Ipar Sombong Dan Tetangga Julid

Ipar Sombong Dan Tetangga Julid
18. Pawai Obor


__ADS_3

Hari ini adalah puasa bungsu dari pagi semua orang sedang sibuk, Elang dan Rendi sedang membantu Andung yang sedang membuat tungku.sedangkan yang lain sedang panen Cabe di kebun karna yang di sawah sudah di panen dua hari yang lalu. sementara Elsa, Anes, Radha dan Ayumi ke pasar Ibuh, untuk membeli daging sapi dan bumbu untuk membuat Rendang. Makanan Khas Minangkabau yang pasti nya setiap Lebaran pasti akan ada di setiap rumah di Minangkabau.


" Lang Ombuh lah api tu" kata Andung saat melihat Elang hanya diam melihat Api di tungku mati.


" apa Ombuh ndung?" tanya Elang tak mengerti


" ondeh yuang lah bara umua ang ko ndak tau jo Ombuh?, memang kalian ndak pernah baraja baso minang?"


" Aduh ndung malah tambah pakai bahasa Minang, Elang nggak ngerti ndung".


" ambiak Gadubang tu ha"


" astagfirullah mama cepat pulang, lama lama aku bisa botak karena nggak ngerti maksud Andung" tangis Elang frustasi


Sementara Zahra dan Rendi sudah tertawa melihat wajah frustasi Elang.


" bang Elang maksud Andung tu Api tungku nya di tiup, karena itu api nya mati"


" trus Gadugang itu apa?". tanya Rendi


" bukan Gadugang mas, tapi gadubang artinya parang, ada juga orang nyebut nya Ladiang artinya tetap sama yaitu parang"


" Alhamdulillah ada juga tukang translate nya, kamu di sini aja Ra temani kita ya"


" ok bang"


Zahra adalah anak bungsu dari Ayumi sekarang dia masih kelas XI SMA.


" Ndung kenapa nggak pake kompor gas aja bikin Rendang nya?"


" Samba labiah lamak masak di tungku yuang"


" Elang Ndung bukan Yuang yuang itu''


" payah na nyabuik namo ang, mako Anduang panggia uyuang,"


" kok uyuang lagi? Elang ndung"


Zahra sudah tak bisa menahan tawanya dari tadi.


" kau golak ka golak Piak, tangga gigi tu ko"


" is Anduang ko" jawab Zahra cemberut


" Ra kamu besok mau kuliah di mana?" tanya Elang


" Rencana mau di Pekanbaru baru?"


" kamu kuliah di Paris mau nggak?, abang liat kamu jago desaign baju sama perhiasan".


" hehe iya bang, sekedar hobi doang" kata Zahra cengengesan


" harus di kembangkan itu, walaupun hanya sekedar Hobi, liat itu mbak kamu yang dulu hanya sekedar Hobi sekarang jadi desainer muda" kata Rendi


" bener tu pokoknya kamu harus kuliah desaign ya biar makin jago, kamu sebagai perempuan suatu saat menikah dan punya anak, Alhamdulillah dapat suami yang bertanggung jawab dan berkecukupan, kalau sebaliknya gimana?, jadi kamu harus punya satu pegangan biar hidup kamu nggak terlalu bergantung pada suami" jelas Elang


" tapi biaya pasti besar bang".


" kamu masih punya abang, ada uda Ibra juga"

__ADS_1


" mas dan mbak mu juga akan bantu nanti nya, pokoknya sekarang belajar yang rajin biar kamu bisa kuliah di Paris nanti nya."


*


Sepulang dari pasar para wanita langsung menyiapkan Bumbu Rendang nya.


" Cha bisuak pas Elang basandiang, kau ambiak maso lo yo pakai Suntiang" kata Andung


" Echa kan udah lama nikah nya ndung masa mau jadi Anak daro lagi"


" Maksud Andung tu kamu kan belum ada pake baju Adat Minang Cha, biar di rumah ini ada foto kamu jadi Anak daro nya"


" apa nggak masalah Mak dang"


" tidak ada salahnya kan kamu sama Rendi cuma mau Ambil foto aja sebelum Niniak mamak datang"


" pasti cantik tuh mbak, aku besok juga mau cari orang Minang ah buat jadi suami" celetuk Rindi


" Sama Langit aja Rin, kayaknya dia suka kamu deh"


" is Chaca.." kata Rindi salah tingkah


Tak lama orang yang mereka bicarakan pun datang.


