
Setelah pindah mendadak dan kemarin Rendi juga mengundang tetangga dan anak yatim piatu di panti asuhan untuk mengadakan doa bersama untuk selamatan menaiki rumah baru. Hari ini Elsa dan Rendi kembali ke rutinitas sehari-hari seperti biasanya.
" yah nanti bunda mau ke pasar pusat ya, bunda mau cari kain baru dan juga bahan jahit juga banyak yang kurang"
" boleh bunda mau pergi sama siapa? tanya Rendi
" Rencana sama Rindi, anak anak nggak mau ikut kata nya mereka mau main sama Andra dan Tiara."
" ya sudah kamu hati hati ya nyetir mobil nya, Uda adek ayah berangkat dulu ya"
" iya ayah" Rendi pun mencium kening anak dan Istrinya.
Ternyata pemandangan itu di lihat oleh Tika," sial harusnya aku yang di sana" ia pun kembali ke kamarnya.
Elsa pun masuk ke dalam rumah tak lama Rindi datang bersama Radha dan anak nya.
" Sayang kalian beneran nggak ikutan?"
" nggak bun, Uda mau main sama kak Andra"
" iya bun adek juga mau main sama kak Tiara"
" ya sudah jangan berantem ya, mbak aku titip sikembar ya ".
" iya kamu tenang aja anak anak aman kok sama aku,"
Elsa pun menyerahkan uang kepada Radha" ini mbak kalau mereka mintak jajan, di dalam juga banyak kok cemilan untuk mereka, ya udah kita pergi ya mbak"
Elsa dan Rindi pun masuk mobil dan pergi. Radha pun membawa anak anak ke dalam rumahnya yang tepat di sebelah rumah Elsa dan Rendi.
" wah senang hati Eyang liat kalian akur begini" kata pak Hendra.
" Loh bapak nggak ke kebun?" tanya Radha yang heran melihat sang ayah sudah ada di depan pintu masuk rumah nya.
" tidak Dha, Rendi melarang bapak berkebun, kata nya sudah waktunya bapak dan ibu main dengan cucu" jawab pak Hendra
" Alhamdulillah akhirnya bapak dan ibu bisa santai di rumah, sudah saatnya bapak itu duduk tenang di rumah, main sama cucu"
" benar pak kata Radha, sudah saatnya anak anak bapak ini berbakti". sambung Dion
" kamu nggak kerja Yon?"
" masuk siang nanti pak, bapak sudah sarapan?"
" sudah yon,Elsa tadi ngantar sarapan ke rumah,"
Tak lama bu Darmi datang menghampiri pak Hendra.
__ADS_1
" loh besan ndak kekebun?
" tidak bu Darmi, mulai sekarang kebun saya percaya kan sama pekerja saya hanya memantau saja"
" Wah enak ya jadi pak besan, tinggal duduk santai duit tetap mengalir"
" Alhamdulillah bu Darmi, anak anak sudah lama melarang saya bekerja, tambah sekarang Rendi sudah di sini jadi juga melarang saya bekerja".
Sementara itu di pasar pusat saat ini Elsa dan Rindi sedang memilih dasar kain untuk butik dan toko pakaian nya.
" kain yang ini ada berapa macam warna pak" tanya Elsa
" kalau itu ada tiga mbak, ini contoh kain nya "
" ok saya mau kain yang ini ya pak, trus ini,ini juga" lalu Elsa melihat sekeliling nya" nah yang itu pak yang burkat saya mau merah, maroon,navy, pink, sama salam sekalian sama pain polos nya nah yang ini ya"
" baik mbak, apa masih ada lagi?
" batik juga pak jangan lupa"
" yang batik ini contohnya mbak"
" wah bagus ini mbak batik nya" celetuk Rindi
" iya Rin bagus," Elsa pun menunjuk kain mana yang dia mau.
" boleh mbak, masih ada tambahan nya"
" nggak pak cukup itu dulu"
Pemilik toko pun mentotal semua daftar belanjaan Elsa.
" ini total semuanya mbak"
" ini saya transfer saja ya pak,"
" boleh ini no Rekening saya" Elsa pun langsung mentransfer uang ke rekening pemilik toko itu". barang nya paling lambat sore sudah sampai ya mbak, ini kartu nama saya nanti kalau butuh kain, atau kalau kain dasar yang baru saya akan hubungi mbak"
" boleh juga tu pak, dan ini kartu na
ma saya" Elsa pun menyerahkan kartu nama nya.
*
Selepas dari toko kain Elsa dan Rindi pun kembali ke rumah karena hari sudah sore, sesampai di rumah ternyata sang suami sudah pulang dan lagi ngumpul di halaman rumah dengan anak dan keponakan nya.
" loh ayah udah pulang?" tanya Elsa sambil menyalami dan mencium tangan Rendi.
__ADS_1
" baru lima menit nyampe bu, jadi tadi belanja nya"
" jadi yah kain nya bagus loh yah,"
" iya mas kita tadi juga udah pilih kain buat lebaran nanti" kata Rindi antusias
" wah senang banget kamu Rin?"
" iya dong mas, udah lama lo kita nggak pake baju kapel,"
" ya udah ayo kita bersih bersih dulu, ntar malam kita bikin desaign baju nya"
" ok mbak"
Mereka pun masuk ke dalam rumah,Rendi pun menghampiri Elsa" bun pak Arga bilang istrinya mau ketemu sama bunda"
" Oh ya kapan yah, katanya sih kalau bisa malam ini, soal nya pak Arga sama istrinya mau ke Singapura"
" ok nggak masalah mau ketemu di mana?"
" kata nya sih mau ke rumah kita ntar malam"
Malam hari di rumah pak Hendra setelah makan malam semua anak menantunya sedang berkumpul.
" gimana Rin kamu suka yang mana?" tanya Elsa sambil melihat dua buah kertas desaign pada Rindi.
" kayanya yang ini deh mbak, sederhana tapi elegan dan kesannya tuh mewah"
" ok besok kamu serahkan ke orang konveksi"
" wah bagus model nya Sa, baju untuk apa nih" tanya Radha.
" buat lebaran mbak aku sengaja desaign baju ini buat lebaran"
" tadi siapa yang datanf Ren?" tanya pak Hendra
" Klaen nya Elsa pak, suaminya rekan kerja ku di kantor, nah istrinya mau buka Butik jadi dia minta Elsa buat jadi desainer nya"
" Teus persiapan grand opening itu gimana Sa? kalau butuh bantuan kamu bilang aja sama Radha, insyaallah kami akan bantu".
" mas juga akan bantu kalian nantinya, semoga acaranyakalian berjalan dengan baik"
" Amien..., makasih yamas Randi, mas Dion dan juga mbak Radha insyaallah semuanya aman, tapi nanti kalau ada sesuatu kami pasti akan bilang kok." jawab Elsa
Wajah Lastri dari tadi terlihat masam, di tambah lagi melihat sang suami sudah mulai baikan dengan Rendi. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karna takut akan ancaman Randi yang akan menceraikan nya kalau buat masalah dengan keluarganya Randi apa lagi Elsa dan Rendi.
Dari awal kedatangan Elsa dan Rendi kerumah mertuanya sudah sudah membuat dia iri. Elsa yang cantik ,kulit putih bersih, tinggi semampai, ditambah lagi berat badan nya ideal. sementara Lastri kebalikan nya dari Elsa.
__ADS_1
Lastri juga terlahir cantik, kulitnya sawo matang, tinggi nya 150 cm dan juga sedikit gemuk, itulah yang membuatnya memusuhi Elsa.