdiam.


"mang berapa semua nya mang" tanya Rindu


"bentar neng saya hitung dulu''


mang Udin pun menghitung belanjaan Elsa dan Rindu" semua nya Rp.168.000 neng"


Elsa pun menyerahkan dua uang berwarna merah" ini neng kembalian nya."


" kita duluan ya semuanya" kata Elsa dan Rindi bersamaan.


"neng kalau dapat satu berita itu konfirmasi dulu, jangan asal mai sebar aja, ya kalau berita nya betul, kalau salah kan jadi malu," kata mang Udin


" betul tu kata mang Udin mbak Mila, dia nggak punya masalah loe sama kamu mbak, kenal aja nggak, udah dua kali loe kamu permalukan dia depan orang banyak" tambah bu Rt.


*


saat ini Elsa, Radha dan Rindi telah selesai memasak,Elsa pun membawa kantung belanja tadi pulang karna dia dan Rindi mau mandi dulu sebelum ke kebun.


" Rin kamu kantong belanja ke dapur ya, mbak mau langsung mandi."

__ADS_1


" ok mbak" Rindi pun langsung ke dapur dan meletakkan kantung plastik itu didekat meja kompor, lalu ia pun segera ke kamar untuk mandi.


sepuluh menit kemudian Lastri datang dari luar dan langsung kedapur mengambil kantong plastik tadi.


" Rin kantong belanja tadi kamu taro di dapur kan"


" iya mbak dekat kompor"


Lastri kelabakan saat mendengar suara Elsa dan Rindi, ia pun langsung sembunyi dekat lemari dapur.


" loh mana kantongnya Rin"


"eh kok ilang mbak tadi aku taro sini lo,apa tadi ada kucing masuk ya mbak"


" bisa jadi sih, ayo kita ke kebun aja, bawa yang di rumah mbak Radha aja "


mereka pun keluar ternyata Radha sudah di luar, dan mereka pun langsung pergi ke kebun mangga milik pak Hendra.


Sementara Lastri yang sedang sembunyi pun langsung keluar rumah.


" aman untung mereka nggak liat aku tadi." ia pun langsung kerumahnya membawa kantung plastik tadi dan memberikan ke bu Darmi.


Sedangkan Elsa, Radha dan Rindi telah sampai di kebun, mereka pun manggil semua orang buat makan bersama. setelah selesai makan Rindi mengajak anak anak masuk ke pondok buat tidur siang,


sedangkan yang lain masih duduk di tempat tadi sambil bersenda gurau. tak lama Randi, Lastri dan keluarga nya datang. Dan Lastri langsung melempar kantung belanja tadi ke arah Elsa.


" aduh.." teriak Elsa karena kaget, bukan cuma Elsa tapi semua yang ada di sana juga kaget.


" Lastri apa apaan kamu". kata pak Hendra


Randi langsung mendekati Elsa dan menamparnya.


plak..


" mas.." teriak Rendi


" Randi.." teriak bu Salma dan pak Hendra


" keterlaluan kamu mas, apa salah istriku hingga kamu menampar nya." teriak Rendi


" liat tu kelakuan istri kamu, dia memberikan Lastri sayuran bekas dan busuk"


Elsa yang melihat itu langsung melepaskan tangan Tika di lengan Rendi.


" nggak usah pegang tangan suami saya, dan kamu mas kapan saya ngasih istri kamu sayuran ha, saya tanya sekali lagi kapan saya kasih ini bahan makanan?"


Semuanya terdiam saat melihat kemarahan di mata Elsa," dan kamu mbak kapan saya ngasih ini ke kamu?" tanya Elsa sekali lagi, sambil melempar katung itu ke Lastri.


" dari pertemuan pertama kita saya diam karna jalian menghina dan merendahkan saya, tapi sekarang kalian sudah keterlaluan, "


" loh mbak ini bukan nya kantung yang kita cari ya?" celetuk Rindi


" iya Rin, kita heran kok bisa tuh kantung sampah hilang ternyata di embat kucing garong," kata Elsa sinis melihat Randi dan Lastri


" eh siapa yang kamu bilang kucing garong " kata Lastri


" buat yang ngerasa aja, a...iya Sekarang saya tau ternyata kamu yang ngambil isi kulkas saya sampai kosong dari tiga hari yang lalu"


" lah iya bener mbak, jangan jangan mbak Lastri lagi yang ngambil tu daging, ayam, udang dan yang lain nya di kulkas, trus juga makanan yang baru selesai di masak juga hilang"


Elsa pun tersenyum sinis ke arah mereka yang sedang salah tingkah, pak Hendra dan bu Salma hanya menghela nafas saat melihat tingkah anak dan menantu pertamanya.


"jadi sekarang sudah jelaskan siapa yang salah di sini?, istrimu itu yang maling makanan di dapur, bukan istriku yang memberikan nya".