" Mak ngah dima latak an ko?" kata Langit sambil mencuri pandang ke Rindi.


" Lang mak ngah di muko ndak di sampiang do" celetuk Ayumi yang memergoki anak dari kakak tertua nya itu curi pandang pada Rindi.


" hehehe Mak ngah" Langit cengengesan salah tingkah, begitupun dengan Rindi yang salah tingkah di goda Ayumi dan yang lain.


" taro di sini aja santan nya Lang," kata Elsa


" gimana Rin mau nggak?, ntar sekalian aja nikah nya sama Elang" tanya Ayumi


" mbak setuju loh Rin, Ntar mbak bilang mas Rendi, mbak Radha setuju nggak?" tanya Elsa


" kalau mbak terserah Rindi aja, kenalan aja dulu kalau cocok lanjut, kalau nggak kan masih bisa berteman". jawab Radha


Rindi pun salah tingkah ketika semua mata melihat nya.


" nah betul tu kata Radha, kalian pendekatan aja dulu, mama setuju kok kamu sama Langit mudah mudahan kalian berjodoh".


" bunda...bunda...'' teriak Cano dan Rheyna


" ada apa sayang kenapa teriak teriak, nanti sakit lo tenggorokan nya"


" bunda liat Uda sama adek ada ini"


" apa ini nak, dapat dari mana?"


"Uncle yang kasih katanya buat nanti malam"


" buat apaan ini"


" buat ntar malam itu, nanti habis sholat isya kan ada pawai obor takbiran"


" masih ado ni pawai obor tu?" tanya Vanes


" masih biaso Langit tukang buek obor nyo"

__ADS_1


" Cha kamu bawa kamera kan?, ntar malem kita ambil video dan foto nya"


" ok aku juga penasaran sama pawai ini".


**


Suara Takbir sudah menggema di Masjid-masjid. Ketua pemuda sudah mengumpulkan pemuda yang tergabung dalam BUTA PADA (Bujang Tangguang Padang Data). saat ini sudah banyak yang berkumpul di halaman masjid.


" Yah zakat fitrah kita gimana?


" udah ayah bayar bun tadi di Masjid"


" Rindi juga udah ayah bayar kan?"


" udah kok, Rindi kan Sekarang tanggung jawab ayah bun, oh ya bun si Langit nanya Rindi tadi siang"


" nanya gimana?"


" ya nanya nanya soal Rindi, punya pacar nggak nya?"


Elsa pun tersenyum," kayak nya ntar lagi kita bakalan ngadain acara nikahan Rindi deh yah"


" kalau memang ada jodoh mereka kenapa nggak"


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu di beri tahukan kepada seluruh masyarakat kelurahan Padang Datar dan sekitarnya bahwa sebentar lagi pawai obor akan segera kita laksanakan, jadi dalam hitungan ketiga silahkan matikan lampunya. Sa..tu...Du....a..... Ti....ga.... matikan lampunya."


Klik


Seluruh rumah warga sudah gelap karena lampu sengaja di matikan. yang hidup hanya obor yang ada di setiap sudut rumah warga.


pawai Obor pun langsung di lakukan dengan berkeliling kampung dengan mengumandangkan Takbiran sambil membawa obor di tangan mereka.


Semua kegiatan ini di rekam oleh Glenca dan Rindi, di bantu oleh langit. karena mereka membawa Andra, Cano , Rheyna dan Tiara yang merengek ingin ikut.


" Nes..." panggil seseorang dengan lirih.


vanes kaget saat melihat Tanto sudah ada di sampingnya.


" Da Tanto.." lirih Vanes


" apa kabar nes"


" Alhamdulillah sehat da"


" maaf nes Dulu Uda nggak percaya sama kamu"


" sudah lah da nggak usah di ingat, itu hanya masa lalu"


" ma anak anak belum balik?" tanya Elsa menghampiri sang ibu.


" belum, memang nya kenapa?".


" aku mau keluar, takut nya mereka balik dan nyariin aku sama mbak Radha"


" ini anak mu Nes"


" Ha..?! oh iya Da ini anak ke dua ku Elsa, Cha ini teman mama di sini"


" Elsa om" kata Elsa menyalami Tanto takzim.

__ADS_1


" Tanto teman sekolah Anes ibu mu" kata Tanto tersenyum miris. ia masih tak percaya takdir tak berpihak pada cinta nya dan Vanessa.


__ADS_2