Ipar Sombong Dan Tetangga Julid

Ipar Sombong Dan Tetangga Julid
6. Rumah Baru


__ADS_3

Pov Randi


Aku benar-benar tidak menyangka ternyata adik ysng selama ini aku remeh kan ternyata dia lebih sukses dari ku. Padahal selama ini aku selalu melihat nya sebelah mata.


Lima tahun yang lalu Rendi pergi dari rumah orangtuaku karna fitnah dari Lastri istriku, hanya karna Rendi membela Radha adik perempuan ku. Waktu itu kami masih tinggal serumah.


Lastri bilang kalau Rendi mencoba untuk melecehkan nya, karna emosi aku dan Rendi bertengkar. dengan marah aku mengusir dari rumah. bukan hanya itu aku juga menghina nya karna hanya seorang buruh pabrik biasa.


Sebelum pergi Rendi masih mengatakan kalau dia tidak bersalah. Dia juga mengatakan pada ibu kalau dia tidak akan pulang sebelum berhasil dan membungkam mulut orang yang menghinanya.


seminggu setelah kejadian itu tanpa sengaja Lastri keceplosan kalau di malam itu tidak terjadi apa apa di hadapan bapak. bapak marah besar pada Lastri. Lastri mengatakan kalau dia sakit hati karna Rendi lebih membela Radha dari pada dirinya.Lastri juga merasa iri karna setiap pulang Rendi selalu memberikan Radha dan Rindi uang sedangkan pada nya tak pernah sekalipun.


Semenjak saat itu sikap orang tua ku mulai berubah, yang biasanya perhatian Sekarang jadi dingin terhadap kami. sampai akhirnya lima tahun tlah berlalu, Rendi pulang membawa anak dan istrinya.


Rasa iri itu hadir lagi di hatiku saat melihat istri dan putrinya sangat cantik meski dengan dandanan sederhana.Rendi yang miskin bisa dapat istri cantik, Sungguh tidak bisa di percaya. Elsa cantik alami sedangkan Lastri dengan dandanan yang menor.


Awalnya Rendi dan Elsa tetap bersikap baik padaku dan Lastri, walaupun sampai sekarang aku masih belum juga minta maaf padanya. tapi semua berubah ketika Lastri mengatakan Rheyna mengambil boneka Ayu, ya boneka itu sangat mirip dengan punya Ayu cuma di boneka itu ada nama nya dan di sana terukir nama Rheyna. bungkam hanya itu yang bisa aku lakukan.


Tak lama datang paket untu Rendi, ternyata dua sepeda terbaru datang ternyata dari saudaranya Elsa. Lastri kembali berulah mengatakan kalau sepeda itu dari selingkuhan nya Elsa. puncak nya sore hari Elsa di serang oleh teman nya Lastri, Lastri berbohong pada mereka kalau sepeda itu milik Ayu. sampai akhirnya Elsa di bawa ke rumah pak Rt.


Entah kenapa aku merasa sangat tidak suka melihat dan mendengar pencapaian Rendi adik ku. apa lagi saat tau gaji Rendi jauh lebih tinggi dari ku, bahkan gaji ku tidak sampai setengah dari gaji Rendi. bahkan uang bulanan Elsa dari Rendi saja sangat jauh dari gaji ku.


Lastri yang tak terima dengan banyaknya uang bulanan Elsa pun mengambil semua bahan makanan dari rumah ibu, awalnya aku tidak setuju, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. karna Lastri tetap bersikeras untuk melakukan nya. separuh hati ku mengatakan tidak tapi separuh lagi mengatakan iya, karna bingung makanya aku diam saja saat Lastri mengambil makanan dari rimah ibu, baik yang sudah masak atau pun yang masih mentah.


Kemarin saat pulang kerja Rendi pulang dengan membawa mobil mewah baru. Ternyata itu mobil Elsa dari saudaranya, sungguh aku sangat iri saat tau kalau kakak ipar Rendi itu sangat baik dan royal. sangat jauh berbeda dengan adik ipar ku yang mata duitan tak jauh beda dengan Lastri.


Ya aku sadar kalau semua keluarga Lastri itu Matre dan mata duitan.bukan nya membantu meringankan beban ku malah keluarga Lastri menambah beban ku dengan tinggal di rumah ku. sampai akhirnya aku harus balik tinggal di rumah orang tua ku.


*


Sampai siang tadi Lastri membangun kan ku dengan emosi karna dia mengambil kantung plastik belanjaan Elsa yang ternyata isi nya adalah sampah dan sayuran sisa. emosi karena di bangun kan dengan kasar kami pu mencari Elsa, ternyata dia lagi di kebun buah milik orang tuaku. karna Emosi yang sudah di ubun-ubun tanpa sengaja aku pun menampar pipi Elsa.

