
#ISTRI_KECIL_MILIK_GANGSTER_KEJAM
Part 3
"Gue, belum puas nampar lo, sebelum tamparan kedua mendarat di pipi lo." ucap Alex remeh.
Bella hanya bisa memejamkan matanya, ketika Alex mengangkat tangannya untuk menampar nya lagi.
Alex, sudah mengambil ancang-ancang untuk menampar Bella. Namun, sebelum tangan Alex mendarat di pipi mulus Bella, sebuah tangan kekar mencekal tangan Alex.
Alex, melihat siapa orang yang mencekal tangannya. Dia memakai jaket The Black Lion. Siapa lagi kalau bukan Gian Elputra.
Gian, menghempaskan tangan Alex dengan keras, membuat Alex menggeram marah.
"Mau, apa lo?" tanya Alex, dengan mata memerah.
"Lepasin, Bella, dia nggak salah, yang salah itu pacar lo." ucap Gian dengan dingin.
"Apa, urusannya sama lo?" tanya Alex, remeh.
"Lo, gausah ikut campur sama urusan gue, lo itu cuma cowok brandalan dan brengsek, yang bisanya cuma ngebuat onar." teriak Alex, dengan lantang.
"Lo, lebih brengsek dari gue, lo cuma cowok cupu yang sukanya main tangan sama cewek." ucap Gian, tegas.
Alex, yang mendengar perkataan itu pun, langsung dibuat marah.
"Lo, gausah ikut campur sama usuran gue. Gue cuma punya urusan sama nih cewek." ucap Alex, sambil menunjuk Bella.
"Urusan dia, urusan gue juga." ucap Gian dingin.
"Hahaha, emang lo siapa nya hah." sahut Alex, mengejek.
"Saudara, lo."
__ADS_1
"Pacar, lo."
"Atau, bahkan j*l*ng, lo." ucap Alex, remeh.
"B*gh!"
"B*gh!"
"Dia, pacar gue, b*ngs*t." ucap Gian, lantang, sambil terus memukuli Alex.
Sedangkan, semua orang hanya berteriak histeris melihat Gian, memukuli Alex dengan brutal.
Berbeda, dengan semua orang, Tio, Angga, Bayu, hanya melongo melihat kejadian itu. Mereka baru pertama kali melihat Gian semarah itu, hanya karena cewek.
Berbeda halnya dengan Albi, dia hanya terkekeh melihat Gian, memukul Alex dengan brutal.
"Ck, kalau udah suka sama orang, jiwa iblisnya keluar." batin Albi, menyeringai.
"Bang, ayo, pukul dia, hajar dia." teriak Difa, lantang.
"Ya, mana gue tau." sahut Zara, bingung.
"Ya, tanya dong sama cowok, lo." ucap Bella.
Zara dan Bella, pun dengan terpaksa menghampiri Albi, yang tengah duduk dan merokok.
"Kak,"ucap Zara, panik.
"Hmm, kenapa?" tanya Albi, sambil menghembuskan asap rokok nya.
"Albi, tolong dong hentiin mereka ribut, kasian entar anak orang sekarat." ucap Bella, panik.
"Gian, itu emosinya susah terkendali, kecuali, lo peluk dia. Gue yakin, dia bakal berhenti." saran Albi.
__ADS_1
"Ta--pi, gue gamau." ucap Bella, ketus.
"Bell, mendingan lo ikutin sarannya aja, emang lo mau anak orang sekarat hah." ucap Zara.
"Ishh, iya deh." ucap Bella, terpaksa.
Bella, pun melenggang pergi dari hadapan Zara dan Albi. Zara, hendak menyusul Bella, namun tangannya di cekal oleh Albi.
"Lo, diam, disini." ucap Albi, dingin.
"Ta--pi, Zara belum selesai bicara, karena Albi menyela ucapan nya."
"Diam, disini, atau gue c*um." ucap Albi, menyeringai.
Dengan, terpaksa Zara duduk di sebelah Albi. Dengan wajah cemberut dan terus menggerutu.
"Jangan, cemberut, lo jelek." ucap Albi, sambil menghisap rokoknya.
"Kakak, yang jelek, aku cantik." ucap Zara, narsis.
Albi, tidak mengubris perkataan Zara, dia terus merokok sambil melihat keributan di sana.
"Woyyy, Gian, anak orang sekarat nj*r." teriak Tio.
Bella, dengan sekuat tenaga meneriaki mereka agar berhenti berkelahi. Namun, percuma saja mereka tidak mau berhenti berkelahi. Dengan terpaksa Bella, menghampiri Gian, dan langsung memeluknya dari belakang.
Gian, yang merasa ada tangan yang melingkar di pinggangnya, dia langsung berhenti memukuli Alex. Gian membalikan tubuhnya kebelakang dan langsung saja memeluk Bella.
Sementara semua orang hanya melongo melihat kejadian itu. Tio, Angga, dan Bayu mereka tidak ingin melewatkan kesempatan langka ini. Dengan cepat mereka mempoto Gian dan Bella, yang sedang berpelukan itu.
Bersambung...
like kak..
__ADS_1
votenya...