
#ISTRI_KECIL_MILIK_GANGSTER_KEJAM
part 11
"Ish, kak Albi mana sih," ucap Zara pada dirinya sendiri.
Kini jam menunjukkan pukul 22:30, namun Albi belum pulang. Sehabis dari sekolah Albi langsung pergi ke rumah Gian.
"Apa, aku telpon kak Albi aja ya." gumamnya.
Zara baru saja ingin menghubungi Albi. Namun suara pintu dibuka mengalihkan perhatiannya.
"Ceklek!"
"Kakak, m*b*k, ya." ucap Zara sambil membopong Albi dan mendudukannya di sofa.
"Kakak tunggu disini, aku mau ambil air kelapa dulu." ucap Zara dan berdiri untuk pergi ke dapur. Namun tangannya di cekal Albi dan membuatnya jatuh di pangk*an, Albi.
"C*p"
"K---kakak, kenapa?" tanya Zara gugup.
"G--gue, mau lo." gumam Albi setengah sadar.
"You are mine." ucap Albi tersenyum miring.
Dan, kalian tahu kan ....#
Kini Zara tengah menyiapkan makanan, lantaran kedua orang tuanya dan mertuanya akan berkunjung ke rumahnya. Jam menunjukkan pukul 20:12, namun Albi masih belum bangun dari tidurnya.
"Ting Tong!"
Suara bel, mengalihkan perhatian Zara yang sedang menata makanan di meja makan. Zara bergegas langsung berjalan menghampiri pintu dan membukanya.
"Mamah, papa." ucapnya sambil menyalimi keempat orang itu.
__ADS_1
"Ayo, masuk." ajak Zara pada keempat orang yang dia sayangi. Mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu.
"Albi, mana?" tanya Dion, selaku papa Albi.
"Tidur, tadi katanya masih ngantuk.' ucap Zara.
"Yaampun, itu anak kebo banget sih." cerca Winda.
"Namanya juga anak-anak, jeng." ucap Mia sambil terkekeh melihat besannya berkacak pinggang.
"Nanti juga bangun." ucap Dito menimpali.
"Iya, tapi___" ucapan Dion terpotong, karena seseorang turun dari tangga dengan penampilan rambut yang acak-acakan. Siapa lagi kalau bukan anaknya, Albi.
"Mah, pah." ucap Albi seraya menyalimi keempat orang itu.
"Bagus, yah, jam segini baru bangun." ucap Winda menatap horor ke arah anaknya itu.
"Ck, namanya juga ngantuk." sahut Albi sambil mendudukan dirinya di samping papanya.
"Zara mana?" tanya Albi lantaran tak menemukan Zara di ruang tamu.
_____
"Mah, pah, ayo makan dulu." ucap Zara menghampiri kelima orang itu.
"Iya," ucap Dion.
"Zar, kaki kamu ada yang sakit?" tanya Winda terheran-heran lantaran melihat jalan Zara yang lambat.
Lantas semua orang pun mengalihkan tatapannya ke arah Zara. Termasuk Albi.
"Emm ..., itu aku cuma jatuh di dapur tadi." ucapnya sambil melirik ke arah Albi.
"Ekhm, lebih baik kita makan." ucap Dion sambil menahan tawanya. Dan di balas anggukan semua orang. Mereka semua pun makan, dengan diiringi candaan dari Dion .
__ADS_1
------
kini pagi menyapa, Zara tengah membersihkan ruang tengah dan Albi dia masih tidur nyenyak. Kini jam menunjukkan pukul 09:12, untuk kedua orang tuanya mereka sudah pulang sejak pagi tadi.
"Kak, bangun." ucap Zara sambil menggoyangkan lengan Albi.
"Ck, ganggu aja lo." celetuk Albi.
"Dasar, kebo." cerca Zara.
--------
Kini jam menunjukkan pukul 19: 20, dimana di rumah Albi tengah ramai karena kedatangan teman-teman Albi dan Zara. Mereka berencana akan menginap lantaran besok hari minggu.
"Kalian, tau ga?" katanya nih ya, kemarin di sekolahan kita katanya ada orang yang lagi mantau gitu." ucap Tio sambil memakan cemilannya.
"Iya, sih, gue denger-denger orang yang mantau sekolah itu, selalu melihat ke arah kelas kita." ucap Bayu sambil menghembuskan asap rokoknya.
"Dan, orang itu selalu pakai jaket hitam, topi hitam dan masker." ucap Angga menimpali.
"Apa, dia kembali ya." ucap Gian.
"Apa ini, ada hubungannya sama teror itu, ya." ucap Albi sambil melirik ke arah Gian.
"Mungkin dia mau balas dendam kali." ucap Angga dan di balas anggukan semua orang. Mereka berbicara dengan sangat pelan lantaran takut ketahuan oleh anak cewek.
"Pes!"
Lampu seketika mati, dan kini di ruangan itu gelap gulita tidak ada cahaya sedikitpun.
"Aaaa!" teriakan Difa dan Gea.
"Prang!"
Pecahan kaca membuat suasana semakin mencekam. Zara, Bella, Gea, dan Difa kini tengah memeluk satu sama lain.
__ADS_1
Nanti next lagi ...
bersambung......