Ipar Sombong Dan Tetangga Julid

Ipar Sombong Dan Tetangga Julid
10. Duka mendalam


__ADS_3

Para penglayat masih silih berganti datang dan mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya pak Hendra dan bu Salma, bahkan para tetangga tidak menyangka akan secepat ini pergi meninggalkan anak anaknya.


padahal kemarin mereka masih bersenda gurau di saat peresmian Anindita fashion. beberapa warga yang dekat dengan bu salma menyayangkan perbuatan Randi dan Lastri.


Ya penyebab utama kematian mereka pun sudah menyebar dari mulut ke mulut oleh para tetangga.beberapa warga bahkan ada yang menambah dan mengurangi cerita nya.


Rendi masih tetap berusaha menghubungi kakak tertuanya itu. tapi ke adaan masih sama no Randi dan Lastri tidak bisa di hubungi.


" Keterlaluan kamu mas, selama ini aku diam mas tapi setelah ini tidak akan kamu temukan Rendi yang dulu," kata Rendi dalam hati.


Pandangan nya tertuju ke depan melihat sang adik yang duduk di luar menatap rumah orang tua mereka. Rendi pun menghampiri Rindi yang masih melamun.


" Rin..."


Rindi pun menoleh, air mata nya pun langsung keluar melihat sang kakak ada di samping nya," mas kenapa mereka tega sekali sama bapak dan ibu, mereka serakah sekali". isak Rindi


Rendi pun langsung memeluk adiknya, " biarkan saja Rin, biar tuhan yang membalas mereka".


Rindi pun mengambil tangan Rendi dan di letakkan di puncak kepalanya" berjanjilah mas, setelah ini kita hanya tiga saudara, aku iklas mas masalah uang itu, tapi tidak kelakuan mereka yang membuat bakak sama ibu meninggal, berjanji lah mas kepadaku"


Beberapa pelayat yang datang dan menyaksikan itu pun ikut menangis mendengar penuturan Rindi. sungguh sakit yang mereka rasakan saat ini adalah Duka yang mendalam bagi Radha , Rendi dan Rindi.


*


Beberapa pelayat sudah pulang setelah pemakaman selesai. saat ini Radha dan Rindi masih memeluk batu nisan kedua orangtuanya.


" pak bu aku pulang dulu, kami akan sering datang ke sini " kata Radha


Mereka semua pun meninggalkan TPU di kampung mereka. Suasana berbeda saat sampai di rumah, mereka masih belum menyangka akan secepat ini ditinggalkan oleh kedua orang tua nya.


" kalian harus sabar ya, ikhlaskan kepergian orang tua kita, mereka udah jelas ending nya, lah kita ini masih belum jelas"


" mas Dion benar, kita harus iklaskan ke pergian bapak sama ibu, jalan kita masih panjang ke depan, hidup terus berlanjut sedih boleh tapi jangan berlebihan." tambah Rendi


" oh ya sebelum meninggal bapak meminta ku untuk menjual kebun dan membagi tiga untuk kita, gimana menurut mbak?"


" mbak ngikut aja Ren gimana baik nya, tapi nanti lah kita bahas, kuburan bapak sama ibu belum kering Ren"


" iya mbak aku tau, aku cuma nyampe in amanah almarhum bapak, ya sudah lepas 40 hari baru kita bahas".


Rindi pun menghampiri mereka," mas, mbak gimana dengan mereka sudah bisa di hubungi?"


" belum, mungkin mereka takut buat kita cari, maka nya tidak ada yang bisa di hubungi".


"Biarin aja mereka, aku yakin cepat atau lambat mereka pasti akan kembali ke sini".

__ADS_1


" sudah lah jangan bahas mereka lagi, oh ya mbak Elang membeli Restoran yang di jalan delima depan pabrik tempat mas Rendi kerja, mbak mau nggak menjalankan nya,?"


" yang benar kamu Sa?, iya mbak restoran itu milik salah satu kolega nya Elang, tapi nggak berkembang rugi mulu tiap hari, dari pada kasih ke orang mending kita yang kelola"


" bener tu mbak mungkin mas Dion juga bisa bantu nanti nya"


" boleh juga tuh bi, tapi habis lebaran aja kita mulai kali ya"


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka tentang Restoran baru itu.


