
Tiga hari setelah Rendi mengatakan bahwa uang bulanan untuk Elsa tidur Lastri dan Randi pun menjadi tidak nyenyak. Rasa iri di dalam hati Lastri terhadap Elsa makin menjadi hingga ia pun berusaha untuk mengalahkan Elsa.
" Kita harus bisa menikmati gaji Rendi mas,uang ini aku belikan saja Emas nah untuk makan tinggal ambil di rumah ibu kamu"
" jangan ngaco kamu Las"
" Lah apa salah nya mas, kamu ini kakak nya sudah seharusnya dia bantu kamu, udah kamu tenang aja mas, uang mereka itu udah banyak kamu masih ingat kan jumlah tabungan itu, "
Randi hanya diam separuh hati nya membenarkan tindakan Lastri, tapi separuh lagi dia tau kalau itu tidak lah benar. Selama tiga hari ini pun Lastri selalu mengambil bahan makanan dan cemilan dari rumah ibu mertua nya. ayam, daging, ikan, sayur dan buah-buahan yang di beli Elsa semua nya raib tak tersisa karna di ambil oleh Lastri. Seakan belum puas Lastri pun menyuruh keluarga nya tinggal di rumahnya. karna bertepatan dengan habis nya masa kontrak rumah itu.
" ibu kamu jadi kesini hari ini Las? tanya Randi
" jadi mas, Bayu nggak sanggup bayar uang kontrakan itu"
Randi hanya bisa menghela nafas, sebenarnya dia keberatan keluarga istri nya itu tinggal di rumah nya, tapi mau bagaimana lagi.
" ya sudah aku berangkat dulu" Randi langsung berangkat bertepatan dengan Rendi dan dion keluar dari rumah.
Randi bisa melihat betapa santun nya adik dan adik ipar nya terhadap suami mereka, begitu pun dengan anak anak mereka yang turut mengantarkan sang ayah ke depan pintu. sedangkan istrinya malah sibuk sendiri sedangkan anak-anak nya masih tidur. Randi pun langsung berangkat bekerja begitu pun dengan Rendi dan dion.
Siang hari keluarga Lastri datang" syukurlah kalian sudah datang, ayo masuk" kata Lastri
mereka semua pun masuk dan beristirahat.
" jadi adik nya si Randi udah tinggal di sini Las?," tanya bu Darmi
" iya buk maka nya aku nyuruh kalian tinggal di sini, ibu tau dia ngasih Elsa istri nya uang bulanan 15 juta sebulan."
keluarga Lastri melongo mendengar itu," serius kamu mbak?, wah pasti enak ya jadi istrinya"
" maka nya aku nyuruh kalian tinggal di sini, karna aku nggak bisa nguasai uang nya Rendi jadi aku ambil aja semua bahan makanan di rumah ibu, jadi uang belanja yang di kasih mas Randi bisa aku belikan emas dan barang yang aku mau".
" itu belum cukup Las, ibuk ada ide", bu Darmi pun membisikkan sesuatu ke telinga Lastri dan Tika" Gimana? kalian setuju?"
Lastri dan Tika pun tersenyum" nggak ada salahnya kita coba buk"
" ya sudah aku mau ke rumah ibu dulu mau ngambil makanan" Lastri pun keluar rumah menuju rumah mertua nya untuk mengambil makanan, karna dia melihat Elsa sudah keluar rumah sama anaknya, kalau kedua mertuanya saat ini pasti di kebun.
Lastri pun masuk rumah dengan santai dan langsung menuju ke meja makan, ternyata di sana tidak ada makana, di Magicom pun tidak ada nasi, ia pun mencari di lemari tempat biasa ibu mertua nya menyimpan makanan.
" kok nggak ada sih, apa Elsa nggak masak?" Lastri pun membuka Kulkas ternyata isi nya pun sana yang ada hanya air putih.
" kulkas juga kosong apa Elsa nggak belanja,sial mana aku lapar lagi" Lastri pun keluar dari rumah
" mana makanan nya?" tanya Wina istri Bayu saat melihat kakak ipar nya pulang dengan tangan kosong.
" nggak ada jangankan yang masak, mentah aja nggak ada tuh makanan" jawab Lastri
" eh mbak liat ini" kata Tika sambil melihat ponsel nya" ternyata mereka lagi makan siang di luar" ketus Tika
Lastri pun melihat di sana ada Elsa,Radha,Rindi dan anak mereka yang sedang makan siang di sebuah restoran yang terkenal di daerah tersebut.
" pantesan nggak ada makanan ternyata mereka makan di restoran, ini nggak bisa di biarin mbak bisa bisa uang nya Rendi habis di bawa foya foya sama istrinya". hasut Tika
*
sore hari nya Rendi pulang dengan mobil baru, di kaca depan mobil itu ada stiker nama Rheyna dan di belakang nya ada nama Cano. semua orang kaget melihat Rendi pulang bawa mobil.