__ADS_1


Akhirnya aku juga yang malu karna perbuatannya Lastri sudah di ketahui oleh keluarga ku. mereka semua pun sudah tau kalau Lastri lah yang selalu mengambil bahan makanan di rumah ibu. kemarahan ku pun tak tertahankan lagi saat mendengar Elsa tidak ingin tinggal satu atap dengan ku, karna marah aku pun mengusir nya.


Kenyataan yang tak bisa ku terima ternyata Elsa adalah wanita mandiri dan kaya raya. Rendi benar benar beruntung karna punya istri seperti Elsa. adik yang selalu aku pandang sebelah mata ternyata dia lebih mapan dan sukses dari ku.


" mas jadi rumah itu milik mereka?" kata Lastri membuyarkan lamunanku.


kami terus melihat ke arah rumah besar itu, yang saat ini mobil keluar masuk mengangkut barang." mas jangan diam aja dong, ayo kita kesana".


" apa sih Las," aku pun masuk ke dalam rumah dan langsung ke kamarku.


Braakk


" sial ternyata Rendi sekarang sudah kaya,"


aku melihat Rindi masuk ke dalam rumah,aku pun memanggil nya.


" Rin jadi benar kalau Rendi sekarang sudah kaya?" tanya ku penasaran.


Rindi hanya mengangguk" iya mas Rendi menejer keuangan di kantor nya, sedangkan mbak Echa desainer muda, butik nya ada enam,toko baju satu, satu lagi pabrik konveksi." jelas Rindi.


Bapak masuk ke dalam rumah," kamu kenapa Ran?"


" nggak apa apa pak"


" Ran kamu itu anak tertua di rumah ini, bapak harap untuk kedepannya kamu lebih bijak menghadapi permasalahan istri dan keluarga mu. bapak harap kalian saling mendukung satu sama lainnya".


" iya pak, Randi minta maaf,"


" jangan lupa untuk minta maaf pada Rendi dan Elsa".


" iya pak"

__ADS_1


Bapak benar seharusnya aku senang dengan pencapaian adik ku. bukan malah iri dengan semua yang telah dia miliki.


Malam hari saat ini aku sedang berkumpul di ruang keluarga rumah ku bersama Lastri dan keluarga nya.


" Ran kapan kamu akan membelikan Lastri rumah baru?" tanya Bu Darmi


" Rumah baru?, untuk apa beli rumah sedang kan aku sudah punya rumah ini"


" tapi aku mau rumah baru mas, paling tidak rumah ini kita renovasi seperti rumah Rendi"


" betul itu mas masa kamu kalah dari Rendi, liat dia sudah punya rumah besar sedangkan kamu?" kata Bayu tersenyum miring


"Lah masih mending aku masih punya rumah walau tidak semewah rumah Rendi, tapi bagaimana dengan mu Bay? sampai sekarang kamu masih numpang sama orang tua, bahkan sekarang kamu numpang dengan ku". kata Randi


" mas kok kamu ngomong gitu? Bayu itu adik ku, rumah ini juga rumah nya" kata Lastri


" ini rumah ku Lastri,dan di sertifikat nya masih nama bapakku aku ingatkan kalau kamu lupa" kata Randi membuat Lastri bungkam.


" kok kamu jadi perhitungan sih mas, pokok nya aku mau rumah baru, sekarang adik kamu sudah kaya jadi kamu minta aja sama dia"


" Satu lagi mas, aku mau kamu jebak Rendi supaya tika bisa nikah sama dia"


" jangan ngada Ngada kamu Las,itu tidak akan pernah terjadi, "


" pokoknya kamu harus bantuin aku mas, buat Tika dan Rendi menikah, kalau kamu nggak mau lebih baik kita pisah" ancam Lastri


Degh


aku terdiam mendengar ancaman dari Lastri, memang selama ini Lastri selalu mengancam minta pisah kalau keinginan nya tidak aku turuti.Tapi sekarang tidak lagi, aku melihat Lastri tersenyum miring begitu juga dengan keluarganya.


Ternyata selama ini aku sudah salah mendidik Lastri, hingga semua keluarga nya pun bersikap sesuka hati mereka pada ku. tapi itu dulu Sekarang tidak lagi, aku tidak akan mengorbankan adikku lagi demi Lastri.

__ADS_1


" ok aku akan ikuti ke inginan mu'' kulihat semuanya tersenyum mendengar keputusan ku." aku akan kabul kan ke inginan mu yang mau berpisah dari ku aku akan segera mengurus nya"


keluarga Lastri terdiam mendengar keputusan ku. bahkan Lastri matanya sudah memerah menahan tangisnya.


__ADS_2