Tak terasa sudah seminggu pak Hendra dan bu Salma meninggal dunia. Elsa, Rendi, Rindi ,Radha dan Dion pun sudah kembali ke aktivitas mereka seperti biasa. besok adalah hari pertama Puasa Ramadhan jadi hari ini mereka pun berenang di rumah, karna keadaan mereka masih berduka.


Sementara tentang Rumah juga sudah di kosongkan oleh Rendi, semua barang yang ada di rumah orang tuanya Rendi simpan di paviliun di rumah Rendi yang sekarang di huni oleh bi Asih pembantu rumah tangga Rendi waktu di kota dulu, begitu juga dengan pak Joko suami bi Asih yang menjadi Security di rumah Rendi.


" mbak kita masak apa ya buat sahur pertama nanti?" tanya Rindi


" kalau mbak sih terserah Rin"


" kita belanja je pasar aja yok mbak sekalian ajak mbak Radha, kalau di pasar kita bisa milih mau beli apa"


" boleh ayo, yah bunda mau ke pasar ya mau cari persiapan buat sahur besok"


" boleh nanti beli cumi sama udang ya bun"


Tak lama mereka pun langsung ke rumah Radha dan langsung pergi ke pasar. Di pasar pun mereka langsung membeli cabe, bawang,sayuran, daging, ayam, udang, cumi-cumi, ikan air tawar dan ikan laut,terus lanjut lagi ke toko sembako. terakhir mereka membeli buah buahan, ada pisang, mangga, jeruk,apel, anggur, salak,semangka.


setelah selesai mereka pun ke parkiran mobil" Sa temani mbak beli emas dulu ya,".


" boleh, mbak mau beli apa mbak?"


" Rencana mau belikan kalung buat Tiara,"


" bagus tu mbak aku juga mau mbak beli buat Rheyna"


Mereka pun menuju toko Emas setelah memasukkan barang belanjaan mereka ke dalam mobil.


" selamat siang mbak ada yang bisa di bantu"


" iya mbak saya mau cari kalung yang cocok buat anak-anak yang mana ya"


" oh baik, silahkan sebelah sini ibu, ini bu koleksi terbaru kalung buat anak-anak ibu"


" bagus ya Sa, kayak nya cantik deh kalau di pakai Tiara sama Rheyna"


" iya mbak, simpel gitu model nya, kita ambil ini aja mbak biar samaan anak kita"

__ADS_1


"mbak kita ambil yang ini ya "


" boleh bu, buat ibu nya nggak sekalian bu"


" mba liat ini cantik deh" panggil Rindi


Elsa dan Radha pun menghampiri Rindi yang juga sedang melihat model perhiasan set".


" bagus kan mbak, tidak mencolok kalau kita pakai setiap hari"


" iya model nya simpel tapi Elegan"


" kita ambil samaan juga ya mbak" tanya Rindi sambil melihat Elsa dan Radha.


Elsa dan Radha hanya mengangguk" mbak kita juga mau yang tiga set ini ya"


" boleh bu sebentar ya"


Pegawai toko mas itu pun membuka Etalase kaca dan mengambil tiga set perhiasan itu. kemudian ia pun membuat tiga nota dan kwitansi pembayaran nya. Elsa, Rindi dan Radha pun menyerahkan masing-masing kartu debit mereka.


Setelah dari tuko Emas mereka pun pulang kerumah karna hari sudah sore. sesampai di rumah mereka langsung membereskan belanjaan mereka.


" ummi beli apa? tanya Tiara


" ini ummi beli kalung buat Tiara" Radha langsung memasang kan kepada leher sang anak begitu pun dengan Elsa yang juga memasang kan kepada leher Rheyna.


" gimana kalian suka nggak?".


" Cantik bunda, adek suka"


" Ara juga suka ummi"


" Alhamdulillah kalau kalian suka"


" bunda buat Cano apa? tanya Cano dengan wajah di tekuk.


" iya ummi buat kakak apa?" tanya Andra


Rindi pun mengeluarkan mobil remote control dan menyerahkan pada kedua ponakannya itu.


" ini buat kakak dan ini buat abang"


" yey... makasih aunty" Cano dan Andra pun memeluk sang tante.


" sama sama ponakan ke sayang aunty".

__ADS_1


__ADS_2