" loh Ren kamu beli mobil" tanya pak Hendra
" ayah ini mobil siapa?" tanya Cano
" bukan aku pak yang beli tapi Elang, ini mobil Uda sama adek Daddy yang belikan tadi uncle jo yang ngantar ke kantor ayah"
" apa yah Elang?, di biarin makin ngelunjak tuh anak" geram Elsa
ia pun langsung menelpon saudara kembar nya itu di dalam kamar.
" hallo adek ku sayang" sapa Elang
" Elang kamu kebiasaan ya ngirim barang mewah ke sini" terdengar suara tawa Elang di seberang sana membuat Elsa makin naik pitam.
" eh begundal Elang loe dengerin gue kan, stop manjain anak gue pakai barang mewah" teriak Elsa karna emosi.
__ADS_1
" adek ku sayang apa salah nya aku manjain anak kamu, mereka itu pewaris utama ABRAHAM GROUP jadi jangan heran kalau mereka aku manjain".
" tapi nggak kayak gini juga Elang tolong hargai ayah mereka, aku nggak mau ayah mereka tersinggung karna kamu ngirim mereka barang barang mewah Elang".
" kamu jangan kawatir itu mobil adalah bonus karna kamu sudah kirim aku desain perhiasan kemarin, semua desain itu di ambil oleh klaen aku, jadi jangan marah lagi Rendi juga udah aku kasih tau kok tentang mobil itu"
" ok aku terima itu mobil" kata Elsa bertepatan dengan Rendi masuk kamar." yaudah aku tutup dulu, makasih ya mobil nya". Elsa pun menutup telfonnya.
Rendi pun menyerahkan Kunci dan surat-surat mobil ke Elsa. kemudian ia pun langsung memeluk istrinya itu.
" jangan marah lagi bun" kata Rendi sambil tersenyum dan memeluk ibu dari anak-anaknya itu.
" maafin Elang ya yah, jangan tersinggung ya"
" nggak kok sayang, malah ayah yang minta itu mobil sama Elang kasian kalau anak anak sering tinggal di rumah, kemarin dia nelfon ayah kata nya desain bunda di ambil semua sama bangsawan yang jadi klaen nya Elang jadi dia mau kasih bonus."
" tapi bagaimana dengan yang laen yah"
" nggak masalah kok bun, yang jadi masalah tu mbak Lastri, maka nya ayah nggak jadi beli motor atau mobil daripada jadi huru hara. nah kebetulan Elang nelfon ayah ceritain aja gimana mbak Lastri, maka nya tadi Jonathan ngantar tu mobil ke kantor, ayo keluar liat kehebohan Uda sama adek." mereka berdua pun tersenyum dan keluar dari kamar.
" bunda ada foto uda sama adek di dalam mobil" teriak Rheyna
Elsa pun melihat isi mobil itu di kaca mobil bagisn belakang ada Stiker wajah Cano dan Rheyna dan juga ada dua bantal yang juga ada gambar kedua anaknya.
" Bagus Ren mobil mu, besok mas pinjam ya ke kantor" kata Randi sambil melihat mobil itu, begitu juga dengan Lastri dan keluarga nya.
" bukan mobil ku mas, ini mobil anak anak yang di berikan oleh pamannya."
" sama aja, mobil mereka mobil mu juga, udah mana kuncinya besok mau mas bawa"
" maaf mas aku aja nggak berani mas bawa ini mobil, ini mobil atas nama istriku, dari saudaranya untuk anak anakku."
" sudah lah Ran memang nya kamu mau apa dengan mobil itu". tanya pak Hendra
" besok tanggal merah pak aku mau bawa keluarga Lastri jalan jalan ke kota pak"
" kamu mau bawa keluarga istri mu jalan pakai mobil Elsa, sementara dia dan anak nya belum pernah naik ini mobil".
" apa salahnya Besan mereka kan saudara, harus nya mereka ngalah dong sama Randi"
" Rin udah malu di lihat tetangga, dan di sini juga ada anak anak," kata Elsa menenangkan.
kemudian dia pun menoleh ke arah Randi, lastri dan keluarganya.
" maaf mas itu mobil ku di belikan oleh saudara ku untuk anak anak ku,kalau kalian minjam buat kepentingan mendesak nggak masalah aku akan pinjam kan, tapi kalau untuk jalan seperti yang katakan tadi maaf aku tidak bisa".
" alah dasar pelit kamu" tunjuk Lastri
" pelit untuk keluarga benalu itu di Halalkan mbak" celetuk Rindi
" apa kamu bilang ke..." kalimat Lastri terpotong oleh ucapan pak Hendra.
