
#ISTRI_KECIL_MILIK_GANGSTER_KEJAM
part 1
Di parkiran, sekolah SMA Permata Indah ciwi-ciwi teriak-teriak tidak jelas seperti bertemu artis papan atas. Ya mereka memang seperti itu kalo bertemu dengan Geng The Black Lion.
"Aduuh ka Bayu makin ganteng."
"Ka Gian senyumnya nanis banget,"
" Ka Tio makin cool aja,"
" Ka Albi makin serem ih,"
Seperti itulah teriakan ciwi-ciwi SMA Permata Indah.
The Black Lion, geng motor yang anggotanya terdiri dari 200 orang, dengan anggota inti 4 orang. The Black Lion adalah geng motor yang dikagumi serta di segani di penjuru kota.
"Mereka kenapa si njir risih gue liatnya." tanggapan Bayu sambil mengedikan bahunya risih.
Bayu Adi putra, cowo cool berjuta kahrismanya itu anggota inti The Black Lion. Melacak adalah ahlinya.
"Ya gapapalah njir, gue sekalian mau tebar pesona nihh." jawab Tio sambil menyugar rambutnya kebelakang.
Tio Saputra, cowok bar-bar dan jahil itu anggota inti The Black Lion.
Rangga Wijaya, cowok yang sifatnya sebelas dua belas dengan Tio.
Gian Elputra, cowok cuek dan kalem itu, menjabat sebagai wakil ketua The Black Lion.
Albi Zian Sanggara, cowok yang bersifat dingin, tegas, kejam dan tidak pernah mengenal kata ampun itu menjabat sebagai ketua The Black Lion. Tampan dan cool serta tatapannya yang tajam, membuat semua orang takut bertatapan dengan nya. Dia anak tunggal dari pasangan Dion dan Winda.
Di sebuah roftoop, terlihat sekumpulan para cowok brandal tebgah menikmati angin-angin yang berhembus kencang. Anak brandal itu sering kali meninggalkan jam pelajarannya dan lebih membolos.
Seperti yang di lakukan oleh seorang Albi Zian Sanggara, ia tengah menikmati rokok di tangannya.
Berbeda dengan ketiga temannya mereka tengah pokus bermain game. Sesekali mereka mengumpat karena kalah main.
Bunyi dering di ponsel Albi mengalihkan perhatian ketiga temannya. Dengan cepat Albi mengangkat telepon tersebut dari seseorang yang di namai " Papa".
__ADS_1
"Hallo ....," suara diseberang sana.
"Hmm ....," ucap Albi dengan wajah datarnya.
Sepulang sekolah nanti gausah nongkrong langsung pulang papa mau bicara penting sama kamu.
"Hmm ...," balasnya
Telepon pun, dimatikan secara sepihak oleh Albi.
Sedangkan di kls XII IPS 3, ketiga gadis tengah berbincang-bincang lantaran jamkos.
" Gue di jodohin" jelas Zara.
Kedua temannya membulatkan matanya, dengan ekspresi terkejut.
" Lo udah bisa becanda haha, " cerca Bella.
" Heleh Zara, bisa aja lo maimunah," ujar Difa, sambil tertawa keras.
" Gue nggak becanda," ucap Zara.
" HAH DEMI APA LO."
" BENERAN NIH."
Begitulah teriakan heboh teman-teman Zara.
Zara Keana Aurelia, cewek bar-bar dengan segala keunikannya. Cantik dan bertubuh mungil, anak dari pasangan Mia dan Dito.
Bella Syakila, cewek bar-bar dan jahil itu sepupu sekaligus sahabat Zara.
Difa Anastasya, memepunyai sifat sebelas dua belas dengan Bella.
Di kediaman keluarga Dion ......
"Papa, akan menjodohkan kamu dengan anak teman kerja papa." ucap Dion.
__ADS_1
"Albi, papa gak menerima prnolakan nanti malam kita akan pergi kerumah-nya!" ucapnya setelah itu melenggang pergi.
Albi mengepalkan kedua tangannya seiring dengan otot-otot di lehernya yang mulai mengeras.
"Ck, sialan." bantinnya.
______________________
Malam ini Zara terlihat sangat cantik dengan gaun putih, sangat simpel mungkin tapi terksesan elegan.
Di ruang tamu keluarga mereka tengah berkumpul, termasuk Bella juga berada disana untuk menginap. Lantaran kedua orang tuanya berada di luar kota.
"Ting tong!"
Suara bel, dengan segera para asisten rumah tangga mereka membukakan pintu. Terlihat dua pria yang sangat gagah, tak lupa dengan wanita paruh baya di sampingnya.
Dito tersenyum nelihat Dion beserta keluarganya. Mereka bersalaman sebagai tanda hormat.
" Baiklah, silakan duduk dulu" ucap Dito, mempersilahkan mereka duduk.
Setelah itu mereka mendudukan diri masing-masing. Sesekali mereka berbincang.
Zara sedari tadi hanya menundukan kepalanya sungguh ia takut menatap orang di hadapannya ini.
Bella yang merasa geram dengan tingkah sepupunya ini, lantas mencubit tangannya.
" Awh, sakit tau" ucapnya meringis.
" Lihat kedepan, jangan nunduk terus" peringat Bella.
Dengan ragu-ragu Zara mengangkat wajahnya untuk melihat kedepan. Dia melihat wanita paruh baya yang sedang tersenyum ke arahnya, dan pria paruh baya dengan tampang datarnya.
Matanya menelusuri kesamping tepatnya ke seorang cowok yang duduk dengan wajah datarnya. Tunggu-tunggu sepertinya Zara pernah melihat cowok itu, sedetik kemudian matanya membulat sempurna." WHAT!"
Jadi gue dijodohin sama cowok yang sifatnya, terbandel dan brandalan ini. Albi Zian Sanggara, anak pemilik sekolah SMA Permata Indah.
" Calon suami lo, sultan dan juga ketua geng The Black Lion." Bisik Bella kepada Zara.
Bersambung...
__ADS_1
Krisannya kak....