Istri Kecil Milik Gengster Kejam

Istri Kecil Milik Gengster Kejam
part 15


__ADS_3

# ISTRI_KECIL_MILIK_GANGSTER_KEJAM


Part 15


Setelah kepergian Raskal, kini anggota inti The Black Lion tengah berkumpul di ruang tengah. Hujan deras mengguyur kota Jakarta.


"Gimana, kalau kita perang kata-kata." ucap Tio dan di balas anggukan semua orang.


"Gue, dulu,"ucap Angga.


"Jika kamu punya dua mata, lantas mengapa kamu melihat orang lain dengan dua telingamu? Perlakukanlah orang lain sesuai dengan apa yang kamu lihat, bukan dengan apa yang kamu dengar." ucap Angga.


"Sip, paling bener." ucap Bayu menyoraki Angga.


"Mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, itu seperti memeluk kaktus, semakin erat memeluknya maka semakin sakit rasanya." ucap Tio.


"Aku selalu bahagia, karena dia berada di sampingku, tapi entah mengapa, bahwa hatiku mengatakan dia akan pergi sejauh mungkin." ucap Bayu sambil melirik ke arah Difa.


"Hidup bukan hanya tentang siapa yang baik dan siapa yang buruk. Tetapi tentang bagaimana cara kita agar mengatur diri sehingga apa yang berguna untuk orang lain." ucap Gian.


"Hal terindah dari persahabatan adalah memahami dan di pahami, tanpa pernah memaksa dan ingin menang sendiri." ucap Albi.


"Asekk," ucap Tio dengan keras.


"T*lol, diam lu ah, kayak cacing kepanasan aja." celetuk Bayu.


"Cie, yang suka sama seseorang, ehem." ledek Tio pada Bayu.


"Diam, b*ngs*t!" ucap Bayu menoyor kepala Tio.


"Cie, yang gak laku-laku." ucap Angga pada Tio.

__ADS_1


"Gue, laku cuma belum ada yang pas." ucap Tio.


"Halah, alasan." ucap Bayu.


"Dari pada lo, suka sama Difa tapi malu ngungkapin nya karena takut di tolak." ucap Tio meledek Bayu.


Dan seketika keadaan pun hening ....


"What!" yang bener." teriak Gea.


"Diam-diam cuek, ternyata suka." ucap Zara tersenyum jahil.


"Ck, apaan sih kalian." ucap Bayu dengan muka yang memerah karena malu.


"Suka, bilang aja kali." ucap Gian dengan tersenyum jahil.


"Emang bole?" tanya Bayu.


Seminggu berlalu, tepat hari ini ujian terakhir kls 12 dan satu bulan lagi mereka akan dinyatakan lulus. Untuk Bayu dan Difa mereka tengah berbunga-bunga lantaran telah resmi berpacaran.


Bel istirahat berbunyi, dimana semua murid berhamburan ke kantin untuk mengisi perut kosong. Termasuk Zara dan ketiga temannya yang sekarang tengah berkumpul di meja inti The Balck Lion.


"Pusing gue, soal-soal ujiannya susah." celetuk angga.


"Apalagi nomor 25," ucap Gea.


"Hai, Al," ucap Risa duduk di sebelah Albi hingga mendapatkan tatapan tak suka dari semua orang, termasuk Zara.


Dia Risa Kanasya, cewek yang dulunya pernah membak Albi namun di tolak mentah-mentah oleh Albi. Dengan tak tau malunya, Risa memeluk Albi hingga mendapat dorongan kasar dari Albi.


"Ck, apa-apaan sih lo," ucap Albi menatap tajam Risa.

__ADS_1


"Dasar cewek g*t*l!" ucap Zara.


"Apa lo bilang?" ucap Risa menatap marah pada Zara.


"CEWEK G*T*L!" teriak Zara dengan lantang.


"Meluk cowok orang, apa namanya kalau bukan g*t*l, haa!" ucap Zara dengan napas memburu.


"Bruk!"


Risa mendorong Zara sampai terduduk di lantai. Albi menatap Risa dengan marah, baru saja dirinya akan menampar Risa tapi sebelum itu dirinya di kejutkan oleh teriakan Zara.


"Aaa, h---hiks, s--akit," ucap Zara terbata sambil meremas perutnya.


"Zar, hey, tahan kita kerumah sakit." ucap Albi terkejut karena melihat darah mengalir dari p*h* Zara.


Lantas semua orang langsung menyusul Zara dan Albi ke rumah sakit.


-----


Di rumah sakit ....


"Dok, bagaimana keadaan istri saya." ucap Albi dengan napas tak beraturan.


"Untung Al, kamu bawa Zara cepat keruma sakitnya, kalau enggak mungkin janin yang ada di dalam kandungannya tidak bisa selamat." jelas Dokter Amel.


Dokter Amel itu, Dokter pribadi keluarga Albi hingga dirinya tau kalau Albi sudah menikah.


"Deg!"


"T--erus, sekarang keadaanya gunanya, Dok,?" tanya Albi dengan mata memerah.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2