" udah nggak usah ribut, Ran bawa istri mu dan keluarganya pulang, kamu juga Ren, Rin ayo bu kita masuk"
**
Malam hari nya Randi,Lastri dan dua anak nya datang dengan membawa tas.
" pak bu aku dan Lastri akan tinggal di sini, keluarga Lastri mulai hari ini tinggal di rumah ku, kamar kami cuma ada tiga, maka nya kami pindah kesini."
" ya silahkan toh kamar mu masih kosong"
Randi pun masuk ke dalam kamarnya menyimpan tas nya.
"yah seminggu lagi kan puasa Ramadhan gimana kalau lebaran kali ini di kampung halamannya mama?"
" ke Sumbar?" tanya Rendi
" iya yah, nih liat postingan chaca, 'Minang Maimbau' gimana? pasti seru tuh pulang kampung rame rame" kata Elsa antusias
" boleh tuh bun, disana tempat wisatanya juga bagus bagus bun"
" ya udah kita lebaran di sana aja nanti "
__ADS_1
" Sa... kamu nggak masak?" tanya Randi
" apa yang mau di masak mas, isi kulkas aja di gondong maling, " Jawab Elsa
wajah Randi dan Lastri memerah mendengar Jawaban Elsa
" trus ini gimana, aku udah lapar nih"
" kalau lapar makan mas tuh ada telur di kulkas, tinggal masak"
" ya udah sana kamu masak" perintah Lastri
" yang lapar siapa? suami kamu kan mbak?, ya udah mbak Lastri yang masak, kok malah minta mbak Echa yang masak" ketus Rindi
" trus fungsi dia di sini buat apa kalau nggak bisa masakin mas Randi makanan"
" trus fungsi kamu apa mbak sebagai istrinya mas Randi?, mbak Echa nggak ada kewajiban buat layani suami kamu, kalau bapak yang minta masih wajarlah karna orang tua suami nya." jawab Rindi lagi dengan sinis.
Tak lama terdengar bunyi klakson motor di luar, Rindi pun membuka pintu.
" go food atas nama Rindi mba"
" iya mas saya Rindi, ini uang nya mas"
" terima kasih, uang nya pas ya mbak"
" iya sama sama mas"
Rindi pun masuk membawa makanan pesanan nya. dan langsung memasukkan kedalam enam piring.
" loh kamu pesan makanan Rin?" tanya Randi berbinar saat melihat ayam bakar utuh, ikan bakar, Dua pecel lele, udang, dan cumi ada di dalam piring.
" wah ada ayam bakar, pa aku mau ayam.." kata ayu. Lastri pun dengan tersenyum langsung mengambil ayam bakar itu. dan Randi mau mengambil ikan bakar.
" mas mbak itu pesanan mbak Echa dan sikembar, jangan di ambil"
" loh itu kan masih banyak" kata Lastri
Rendi langsung mengambil ayam dan ikan yang hendak di ambil Randi dan Lastri.
" istriku alergi seafood mbak, maka nya Rindi sengaja pesan ini"
Rendi pun memotong ayam dan memberikan nya untuk Ayu dan Dinda.
" kalian mesan makan enak tapi tidak ada untuk kami"
" bukan salah adik mu Ran, kamu yang telat datang, Rindi udah mesan dari tiga puluh menit yang lalu, " kata bu Salma yang sudah jengah melihat kelakuan anak pertama dan menantu nya ini.
" trus kami makan apa dong,"
" tuh ada telur di kulkas, kalau nggak mau sana pesan go food." kata Rindi
Dengan kesal pun Randi mengambil ponselnya, dan langsung pesan go food. sementara yang lain pun melanjutkan makannya. selesai makan Rindi dan Elsa membereskan bekas makanan mereka setelah itu mereka pun masuk kamar masing masing.
saat masuk kamar Rendi sedang menidurkan ke dua anak nya di atas kasur. Elsa pun membentang kasur busa di bawah untuk mereka tidur, sedangkan anak anak di atas kasur.
tok
tok
tok
Rendi pun membuka pintu kamar nya." kenapa mbak" tanya Rendi
" mana uang buat bayar go food"
" hah?!" kok mintak aku sih mbak? yang makan siapa yang bayar siapa," Rendi pun keluar kamar.
" mas urus nih istri mu, udah cukup aku sabar selama ini" tegur Rendi saat melihat kakak nya depan tv.
" tinggal bayar beres Ren, gitu ada kok pelit sih kamu"
" aku bukan ATM berjalan mu mas" balas Rendi lalu masuk dalam kamar nya.
__ADS_1
" dasar pelit kamu Ren". teriak Randi, lalu dia pun keluar membayar go food yang di pesan nya.