" aku bukan maling" teriak Lastri


" lalu kalau bukan maling apa dong nama nya?, nyolong?" tanya Rendi


" apa salah nya kamu biayain hidup kita, aku ini kakak mu sudah seharusnya nya kamu membantu ku, Elsa itu cuma orang luar yang kebetulan kamu nafkahi."


" oh jadi kamu mau aku menghidupi keluarga mu dan keluarga istri mu mas?,"


" iya, mulai besok suruh istrimu itu buat masakin kita semua, jadi istri itu harus bisa di andelin" kata Randi


bugh


Rendi langsung memukul wajah Randi" kalau aku yang biayain hidup keluarga mu dan mereka semua, trus apa guna mu mas,dan juga apa guna si Bayu tuh," kata Rendi penuh Emosi


" sudah Ren," kata pak Hendra," dan kamu Randi mulai besok urus keluarga mu sendiri,mulai besok Ibu, Lastri dan Elsa masak terpisah, "

__ADS_1


**


Sore hari setelah selesai panen mangga dan jeruk mereka semua pun langsung pulang.


" yah bunda tidak bisa tinggal se atap sama mas Randi dan mbak Lastri". kata Elsa saat di dalam kamar.


" ayah ngerti kok bun, nanti akan ayah bilang sama bapak ya" kata Rendi.


Ternyata omongan Elsa dan Rendi di dengar oleh Randi yang ke betulan lewat depan kamar Rendi. Randi pun langsung mendobrak pintu kamar Rendi.


" apa maksudmu ha..? kamu mau mengusir ku dari rumah orangtuaku iya, dasar perempuan sundal"


" kamu kenapa mas, main dobrak aja,"


"ada apa lagi ini Ran?


" tuh menantu kesayangan bapak, dia mau ngusir aku dari sini",


" siapa juga yang mau ngusir kamu mas, aku cuma bilang aku nggak mau tinggal satu atap sama kamu dan istri kamu"


" ngaku juga kamu, kalau ada yang harus keluar dari rumah ini yaitu kamu bukan aku, udah Ren kamu tinggalin aja perempuan sundal ini, nanti aku cari kan kamu istri baru" kata Lastri


wajah Elsa pun memanas mendengar ucapan Lastri. ia pun langsung menelpon orang kepercayaan Elang." halo joe, kamu antar pesanan aku yang kemarin ya," kata Elsa sambil menatap tajam Lastri


"......"


" iya semua nya, sekarang ya soal nya aku mau pindah malam ini juga"


" ...."


Elsa pun menutup telfonnya" mas kamu mau ikut aku atau kakak kamu ini"


" Kamu mau kemana nak? tanya bu Salma lirih mata nya sudah basah.


Air mata Elsa pun jatuh dan memeluk bu Salma, " pak bu maaf aku tidak bisa tinggal satu atap sama mereka, biarkan aku pergi"


" biarin aja pak, mau tinggal di mana dia, miskin aja belagu, selangkah kamu keluar dari rumah ini jangan harap kamu bisa tinggal di rumah ini lagi".


" ayo bun kita bereskan semuanya"


Elsa dan Rendi pun membereskan semua barang-barang ke dalam koper, hingga tampa sengaja kotak perhiasan Elsa jatuh dari tangan Rendi. Lastri dan Randi melongo melihat kalung berlian milik Elsa.


tak lama terdengar suara mobil berhenti di depan pintu.


" mas joe"


" nona Rendi apa nona muda sudah selesai"


" sudah mas ayo masuk"


" permisi nona apa ada yang bisa saya bantu"


" oh ya jo tolong kamu angkat kulkas sama mesin cuci itu ya ke rumah" kata Rendi


" baik tuan"


" uncle joe di sini"


" iya tuan muda kecil"


" pak bu aku dan Elsa akan tinggal di depan, jangan sedih ya," kata Rendi sambil memeluk sang ibu


Lastri tersenyum sinis saat melihat Elsa membawa koper nya keluar, tapi ia kaget saat melihat Elsa masuk ke halaman rumah besar yang ada di depan rumah sang mertu.


" loh kok mereka ke sana" tanya Lastri lirih tapi masih bisa di dengar Rindi.


" karna itu rumah nya mbak Elsa dan mas Rendi,"


" jangan bohong kamu Rindi" sergah Randi


" ngapain aku bohong, mbak Elsa tu anak orang kaya, dia juga seorang desainer muda di kota, butik nya ada enam di kota, di sini dia juga membuka pabrik, "


" jjja jaadi Mer.."


" ya Anindita Fashion adalah milik mbak Elsa,"


Degh


Randi dan Lastri pun terdiam, dan menatap tak percaya pada Rendi dan Elsa.

__ADS_1


__ADS_2